Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan
,

Korupsi di Indonesia, Harus Ditumpas Habis

Korupsi di Indonesia, Harus Ditumpas Habis


 

Korupsi di Indonesia, harus ditumpas habis. Korupsi bukan hanya berputar pada kelas pejabat, juga bersandingan pada kelas menengah atas maupun bawah. Bukan rahasia lagi, jika kebiasaan penyelewengan ini telah menjalar ke seluruh lapisan masyarakat. Hanya saja, banyak yang tidak menyadari jika apa yang dilakukan merupakan suatu bentuk dari korupsi. Di Indonesia, kasus korupsi yang tercatat oleh data menurut ICW (Indonesia Corruption Watch) dalam laman Tempo.co sebesar 209 kasus. Semakin naik tiap tahunnya, yang pada tahun 2020 tercatat sebesar 169 kasus. Jika ditarik selisihnya, sebanyak 40 kasus menunjukkan angka kenaikan. Ini bukan angka sepele lagi bagi negara yang berkedudukan negara terkorup no 102 dari 180 negara yang disurvei. Dalam 209 kasus korupsi, memiliki nilai kerugian yang cukup fantastis, yakni 26, 83 triliun.

Bukankah dengan nilai yang fenomenal itu bisa digunakan untuk menghidupi rakyat? misalnya dana untuk pendidikan dan kesejahteraan keluarga-keluarga yang tidak mampu. Bahkan, bisa dijadikan dana pembangunan fasilitas umum untuk masyarakat tentunya. Namun, pemikiran seperti ini bagi koruptor tak pernah terpikirkan, bukan? Makanya, korupsi di Indonesia, harus ditumpas habis.

Ini hanya kerugian material yang disebabkan oleh korupsi yang berkaitan dengan keuangan negara, berbeda lagi korupsi yang berkaitan dengan suap-menyuap, penggelapan dalam jabatan, pemerasan, perbuatan curang, benturan kepentingan dalam pengadaan, dan gratifikasi. Akan banyak lagi kerugian yang ada, bukan hanya bagi negara juga masyarakat sipil tentunya. Penyelewangan-penyelewangan yang bermula dari pihak-pihak petinggi inilah yang akhirnya memicu penyelewengan tingkat kecil dari masyarakat. Padahal pihak-pihak yang seharusnya dijadikan contoh untuk melakukan tindakan mulia, malah memberikan efek buruk bagi masyarakat.

Jika semua golongan menjadikan korupsi sebagai kebiasaan tanpa kata sesal, apakah negara Indonesia tercinta ini akan baik-baik saja?

Tentu saja tidak, kekacauan dari segala aspek akan menyebabkan perubahan besar pada generasi selanjutnya yang mengakibatkan ketidakstabilan negara. Bagaimana lagi di setiap lini kehidupan terjadi korupsi secara berkala. Hakim disuap untuk meloloskan penjahat, pegawai negeri menyuap untuk mendapatkan jabatan, advokat disuap untuk mempengaruhi hukum, guru disuap untuk menaikkan murid, pegawai negeri yang memeras untuk kepentingan sendiri, pemborong berbuat curang demi keuntungan, pengawas proyek yang membiarkan pemborong berbuat curang,rekan TNI/POLRI yang berbuat curang, saksi yang memberikan keterangan palsu, dan masih banyak yang terjadi tentang perbuatan korupsi yang sudah mendarah daging di setiap lapisan masyarakat. Kejadian yang seperti ini akan terus terulang jika tidak ada kesadaran dari diri sendiri.

Alasan kondisi keuangan, lingkungan, ketidakberdayaan menjadi alasan umum untuk melakukan tindak korupsi. Ini bukanlah sebuah kewajaran untuk didajadikan alasan maupun alibi. Korupsi bagaimanapun juga adalah tindakan yang salah dan melawan hukum, hukuman untuk tinfak pidana korupsi pun bukan main-main. Di dalam UU No. 31 Tahun 1997 jo. UU No. 20 Tahun 2001 pada pasal 2 dijelaskan, “(1) Setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara, dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4(empat) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan denda paling sedikit Rp 200.000.000,00 (dua ratus juta) dan paling banyak Rp 1.000.000.000, 00 (satu milyar rupiah).”[1]

Berdasarkan undang-undang memang begitu tegas, namun dalam kehidupan nyata pelaku tindak pidana korupsi dengan jas dan dasi mendapatkan hukuman yang ringan. Tidak dipungkiri pula, dan menjadi rahasia umum tempat mereka pun sangat berbanding terbalik dengan penjara pada umumnya, ada perabotan elektronik yang tentunya tidak biasanya ada di dalam penjara. Contoh kecil penanganan korupsi yang belum bisa diterima masyarakat, Korupsi BANSOS oleh Menteri Sosial Juliari Peter Batubara mendapat hukuman 12 tahun penjara dan denda 500 juta. Padahal dana yang dinikmati sebesar 15, 1 milyar! Inilah mengapa korupsi di Indonesia semakin hari semakin naik kasusnya. Adanya hukum tajam ke bawah dan tumpul ke atas menjadikan korupsi sebagai bisnis yang menguntungkan.

Korupsi harus ditumpas, itulah jalannya. Mulai dari belajar untuk hal-hal terkecil dengan tidak mengorupsi waktu untuk belajar, tidak menerima upah teman yang meminta ditulis kehadirannya meski dia tidak hadir. Tidak untuk bersenang-senang dalam pekerjaan tanpa melakukan serius terhadap apa yang diberikan tanggung jawab terhadap kita. Tidak menyelewenangkan pangkat yang kita miliki, semisal menjadi ketua kelas, ketua organisasi, presiden mahasiswa, dan jabatan lainnya.

Awali hal terkecil untuk menghilang kebiasaan yang menyebabkan korupsi. Bukan maksud menyepelekan hal-hal besar seperti korupsi yang menganak-pinak di negara, tetapi menindak korupsi memang harus dimulai dari diri sendiri untuk sadar akan tindakan penyelewenangan. Korupsi memang bukan tindakan yang dibenarkan. Bahkan sekelas pemerintah atau petinggi baik di perusahaan dan lain-lainnya pun yang pasti paham dampak dan akibat korupsi sangat buruk, tetapi tetap melakukan karna menganggap sebagai kewajaran dari kebiasan yang pernah dilakukan dari hal terkecil. Mari sadarkan diri, "Stop Korupsi, Mulai Sadar dari Diri Sendiri!". Korupsi di Indonesia, Harus Ditumpas Habis

 



[1] Komisi Pemberantasan Korupsi, Memahami untuk Membasmi: Buku Saku untuk Memahami Tindak Pidana Korupsi, (Jakarta Selatan: Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia), hlm. 113.

Continue reading Korupsi di Indonesia, Harus Ditumpas Habis

Belajar Bahasa Asing melalui Media Sosial dan Aplikasi Penunjang

     

Belajar Bahasa Asing melalui Media Sosial dan Aplikasi Penunjang

    Belajar bahasa asing melalui media sosial dan aplikasi penunjang lainnya. Belajar bahasa asing kini sangat mudah didapatkan. Jika dahulu melalui kursus lembaga pembelajaran bahasa asing kini melalui drama dan film juga bisa membantu. Bahkan dengan media sosial saat berinteraksi dengan orang asing juga memberikan dampak dalam perkembangan bahasa asing yang dipelajari, ditambah lagi dengan aplikasi penunjang seperti Google translate, YouTube, Dulingo, Simple, Superlingo, ELSA Speak, ChineseSkill: Learn Chinese, Obenkyo, Brlajar bahasa Jerman, dan aplikasi serupa lainnya.

    1.       Tips Belajar Bahasa Asing

Dalam belajar bahasa asing tentunya kita memerlukan tips dan trik agar bisa mudah belajar tanpa mengalami kesulitan yang berarti. Maka dari itu, Obral Kata Veve akan memberikan beberapa tips dan trik untuk memudahkan belajar bahasa asing, yakni:

a.       Mulai dengan Menghafalkan Kosakata, dan Terapkan secara Langsung.

Kosakata yang sudah kamu ketahui dalam kehidupan sehari-hari. Dalam penerapan bahasa asing ini kamu tidak perlu malu untuk mengucapkannya, karna malumu itu akan menghambat pembelajaran bahasa asing.

b.      Tonton Drama atau Film yang Menggunakan Bahasa Asing yang Ingin Dipelajari.

Dengarkan pengucapannya, baca terjemahannya, lalu pahami. Sebagai contoh kamu ingin mempelajari bahasa China, kamu menonton drama China, dengarkan tokoh saat mengucapkan percakapannya, lihat terjemahannya untuk mengetahui artinya, pahami, dan tirukan. Jika ingin lebih ekstrem coba melihat tanpa menggunakan subtitle/terjemahan biar fokus terhadap apa yang diucapkan.

c.       Mendengarkan Musik.

 Musik merupakan cara termudah dalam mempelajari bahasa asing sebab dalam musik terdapat melodi yang membuat kita tidak bosan mendengarkannya, bahkan kita bisa tanpa sadar mengucapkan lyric yang ada di dalam lagu tersebut.

d.      Perbanyak Membaca.

Melalui membaca kita juga bisa mempelajari bahasa asing. Menemukan kata-kata yang sulit dimengerti lalu mencarinya di kamus. Jika banyak kata-kata yang tidak dapat dipahami dalam satu paragaf, baca paragraf berikutnya biasanya kita akan menemukan koneksi dan pemahaman inti dari apa yang dibaca.

e.      Gunakan Media Sosial untuk Berinteraksi dengan Orang Asing.

Belajar dengan ahlinya atau orang yang memang biasa menggunakannya dalam sehari-hari dapat mempermudah kita mempelajari bahasa asing. Kita bisa menggunakan aplikasi pencari teman di seluruh dunia untuk belajar bahasa dan juga budaya mereka. Kita bisa menggunakan; Meeff, Ometv, Discord, Kakao Talk, Azar, Tagged, Slowly, Bottled, Daily Postcard, dan aplikasi serupa lainnya. Meskipun begitu, perlu berhati-hati dalam pemilihan kawan saat bermedia sosial, ya.

f.        Selain Media Sosial, Tambahkan Aplikasi Penerjemah.

Aplikasi ini digunakan untuk memudahkan kita menambah kosa kata baru dan mencari kosa kata asing yang belum pernah kita dengar.

g.       Belajar melalui YouTube.

Saat ini banyak sekali channel YouTube yang mengajarkan bahasa asing. Semua pembelajaran ada dari dasar sampai menengah, dari pengucapan hurufnya sampai pada merangkai kata menjadi satu kalimat.

    2.       Manfaat Belajar Bahasa Asing

a.  Memudahkan kita berinteraksi dengan orang yang memiliki latar belakang negara yang berbeda.

b.      Menambah relasi atau teman.

c.       Memudahkan kita berbisnis, jika bisnis kita diperluas di negara asing.

d.      Menambah skill kemampuan kita dalam berbahasa.

e.      Tidak gagap saat ditanya orang asing.

f.        Memperluas daya pikir lebih kreatif dan fleksibel dengan orang lain.


    Itulah beberapa cara belajar bahasa asing dan manfaat belajar bahasa asing. Tidak salahnya kita belajar bahasa negara lain untuk memperluas pengetahuan kita. Tak hanya pengetahuan, pertemanan pun akan bertambah.

Continue reading Belajar Bahasa Asing melalui Media Sosial dan Aplikasi Penunjang

Permainan Catur, Olahraga Melatih Konsentrasi Otak

    

Permainan Catur, Olahraga Melatih Konsentrasi Otak

    Permainan catur merupakan salah satu olahraga melatih konsentrasi otak, sebab melalui permainan itu dapat merangsang perkembangan otak.  Catur di sini adalah permainan papan yang dimainkan oleh dua pemain. Biasanya menggunakan putih dan hitam dalam membedakan buah catur pihak lawan. Banyak sebutan yang harus dipelajari dalam bermain catur, dari buah catur sampai strategi permainan catur.

 

A.    Macam-macam Buah Catur

    Sebab catur olahraga yang dapat melatih konsentrasi otak, maka perlu mengetahui macam-macam buah catur agar bisa memainkan permainan catur. 6 buah catur dalam permainan catur, dengan julukan berbeda di berbagai negara:

 

1.   Raja (King di Inggris). Bertempat di tengah di belakang bidak catur. Langkah Raja dengan bergerak bebas samping kanan-kiri, naik-turun, namun hanya satu petak. Jika Raja terkena skak (terkena serangan lawan) harus berpindah tempat atau memakan yang diserang.

2.    Menteri/Ster (Queen di Inggris). Bertempat di sebelah kanan Raja. Langkah Menteri (Queen) ke segala arah, yakni: maju, mundur, ke samping, dan diagonal. Buah catur ini hampir bisa memerankan cara melaju buah catur lainnya kecuali kuda.  Buah catur ini juga bisa melakukan pergantian tempat (rokade) dengan benteng ketika dalam kondisi aman atau tidak diserang.

3.   Gajah/Kuncur/Bishop (Uskup di Inggris). Bertempat di sebelah kanan dan kirinya raja dan menteri. Gajah dalam catur ada 2 di setiap sisi hitam dan putih. Langkah Gajah di catur adalah bergerak petak diagonal dan tidak boleh melewati buah catur lainnya. Ada beberapa strategi yang bisa membuat skakmat hanya dengan menggunakan Gajah ini, jadi menurut sebagian orang Gajah memiliki peran terpenting dalam permainan catur.

4.   Kuda. Bertempat di sebelah kanan atau kiri dari Gajah, dalam permainan setiap permainan memiliki dua buah Kuda. Langkah bermain Gajah membentuk seperti huruf “L”, dengan ketentuan dua langkah satu arah, lalu ditambah satu langkah arah lainnya. Buah catur ini juga dianggap memiliki peran penting karena langkahnya sering terlupakan oleh lawan sampai bisa membuat skakmat.

5.    Benteng. Berada di pojok kanan dan kiri bagian belakang. Memiliki langkah bermain lurus tak terbatas berapa langkah dan di segala arah terpenting tidak miring. Bisa melakukan rokade dengan Menteri asal di situasi aman.

6.  Pion/Bidak. Berada di bagian depan, bentuknya kecil namun selalu maju tanpa mundur. Karena langkah pion maju satu langkah ke depan, boleh dua langkah hanya di awal permainan.

 

B.     B. Jenis-jenis Permainan Catur

    Dalam permainan catur ada beberapa jenis: Catur Klasik yang mana permainannya lebih kurang 60 menit dan dalam turnamen internasional berkisar 90 – 120 menit untuk setiap kali permainan. Catur Cepat di mana bermain dengan waktu di atas 10 menit sampai di bawah 60 menit. Normalnya 20 – 40 menit. Catur Kilat permainan yang menggunakan waktu sekitar kurang dari 10 menit, untuk turnamen biasanya 5 menit. Namun, normalnya 7-12 menit.

 

C.    C. Filosofi Catur

    Permainan catur adalah permainan paling adil karena semua terlihat jelas tanpa ada campur tangan orang lain kecuali jika saat kamu bermain dengan lawanmu kamu bekerja sama dengan orang lain sehingga dalam permainan yang seharusnya satu lawan satu menjadi dua lawan satu.

    Catur merupakan olahraga yang dapat melatih konsentrasi otak di mana butuh strategi yang mumpuni untuk bisa memenangkan permainan lawan. Catur membutuhkan ketelitian seperti kamu yang sedang menyelesaikan masalah untuk dirimu sendiri.

    Catur seperti miniatur pemerintahan yang mana Raja sebagai pemegang kekuasaan tertinggi, apabila raja mati makan permainan itu sudah selesai yang artinya negara yang tak memiliki pemimpin akan hancur. Menteri, Gajah, dan Kuda sebagai menteri-menteri yang ada di pemerintahan. Pion sebagai prajurit yang menjadi garda terdepan dalam pemerintahan itu. Berjuang untuk rakyat dan mengamankan negara.

    Pion dalam catur mengajarkan untuk berani melangkah meski kita terlihat kecil. Ingat pepatah kecil-kecil cabe rawit. Karena pion tak pernah mundur dalam langkahnya. Ia akan bergerak maju meskipun lawannya adalah sesuatu yang besar.

    Setiap buah catur memiliki langkah tersendiri, seperti manusia setiap orang memiliki langkah tersendiri dalam bergerak dengan tujuan yang sama, mencapai cita-cita yang diimpikan.

D.    D. Manfaat Permainan Catur

Ada banyak manfaat permainan catur ini, yaitu:

1. Catur membantu perkembangan otak, dengan catur yang memiliki 6 jenis buah dengan berbagai cara melangkah yang berbeda membuat kita berpikir lebih keras. Proses dalam menjalankan buah catur inilah yang dapat membantu perkembangan otak kita.

2. Bepikir Kreatif dan Kritis, karena setiap langkah membutuhkan strategi alhasil perlu memikirkan masak-masak yang membuat orang yang bermain catur menjadi kreatif dan kritis. Analisis yang tepat dalam menyiapkan langkah menebak permainan lawan juga bisa membuat anak lebih kreatif dan kritis.

3.   Mempertahankan Kemampuan dalam Mengingat. Permainan catur mengajarkan kita belajar untuk mengingat, orang yang bermain catur tentunya perlu mengingat langkah lawan sebelumnya agar tidak salah langkah dalam memilih buah catur.

4.   Melatih Dua Sisi Otak, bukan hanya melatih otak kiri dalam berpikir kritis dan analitis tetapi juga melatih otak kanan yang kreatif dan visual dengan melihat raut wajah lawan untuk mengira-kira arah mana lawan melangkah. Oleh sebab itu bukan hanya melatih dua sisi otak saja, akibatnya juga akan meningkatkan IQ seorang pecatur.

    Betapa banyaknya manfaat catur ini, sehingga catur bisa diajarkan oleh anak agar dapat melatih kemampuan untuk berkembang dan mengingat. Tidak hanya bagi dewasa, catur pula bermanfaat bagi anak-anak yang belajar memainkannya melalui buah catur yang ada. Catur memiliki pengaruh luar biasa bagi perkembangan manusia sebabnya juga catur bukan hanya bisa dijumpai dalam dunia nyata yang mana tiap pemain bertatap langsung dengan lawannya, tetapi kini juga merambah dalam dunia online. Sehingga kita bisa bermain catur dengan orang yang memiliki latar belakang beda negara. Semakin banyak kita bermain dengan lawan-lawan yang ada semakin ter-asah kemampuan dan perkembangan otak kita.

E.     E. Pecatur Indonesia

1.      Irene Kharisma Sukandar, Grandmaster Wanita (2008)

2.      Susanto Megantoro, Grandmaster (2004)

3.      Medina Warda Aulia, Grandmaster Internasional Wanita (2020)

4.      Dewa Kipas, dengan nama asli Dadang Subur yang berhasil mengalahkan Levy Rozman bahkan sampai menghebohkan dunia karena dikira menggunakan trik licik (cheat) oleh lawannya. Ia bermain dengan jenis catur online di internet.

    Melihat betapa catur ini tidak mengenal usia baik tua dan muda, olahraga catur sangat direkomendasikan baik semua golongan muda-mudi, tua-muda, laki-laki, dan perempuan. Dengan adanya pemain profesional juga diharapkan semakin ter-motivasi bermain catur. Bahkan dari sejak sekolah dasar pun kejuaraan catur sudah diselenggarakan, jadi tidak ada halangan untuk terjun di olahraga catur yang dapat melatih konsentrasi otak.

Continue reading Permainan Catur, Olahraga Melatih Konsentrasi Otak

Pengertian Pola Asuh Orang Tua, Setiap Individu Wajib Tahu

Pengertian Pola Asuh Orang Tua dan Macam-macam Pola Asuh

Pengertian pola asuh orang tua, apa itu pola asuh bagaimana pola asuh. Orang tua harus memahami makna parenting/pola asuh agar menjadikan anak yang paham akan norma kehidupan.

Pengertian pola asuh orang tua menurut para ahli

Ada 4 pengertian pola asuh orang tua yang kami kemukakan kali ini, yaitu:

  1. Pola asuh menurut Casmini (dalam Palupi 2007) ialah cara orang tua dalam memperlakukan anak, mendidik, membimbing, dan mendisiplinkan anak, serta melindungi anak dalam proses kedewasaan, hingga pada pembentukan karakter anakdengan norma-norma yang ada dalam masyarakat pada umumnya.
  2. Pola asuh menurut Hurlock (1998) ialah suatu metode dalam mendisplinkan anak yang diterapkan oleh orang tua.
  3. Pola asuh menurut Baumrind (1967) ialah parental control di mana cara orang tua dalam mengontrol, membimbing, dan mendampingi anak-anaknya melakukan tuga-tugas perkembangan hingga menuju pada proses pendewasaan.
  4. Pola asuh menurut Ahmad Tafsir ialah pendidikan.

 

    Menurut beberapa para ahli, pengertian pola asuh adalah cara, proses atau pun metode dalam mendidik anak, mendisiplinkan anak, membimbing anak, dan mengontrol anak, agar bisa melalui tahapan perkembangan anak dengan baik yang sesuai dengan norma-norma kehidupan bermasyarakat. Sedang, pengertian pola asuh orang tua, berarti cara orang tua dalam mendidik, mengasuh, membimbing, mendisiplinkan anak dalam proses pendewasaan yang sesuai dengan tatanan dan norma yang berlaku di dalam masyarakat dengan baik. Karna sejatinya anak akan berkembang dan hidup di dalam masyarakat itu sendiri.

 

    Dapat dipastikan, orang tua memiliki peran penting dalam mendidik anak. Bukan hanya orang tua saja, tetapi juga lingkungan sekitar anak yang perlu memahami pentingnya pola asuh bagi perkembangan anak. Sebabnya, orang tua harus mampu bekerja sama dengan lingkungan sekitar dalam membuat lingkungan yang sehat bagi anak-anaknya demi perkembangan anak ke depannya.

 

    

Orang tua adalah pemegang busur yang mengarahkan kemana anak panah akan menacap, begitulah dalam pendidikan anak. Orang tua berperan dalam membentuk karakter anak. Menjadi seperti apa anak itu, tergantung bagaimana pola asuh anak yang diterapkan.


    Peranan penting ini, juga harus ditanggapi dengan bijak oleh orang tua agar tidak menjadikan orang tua sebagai tokoh antagoni dalam pemikiran anak karena dalam pengasuhannya menjalankan metode otoriter yang tidak mau tau pemikiran apa yang ada di dalam kepala anaknya. Untuk menghindari hal-hal tersebut, orang tua juga perlu mengetahui macam-macam dari pola asuh.

 

Macam-macam Pola Asuh

Macam-macam pola asuh orang tua kepada anaknya, ada beberapa macam pola asuh yang harus diketahui. Ada 4 macam pola, yaitu:

 

1.       Pola Asuh Otoriter

Pengertian pola asuh otoriter adalah pola asuh dengan gaya menghukum dan membatasi anak dalam berkembang, sebab anak harus mengikuti arahan orang tua yang harus sesuai dengan kehendak orang tua itu sendiri. Dalam pola asuh otoriter, anak bisa mengalami kekerasan dalam keluarga jika tidak mengikuti sesuai keinginan orang tua. Anak dipaksa tunduk dan patuh tanpa tahu sebab atau alasan anak harus melakukan apa yang diperintahkan orang tua. Efek samping atau akibat dari pola asuh otoriter ialah anak akan menjadi pribadi yang minder, ketakutan, atau bahkan menjadi keras dan pembangkang karena sudah lelah dengan apa yang telah diperintahkan orang tua.

Contoh dari pola asuh otoriter ialah, seorang anak dipaksa untuk belajar dari pagi hingga sore tanpa istirahat dengan perintah verbal, “Kamu harus belajar pagi ini sampai sore tidak ada penolakan sama sekali, Ingat tidak ada kata istirahat untukmu!”

2.       Pola Asuh Permisif

Pengertian pola asuh permisif sangat berbeda sepenuhnya dengan pola asuh otoriter, karena dalam pola asuh ini anak “dibebaskan” dalam melakukan segala kegiatan dan keinginan apapun. Orang tua tidak memberikan jarak dan batasan-batasan mana yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan. Orang tua cenderung mendukung anaknya dalam melakukan kegiatan apapun, bisa disebut dengan istilah “Memanjakan anaknya”. Efek samping atau akibat dari pola asuh permisif adalah anak akan keras kepala dan tidak mau mengikuti aturan. Cenderung suka memerintah sesuai dengan keinginannya. Ingin selalu mendapatkan apa yang anak inginkan. Tidak pernah berkaca dari kesalahan karena orang tua selalu mendukung anaknya dalam hal apapun.

3.       Pola Asuh Otoritatif

Pengertian pola asuh otoritatif adalah, pola asuh yang mendorong anaknya untuk mandiri namun, tetap menerapkan batasan dari apa yang diperbuat agar mengetahui mana yang baik dan tidak juga mana larangan dan mana yang menjadi kewajiban. Orang tua dalam pola asuh ini, cenderung penyayang dan hangat terhadap anaknya. Jika melakukan kesalahan akan ada penjelasan maupun peringatan tentang apa yang harus dilakukan setelahnya. Pola asuh ini menggunakan pendekatan rasional dan demokratis, dalam hal ini anak bisa mengemukakan pendapatnya lalu menjelaskan pada orang tua apa yang dirasakan. Orang tua pula bisa memberi arahan yang baik bagi anak.

4.       Pola Asuh Cuek/Tidak Peduli

Pengertian pola asuh cuek ini, cara mengasuh anak dengan tidak memedulikan anaknya. Cenderung sibuk dengan kegiatan atau kesibukan orang tua. Orang tua cenderung memikirkan masalahnya sendiri ketimbang anaknya. Anak terpaksa menjadi pribadi mandiri yang kemudian di waktu dewasa sadar ketidakhadiran orang tua dalam masa perkembangannya. Hubungan orang tua dan anak pun akan meregang dengan sendirinya karena sifat orang tua dari awal tidak memperdulikan sang anak.

 

    4 macam pola asuh memiliki pengertian masing-masing yang mana dapat disimpul pengasuhan yang positif untuk menjadikan anak yang memiliki hubungan erat dengan orang tua adalah pengasuhan dalam pola otoritatif, di mana adanya hubungan timbal balik antara orang tua dan anak. Adanya pendekatan demokratif yang membuat anak dapat menyampaikan apa yang ingin diutarakan. Meskipun begitu, tentu orang tua memiliki pola asuh tersendiri dalam mengasuh anaknya, baik menggunakan satu macam pola asuh atau pun mengkombinasikan beberapa pola asuh di waktu tertentu.

 

    Berdasarkan pengertian pola asuh orang tua, pentingnya pola asuh sangat diperhatikan demi perkembangan si anak. Orang tua, lingkungan, dan pendidikan anaklah yang akan mempengaruhi tumbuh kembang anak. Kaitan anak dan orang tua juga perlu memiliki hubungan yang harmonis agar tidak ada miss komunikasi dalam proses anak yang berkembang menjadi dewasa.










Continue reading Pengertian Pola Asuh Orang Tua, Setiap Individu Wajib Tahu

Melankoli Sekolah Daring




    Tahun ajaran baru sudah dipersiapkan, pembelajaran online yang sudah hampir setahun akan bergeser dengan pembelajaran normal yang sesuai dengan protokol. Meski akan bergeser pada pembelajaran tatap muka, masih teringat jelas banyak tragedi selama pembelajaran daring. Setahun berpegang pada gadget tak hanya memiliki dampak positif juga dampak negatif. Balada pembelajaran online di tengah pandemi memberi efek yang sangat luar biasa.


    Monitoring guru terhadap siswanya jelas kurang, abainya orang tua pada anaknya. Mengajarkan anak penggunaan gadget demi bisa ditinggalkan saat mencari nafkah, membiarkan mereka terlalu lama bermain gadget membuat anak bebas tanpa aturan. Sering kali terjadi di tengah pembelajaran online melalui aplikasi yang bisa menampung banyak anggota malah terjadi degradasi moral. Pengabaian materi yang diberikan guru, hingga sampai pada jenuhnya seorang siswa dalam pembelajaran yang hanya fokus pada pemberian soal kurang penjelasan. Alhasil, tak semua siswa mengerjakan tugas dengan tertib. Terlambat mengumpul dengan tenggat waktu yang telah dituntukan. Malas belajar dan membuat siswa mencari jalan lain dengan mencari hiburan di tengah suntuknya pelajaran.


    Sebenarnya jika ditindak lebih tepat dengan adanya kerja sama pihak sekolah dan rumah, masalah-masalah yang ada bisa diminimalisir. Peran kedua belah pihak sangat menetukan proses pembelajaran yang lebih baik. Tidak hanya dari keduanya, faktor media pembelajaran yang menggunakan telepon genggam dan internet juga sama pentingnya. Karena tanpa media pembelajaran, tak ada pembelajaran yang akan berlansung. Sebab itu pula KEMENDIKBUD memberikan keringan pembelajaran dengan menyediakan kuota gratis bagi siswa untuk mempermudah pembelajaran yang ada. Sayangnya ketika ditinjau lebih jelas untuk hal yang sudah diperkirakan mendorong pembelajaran online yang memuaskan ternyata masih ada masalah yang terjadi.


Kenapa bisa terjadi?



    Tidak semua yang diprediksi bakal saling bekerja sama untuk membuat pembelajaran menyenangkan terjadi di dalam lapangan. Kecanduan gadget membuat siswa lupa pelajaran. 

Telepon genggam sebagai media malah menjadi bahan siswa mengakses hal-hal yang seharusnya belum dipelajari. Transaksi mengenai hal-hal yang berbau dewasa mudah terjadi dengan pembuatan grup yang bisa dibuat semua orang pemakai telepon gengggam ini. Penyebaran hal-hal yang bertentangan sangat bisa terjadi lewan handphone. Guru dipusingkan dengan administrasi yang banyak. Waktu pembelajaran tidak bisa kondisional karena tidak bisa terkondisikan seprti pembelajaran tatap muka. Orang tua lebih mempercayakan handphone kepada anaknya tanpa merasa khawatir bahkan tak ada penjagaan sama sekali. Kondisi lingkungan yang sulit dijangkau oleh internet maupun signal.


    Beberapa faktor yang terjadi ini membuat kondisi terlihat kacau namun tak terlihat. Balada sekolah daring ini semoga lekas usai, dengan adanya pembelajaran tatap muka seperti biasa. Semoga wabah yang ada segera sirna. Hingga rencana tatap muka bisa terlaksanakan dengan baik.

Continue reading Melankoli Sekolah Daring

Degradasi Moral Di Tengah Majunya Pengetahuan

    

    Zaman semakin maju, namun moralitas malah mengalami kemunduran, bukan hanya karena pribadi sendiri, kadang juga lingkungan sekitar yang mempengaruhi.

    Semakin berkembangnya zaman, peradaban modern, manusia pun mengalami perubahan. Berpengaruh pula dengan cara mendapatkan sebuah ilmu yang bisa diperoleh dengan mudah, manusia mengalami tuntutan untuk berpikir lebih keras tentang segala pembaharuan. Bersama beberapa hal yang maju itu, terdapat sebuah kontradiksi dengan perkembangan moral. Majunya pengetahuan di zaman serba maju ini harusnya dibarengi dengan perkembangan moralitas. Sayangnya di saat seperti ini, moralitas hanya digaungkan sebagai bahan diskusi tanpa memiliki arti. Kajian, hanya sekadar kajian, filosofi hanya sekadar tulisan yang kiranya mengena di hati mampir sebagai postingan. Ditambah lagi, kata-kata penuh arti menjadi pemanis caption media sosial dan kebutuhan sosialita semata.

    Hidup di dunia serba modern, yang mengandalkan teknologi dan pengetahuan kudu dibarengi dengan pengaplikasian segala aspek wawasan yang telah diterima. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya bukan sebatas deretan angka yang dijadikan hasil akhir. Tetapi unsur-unsur dalam pengetahuan inilah yang juga harus dipahami dengan baik. Bagaimana moralitas ada di dalam masyarakat, jika yang diandalkan kini hanya angka semata? Pada akhirnya untuk mendapatkan sebuah angka terjadi pergesakan antar sesama, yang berakibat saling sikut-menyikut tanpa kenal baik-buruknya kejadian yang akan terjadi.

    Segala permasalahan ini, juga tak lupa berkaitan dengan lingkungan sekitar masyarakat. Umumnya moralitas yang semakin terdegradasi ini dialami oleh tunas-tunas bangsa yang berada dalam masa pubertasnya. Bagaimana lagi diusia anak-anak dan pubertas ini masih dalam mode peniruan apa yang ada di sekitarnya juga apa yang dianutnya. Apalagi dengan tayangan televisi saat ini yang kurang mendidik bagi anak-anak sekarang. Selalu saja, topik yang diangkat dalam pertelevisian tentang percintaan, kekerasan, bullying, dan topik berat lainnya yang tak sesuai dengan peningkatan moralitas bangsa. Publik figure yang seharusnya dijadikan panutan baik, tak bisa menghandel apa yang seharusnya dilakukan sehingga peniruan yang kurang baik diikuti oleh orang yang menganggapnya sebagai panutan. 

    Tidak hanya dari pertelevisian yang tak mendukung, degradasi moral timbul disebabkan lingkungan terdekat yang membebaskan dalam beraktivitas tanpa aturan dan kekangan yang jelas. Tipe orangtua yang lepas tanggung jawab juga membawa anak-anak masuk ke dalam lingkaran kehidupan yang seharusnya belum waktunya diketahui. Juga, perilaku para orang dewasa yang memperlakukan mereka, mendidik mereka dengan kasar dapat mempengaruhi moral yang ada. 

   Jika di dalam kehidupan pribadi ada pada lingkungan terdekat sehingga dampaknya kian ketara pada fenomena degradasi moral ini, di lingkungan sekolah pun juga memiliki dampak meski sebagai sebagian kecil dari dampak yang ada. Ini terkait dengan peran guru sebagai pendidik, yang tak hanya mendidik murid untuk paham akan ilmu pengetahuan, ilmu duniawi juga peran guru sebagai uswatun khasanah bagi murid-muridnya. Bagaimana ia menjelaskan pada muridnya perilaku yang baik dan buruk, bagaimana guru bertutur kata, bagaimana guru bertindak, termasuk menjadi salah satu cara mendidik murid-muridnya. 


Sehingga seperti kata Bu Laila dalam diskusi kami hari ini, "Guru zaman sekarang hanya sebatas mentransfer ilmunya, tapi melupakan hal-hal kecil yang sebenarnya penting. Bagaimana lagi guru juga dituntut oleh sistem pendidikan yang ada, mengejar nilai-nilai yang harus disetorkan. Sehingga guru melupakan tugas lain dalam mendidik moral anak."

    Bila saja, ada perubahan dalam sistem pendidikan kita tentang moral yang diutamakan, juga terkait pemikiran orangtua yang tak menuntut anaknya pintar  saja mungkin, pengetahuan dan moral bisa saja mengalami perkembangan yang lebih baik. Sebabnya di dasar lingkungan terdekat, lebih-lebih dari diri sendiri yang menyadari tentang betapa berakibat buruknya jika degradasi moral ini terus berlanjut, kita akan merubah perilaku kita untuk lebih baik lagi.


Sebenarnya apa sih kemungkinan terburuk dalam degradasi moral ini?

    Degradasi moral yang merupakan penurunan moral atau nilai-nilai yang ada di dalam masyarakat, akan berakibat fatal jika ini terus terjadi sebab adab tidak lagi terpakai, akhlak, norma, bukan lagi hal yang harus ditaati dan dijalankan sehingga. Terjadi peristiwa kehidupan bebas yang mana nilai agama tak terpakai. Kualitas masyarakat pun menurun dan bangsa Indonesia yang terkenal sifat ramahnya akan menghilang. Semua akan berada dalam kegelapan dan penuh kebencia antar sesama. Pelanggaran norma dan hukum negara semakin berlanjut.


    Betapa menyeramnya degradasi moral terjadi, apalagi jika menyangkut tunas bangsa. Bagaimana bangsa ini akan maju jika mengalami penurunan moral seperti ini? Siapa yang akan menjadi pemimpin bijak bagi bangsanya?


    Tentulah jika ini terus terjadi solusi utamanya adalah poin keagamaan yang harus ditingkatkan, pengenalan agama dan nilai kerohanian haruslah ditekankan. Tak hanya bagi tunas bangsa, juga masyarakat Indonesia dalam segala lapisanya karena baik tua ataupun muda memiliki keterikatan dan hubungan yang saling menyesuaikan satu sama lain agar terjalin kekompakan bermoral yang baik.

    

    Maka, mulailah untuk mengaplikasikan segala poin kerohanian yang kita pelajari ini. Ingat! Perubahan baik, dimulai dari diri sendiri.





Continue reading Degradasi Moral Di Tengah Majunya Pengetahuan

Mendongeng: Sarana Pembentukan Karakter Anak


 Sudah sering mendengar kata mendongeng? Apa yang terlintas dalam pikiran kalian tentang mendongeng?

    Ya, sering kali mendongeng berkaitan dengan cerita, anak-anak, dan olah suara yang bisa berubah menjadi apa saja.

    Tepat pada tanggal 7 Januari 2021 ini, YPM (Yayasan Pendidikan Muslimat) NU di Kabupaten Tulungagung mengadakan webinar dengan tema yang sama seperti judul di atas. Pemateri kali itu tidak kalah hebat, Ibu Dhiana Kurniasari C. S.Hi., S. Pd., yang dimana beliau seorang pendongeng, penulis, juga pengajar TK. Pengalaman mengajar beliau pun tidak diragukan lagi, seluk-beluk dalam mengajar sudah tentu diketahuinya.
    Kembali lagi masalah hambatan yang ada pada masa pandemi, tidak mudah mengajarkan anak secara tekstual dan ketat. Akan lebih banyak perlawanan yang akan kita dapat dari mereka. Apalagi, anak-anak usia dini yang lebih mengenal bermain dari pada teori. Maka, mendongeng juga bisa menjadi metode pembelajaran yang baik bagi anak.

    Merevitalisasi kegiatan mendongeng agar bisa dikenal kembali oleh anak-anak jaman sekarang itu sangat perlu. Sebabnya, kita sebagai pegajar, pendidik, orang tua perlu memahami teknis dan tetek bengeknya tentang mendongeng. Jika kata Bu Dhiana, mendongeng itu seperti kita memberi makan. Ya, karena di dalam mendongeng tak hanya menitik beratkan pada hiburan saja, tetapi tentang bagaimana cara menyampaikan pesan baik bagi pendengar dan penonton kita. Utamanya pada anak-anak dalam memahami secara sederhana.

    Sebenarnya, apa itu mendongeng?

Mendongeng adalah seni ketrampilan bertutur dan mencipta ulang cerita yang bisa bersumber dari buku ataupun bersumber dari lisan dimana dituturkan secara lebih hidup agar mudah dinikmati dan diambil nasehat yang ada di dalamnya.

    Mendongeng itu bukan perkara gampang atau perkara susah, tinggal bagaimana kita mau untuk melakukannya. Mendongeng perlu dilakukan guna memberikan nutrisi anak tentang sebuah cerita dongeng yang dimana menjelaskan kehidupan, bagaimana bertutur, bagaimana berperilaku, dan norma-norma lain dalam kehidupan nyata. Meskipun dalam mendongeng adanya perbedaan kondisi dalam kenyataannya. Hal ini digunakan agar anak tak merasa dinasehati.Sebabnya mendongeng itu seni menasehati anak tanpa menggurui. Anak dapat menerima, dan orang tua atau guru dapat menjelaskan.

Jika mendongeng disebut media pembelajaran anak dalam pembentukan karakter anak, lalu apa sih manfaat mendongeng itu?

Manfaat mendongeng itu sangat banyak tidak hanya bagi pendongeng atau pun penonton dan pendengarnya. Seperti:

  1. Mendongeng, sudah pasti menjadi media hiburan anak.
  2. Mendongeng bermanfaat bagi perkembangan kognitif anak. Melalui mendongeng anak akan berimajinasi, berpikir, mencoba mencari sebab-akibat, semisal tentang Kancil yang suka mencuri timun, akibatnya menjadi diburu oleh pak tani, atau tentang Jerapah yang sombong akhirnya terjatuh dan kesakitan juga, dan masih banyak lagi.                           
  3. Mendongeng menumbuhkan perkembangan emosional anak, di dalam mendongeng anak akan memperhatikan mimik, gesture dari pendongeng, sehinggga anak atau penonton dari orang yang mendongeng secara tidak sadar akan terlibat langsung dalam keadaan emosional si tokoh dalam cerita dongeng itu.
  4. Mendongeng bisa menjadi sarana pemerkuat ikatan anak dan ibu, ketika ibu sebagai pendongeng untuk anak-anaknya. Sudah tentu akan ada jalinan komunikasi yang lebih intens. Anak akan penasaran dengan cerita itu akan mengamati, mendengar, dan bertanya.
  5. Mendongeng akan meningkatkan ketrampilan linguistik anak. Mendogeng seni bertutur, maka pelafalan dalam mendongeng harus jelas agar bisa dinikmati dan dipahami oleh anak. Akan ada waktu dimana anak akan bertanya tentang ini dan itu, yang akhirnya anak dapat menambah perbendaharaan kata yang lebih banyak dari sebelumnya. Mengetahui pelafalan juga makna dari kata tersebut.
  6. Meningkatkan minat baca anak, sebabnya kenalkan anak buku saat mendongeng. Hingga mereka penasaran dan semakin lama tahu betapa buku itu menyenangkan dan banyak gambar-gambar menarik yang menyebabkan anak suka untuk membaca. Kebiasaan orang tua yang membaca buku ini juga, akan ditiru oleh anak.

Apa beda dongeng dengan cerita?

Dongeng adalah salah satu jenis dari cerita. Ibaratnya dongeng itu ibarat apa yang ada di dalam rumah sedang cerita adalah rumahnya.

Dongeng adalah hasil karya sastra berdasarkan rekayasa imajinati dan tidak benar-benar terjadi, seperti dongeng ikan berbicara, ikan makan apel, atau lainnya. Sedang cerita adalah rangkaian peristiwa yang tertulis atau lisan yang berasal dari kejadian nyata juga bisa tidak nyata.

Apa yang diperhatikan ketika mendongeng? 

Sebelum mendongeng kita pasti perlu memperhatikan:

Kesiapan diri dengan memperhatikan : 
  • Jumlah peserta, ini akan menentukan posisi kita sebagai pendongeng. Berada dimana kita akan mendongeng, di depan, di tengah, di samping, atau di atas panggung.
  • Lokasi, lokasi kita saat mendongeng. Di gedung, di lapangan atau dimanapun itu.
  • Acara, acara yang ada saat kita mendongeng itu apa, ini digunakan untuk menentukan tema dongeng yang akan kita tuturkan.
  • Umur, umur dari pendengar atau penonton dongeng. Umur akan menentukan durasi dan tema cerita. Jika anak berumur 4 tahun ke bawah, durasi mendongeng kisaran 5 sampai 7 menit dengan konsep tema manusia ataukehidupan atau fabel yang sesuai dengan keseharian anak. Jika umur anak 4 sampai 8 tahun, durasi mendongeng 10 sampai 15 menit dengan tema cerita lebih komplikasi, lebih rinci, seperti tema persahabatan, atau terjadinya sebuah tempat.
Kesiapan materi:

  1. Mendongeng minimal memiliki satu pesan moral. Tanpa ada pesan moral mendongeng terasa hambar. Jika kita makan hanya akan kenyang, namun tak bergizi.
  2. Mendongeng tak perlu melibatkan banyak tokoh, cukup 3-4 tokoh itu akan mempermudah kamu dalam peralihan suara yang biasanya berubah setiap satu tokohnya saja.
  3. Mendongeng haruslah memiliki jalan cerita jelas, untuk anak-anak usia dini pilihlah alur maju yang bisa dipahami oleh mereka.
  4. Mendongeng haruslah sesuai dengan dunia anak, jangan sampai mendongeng hanya tentang kekerasan saja. Akhirnya ditiru oleh anak.
  5. Mendongeng perlu berekspresi (Mimik, Variasi, Intonasi, Pelafalan, Gesture, dan Alat peraga)
Mungkin sedikit tentang mendongeng yang dibahas di Obral Kata Veve kali ini, kita akan membahas lagi di sesi selanjutnya. Sampai jumpa!

Salam hangat!
Salam Literasi!

Aku cinta kalian :3
    




    

Continue reading Mendongeng: Sarana Pembentukan Karakter Anak

Refleksi Hari Guru Nasional, Sebagai Sarana Pengembangan Guru Lebih Baik

 




Mungkin hari guru, hampir sebulan berlalu namun tentang bagaimana menjadikan hari guru sebagai sarana pengembangan guru lebih baik tak akan pudar. Maka, kali ini Obral Kata Veve akan berbagi tulisan tentang bagaimana cara pengembangan diri sebagai guru bagi peserta didik.

Kini, pandemi masih saja bergentayangan pada bumi pertiwi kita. Ketakutan untuk melakukan kegiatan di luar rumah pun masih ada. Bahkan, selama pandemi sekolah-sekolah diliburkan untuk pembelajaran tatap muka dan beralih menjadi pembelajaran via online atau biasa disebut pembelajaran daring. Guru dituntut berperan aktif dalam penyelanggaran pendidikan dengan kondisi yang mendadak, ekstrim, dan tak terduga.

Banyak kegiatan luar kelas yang harus diganti dalam kegiatan di dalam rumah, karena peserta didik harus belajar di dalam rumah. Tidak bisa keluar, atau berpergian. Media pembelajaran berupa apa yang ada di sekitar rumah. Pada saat kondisi yang demikian, yang menyebabkan perubahan pola pembelajaran akan banyak tantangan yang akan dialami.

Tantangan yang didapat bisa berasal dari:
  1. Murid itu sendiri yang belum bisa beradaptasi dengan kondisi yang ada. Apalagi jika murid tak pandai dalam penggunaan gadget. Padahal pembelajaran masa pandemi bergantung pada gadget dan harus bisa online saat pembelajaran.
  2. Guru, bagaimana kreativitas dan pemahaman guru terhadap teknologi yang ada akan mempengaruhi pembelajaran yang diselenggarakan masa pandemi.
  3. Teknologi yang ada, jika saja teknologi atau alat untuk pembelajaran tidak ada bagaimana proses pembelajaran akan berlangsung.
  4. Orang tua atau wali murid, dalam masa pandemi orang tua memiliki peran yang sangat penting dimana orang tua atau wali murid sebagai pendamping siswa atau peserta didik di rumah ketika pembelajaran berlangsung. Tanpa adanya dukungan wali murid dan orang tua, pembelajaran akan terganggu, bahkan tidak bisa optimal dalam pemenuhan hasilnya.
Berdasarkan penjabaran tantangan yang ada, tetap kunci utamanya adalah seorang guru. Bagaimana guru bisa meminimalisir semua hambatan yang ada dan bagaimana guru menghubungkan segala elemen sehingga tidak memunculkan hambatan yang besar. Guru diharuskan bisa memiliki skill yang mumpuni dalam menghadapi hambatan, apalagi pada saat ini, di mana era Revolusi Industri 4.0 teknologi berkembang sangat cepat jangan sampai tertinggal.

Lalu, apa yang harus miliki seorang guru dalam memenuhi perkembangan yang melaju begitu cepat ini, tak hanya dalam pandemi, pula dalam era Revolusi Industri 4.0 ini? 

Ya, ada beberapa hal yang seharusnya seorang guru miliki?
  1. Memiliki kemampuan dalam berliterasi, baik literasi secara umum, ataupun literasi data. Yang mana pemahaman pengolahan data, bacaan, harus dikuasai secepat mungkin.
  2. Memiliki kemampuan dalam bidang IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi).
  3. Memiliki kemampuan dalam memahami sumber daya manusianya, bagaimana seorang guru dapat memahami apa yang dikuasai seorang murid dan harus diarahkan kemana.
  4. Memiliki kemampuan komunikasi yang baik, ini diperlukan dalam mengajar juga dalam berhadapan dengan orang tua atau wali murid peserta didik.
  5. Memiliki sifat disiplin yang kuat, jangan sampai perilaku guru yang tidak baik akan dicontoh oleh murid atau peserta didik.
  6. Memiliki 4 standar kompetensi seorang guru; kompetensi akademik, kepribadian, profesional, dan sosial.
Setelah memiliki beberapa kemampuan yang ada, guru dapat mengembangkannya dan menyelaraskan hingga sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Jika ini berhasil, akan menjadi pembelajaran yang menarik bagi siswa. Pengembangan diri guru pun juga berkembang dan pendidikan yang ada di negara kita semakin maju pesat.
Continue reading Refleksi Hari Guru Nasional, Sebagai Sarana Pengembangan Guru Lebih Baik

Elegi Wisuda Tahun 2020

Elegi Wisuda Tahun 2020


    Lumayan lama berita tentang virus yang menyebar ke seluruh dunia, semua dipenuhi ketakutan saat satu persatu nyawa manusia tumbang. Tak ada kapan pasti wabah ini akan berakhir. Akibatkan pula segala kegiatan dialihkan dalam sebuah kata “online”. Semua tatap muka dialihkan dengan tatap layar. Jabat tangan dirubah sapaan udara, tanpa memegang. Hal inilah, dibuatnya murung untuk para murid yang sedang menempuh pembelajaran, apalagi murid yang sedang berjuang untuk mencapai titik baru dalam hidupnya. Perayaan akhir setiap tahap biasanya diiringi dengan kata “meriah” berganti sepi penuh khidmat. Tak ada suara nama-nama yang tersebutkan untuk menuju panggung. Adanya media layar untuk mengukuhkan para murid yang sudah lulus itu.

    Tak ada lagi pengalihan kucir, tak ada hangatnya peluk tangan dari orang yang berjuang dalam mencapai titik ini, kelulusan. Sungguh mendramatisir jika tangis haru pecah dan tumpah ruah di pelataran sekolah. Menikmati pesta pergantian jenjang pendidikan ataupun penempuhan jalan kehidupan lain.

    Para guru dibuat kalang kabut, memikirkan ide apa sebagai pengganti wisuda nyata ini. Kehidupan murid, kenangan murid perlu sedikit perayaan bukan?

    

Sebagai modal kenangan di usia senja kelak, atau modal saat menjadi pengingat kita di masa depan. Mungkin dari pada ditiadakan lebih memilih melanggar batas sedikit dengan penyederhanaan perayaan, dengan panjat doa bersama nasi kuning penghiasnya.

    Mengkolaborasikan ide guru dengan orang tuanya. Menjadikan tempat bernaung berubah tempat pengukuhan teritimewa. Semua dihiasi, semua bentuk sedemikian rupa hingga sama persis seperti wisuda sebelumnya. Cukup mewah sekali, bagi mereka. Menggunakan layar gadget sebagai awalnya. Indah sangat, sebab kesederhanaan ini belum bisa dinikmati semuanya.

 

Bagaimana pedesaan terpencing, tanpa gadjet? Apakah peniadaan wisuda tak membuat mereka hampa? Perayaan atas semangat juang mereka, mempertahankan pendidikan mereka, batas tempuh mereka? Apakah kata sunyi tepat untuk ini?

Bukan seharusnya sama adilnya dengan yang lain, menikmati kesederhanaan wisuda? Apakah pelanggaran batas akan membuat mereka disebut egois? Bisakah perkumpulan sebatas guru dan murid akan ditonton sebagai tindakan tidak terpuji. Memungkinkan mereka dihujat lebih dan lebih.

Sebab, tetap saja perpisahan akhir perlu dikenang. Sebab tak ada lagi tangis haru bahagia untuk ini. Kenelangsaan, masih menyelimuti. Sedikit keegoisan menjadi penenang sementara.

 

Untuk kalian yang menjani wisuda online, pun kalian yang tak pernah merasakan apapun.

O, Corona! Pernahkah engkau tahu

Di balik toga, ada haru yang disembunyikan

Di balik kucir, ada lega yang ditunjukkan

Di balik nama yang tersebutkan, tangis haru keluar

Ada banyak rasa yang keluar untuk sebuah “wisuda”

Hal yang dinantikan setelah pengukuhan, senyum merekah begitu menawan

Ingat berapa keras kita mengusahakan

Namun, sejak engkau datang, menghilanglah tangis haru gembira berganti sesak tangis menahan lara. Nyawa banyak tumbang dan kau semakin ketara

______

Sampai jumpa di lain post, kawan. Semoga tulisan ini bermanfaat. Entah bermanfaat untuk apa. Hahaha. Selamat membaca!

Salam hangat dariku

 

Mya Veronica


Continue reading Elegi Wisuda Tahun 2020