,

Puisi "Surat untuk Kanjeng Nabi"

Surat untuk Kanjeng Nabi
Mya Veronica/Veronica/Vee (terserah mana yang dipakai :v)

Jika Engkau masih ada, tak usahlah kami cemas akan apa yang menjadi gempar
Meminta penjelasan sana sini akan baik buruk suatu laku

Tak ada lagi saling tuding, merasa ia menjadi paling benar
Hadirmu sungguh menyejukkan kalbu
Menentramkan tiap api yang berkorbar
Menyuguhkan kehangatan bersama teguhnya hatimu

Padamu Nabiku
Rindu kini kian menggebu
Meneteskan pilu juga sendu teringat akan kehilanganmu
Padamu Nabiku
Kau adalah Hero seluruh umat
Cintamu pada umat sungguh besar
Laramu terhadap sakaratul mautmu
Tak pernah menghentikan kasih sayangmu pada umatmu

Nabiku pun Heroku
Di sini ada rasa yang menggelitik dalam dada
Sesuatu yang membuat rintik di mata
Bersamaan teringat perjuangmu untuk menjadikan manusia berakhlak mulia
Sampaikan maaf terhadapmu Nabi pun Heroku
Ego ini masih mengudara hingga tak jarang berlaku durhaka
Terima kasih atas juangmu
Terima kasih atas cintamu
Terima kasih atas segala peluhmu untuk umatmu
Tulungagung, 3 Januari 2020






















EUFORIA
‘Duak’ sebuah botol plastik mengenai dahi Ario. Sekitika ia mengrenyit menahan rasa sakit yang ia rasa. “Sial!” teriaknya. Ario tahu siapa biang keladi dari peristiwa botol nyasar ini. Gustiara Atmaja, rivalnya dalam pertandingan sepak bola. Ario sejak terkena botol plastik itu ia sudah puluhan kali menyebutkan semua jenis binatang. Wataknya memang keras namun ia sangat menurut dengan Ibunya karna ia berpegang teguh pada satu hadis اللجنة

0 Comments:

Posting Komentar

Salam cinta, mari berdiskusi di kolom komentar!