Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Puisi Elegi Rasa Mya Veronica





 Elegi Rasa

Vee/Mya Veronica

 

Sebatas rindu menelusup dada

Ingatkan kekasih lama

Hadapkan lalu pada dunia nyata

Nabastala sebagai saksi mata

 

Oh, Tuan

Hadirmu yang memberi bahagia

Namun, kini sisakan luka semata

Awal kata kita berubah menjadi tiada

 

Pada rasa yang telah sirna

Belenggu semakin terasa

Hidup kita telah bersama sekat

Karena Tuan sudah terikat


Apalah daya sudah tak punya kuasa

Tentang rasa yang harus dipaksa sirna

Hingga air mata saja sudah terlalu lelah

Menggenang lama sampai payah

 

Tuan, sebegitu menyedihkan kepahitan kita

Berakhir dengan cara nelangsa

Kita adalah nestapa rasa penuh tawa

Bukan bahagia namun luka


Tulungagung, 11 Agustus 2019

Continue reading Puisi Elegi Rasa Mya Veronica

Puisi tentang Ketimpangan Negeri



ELEGI NEGERI

Oleh: Mya Veronica

 

Sejarah sudah menengadah

Arahkan langkah agar tak salah

Bisikan nyanyian takdir agar berpikir

Perihnya, manusia terlalu kikir

 

Terlepas dari congkaknya pribadi

Manusia pula haus eksistensi

Hidupkan diri dengan ironi

Hingga lupa diri

 

Apes, na'as!

Neraka sudah di depan mata

Elit berduit pongah bersama duit panas

Melucuti diri bergoyang dengan hasrat membara

 

Alit hanya bisa pasrah

Lihat elit sedang serakah

Ah, salah

Melihat pula mendapat pasal

Kritik pun tak boleh asal

 

Ha ha ha ...

Ketawa bangga pion tertinggi

Sebab sejarah sudah tak lagi dipeduli

Roboh pula negeri ini

 

Tulungagung, 3 April 2020


Continue reading Puisi tentang Ketimpangan Negeri
, , ,

Selamanya Terkenang, KRI Nanggala 402




Sebuah puisi untuk engkau, para pahlawan Bahari

Tugasmu begitu besar, menjaga laut NKRI

Tiada letih untuk kau keluhkan

Untuk negeri, urusanmu sendiri kau tinggalkan


Pahlawan Bahari

Kau tidak pernah pergi

Engkau masih ada di sini

Di tanah negeri yang kau cintai


Di pijakan bumi pertiwi

Laut dalam kau pantau

Lewat kapal selam yang kau kemudi

Keamanan laut tujuan engkau


Oh! Pahlawan Bahari

Begitu mulia tugas yang kau jalani

Bagaimana lagi, kau sudah terlalu cinta pada negeri ini

Negeri di mana kau dilahirkan, tanah bumi pertiwi


Hormat kami untukmu

Setelah engkau pilih misi berhargamu

On enternal patrol pilihanmu

Oleh sebab itu, tiada kata pergi dalam kamusmu


Engkau tidak pernah tenggelam

Engkau tidak tiada

Engkau tetap dalam misimu

Misi yang telah kau pilih untuk selamanya


Terima kasih

Terima kasih

Terima kasih

Sekali lagi terima kasih


Sudah saatnya engkau para prajurit negeri

Tenang dan damai dalam bahari

Tetap laksanakan misimu untuk bumi pertiwi

Biar kami yang mendoakanmu di sini


in memoriam KRI NANGGALA 402

Setelah diterbangkan tinggi. Dialiri deras, kemudian diledakkan dengan keras. Laut memelukmu dengan erat...

2021 penuh duka bagi pertiwi.


#krinanggala402

#prayforkrinanggala402


Continue reading Selamanya Terkenang, KRI Nanggala 402
, ,

Puisi Surat untuk Kanjeng Nabi

 


Surat untuk Kanjeng Nabi

Mya Veronica/Veronica/Vee

 

Jika Engkau masih ada, tak usahlah kami cemas akan apa yang menjadi gempar

Meminta penjelasan sana sini akan baik buruk suatu laku

Tak ada lagi saling tuding, merasa ia menjadi paling benar

Hadirmu sungguh menyejukkan kalbu

Menentramkan tiap api yang berkorbar

Menyuguhkan kehangatan bersama teguhnya hatimu

 

Padamu Nabiku

Rindu kini kian menggebu

Meneteskan pilu juga sendu teringat akan kehilanganmu

Padamu Nabiku

Kau adalah Hero seluruh umat

Cintamu pada umat sungguh besar

Laramu terhadap sakaratul mautmu

Tak pernah menghentikan kasih sayangmu pada umatmu

 

Nabiku pun Heroku

Di sini ada rasa yang menggelitik dalam dada

Sesuatu yang membuat rintik di mata

Bersamaan teringat perjuangmu untuk menjadikan manusia berakhlak mulia

Sampaikan maaf terhadapmu Nabi pun Heroku

Ego ini masih mengudara hingga tak jarang berlaku durhaka

Terima kasih atas juangmu

Terima kasih atas cintamu

Terima kasih atas segala peluhmu untuk umatmu

Tulungagung, 3 Januari 2020

 

Continue reading Puisi Surat untuk Kanjeng Nabi
,

Surat Pendek untuk Penjual Buku Bajakan dan Penyebarnya



Atasi ironi yang dikatakan lumrah
Pernahkah engkausadar jika lakumu adalah salah?
Kau seakan menulis apalagi peduli 
Kau tak pernah tau
Jika ide harus dicari
Engkau pun tak menyadari
Betapa kejam duniawi bagi penulis kini

Untukmu yang rakus
Untukmu yang gila fulus
Bisakah kauberhenti?

Setiap kata promosi
Mencekik kami (para penulis)

Setiap satu pembeli
Menusuk kami (Jiwa penulis)

Seenak kau ongkang dan ketawa bahagia
Amanah kau lupakan begitu saja
Pembunuh para pekerja kata
Hedon di atas sengsara kita

Di bawah kesadaran, 1 April 2020
Continue reading Surat Pendek untuk Penjual Buku Bajakan dan Penyebarnya
,

Puisi "Celoteh Kehidupan"

Celoteh Kehidupan
Oleh Veronica


Kami duduk bersama
Mengulang kisah lama
Kisah anak SMA yang biasa
Kami berdialetika mesra tanpa cinta

Satu jam kami mengulang masa
Merajut tawa menghadap cita cita
Duduk kita makan bersama menambah rasa
Kekeluargaan yang terus kita ikat dengan mesra

Celoteh kehidupan sudah biasa
Ceritakan kita pada pengalaman hidup
Agar sesama teman kita bernasihat
Tak sesat dikemudian kelak

Sayang seribu sayang pertemuan kita sulit ada
Hanya pada pesta pernikahan kita bersama
Pelik memang, tak semua sanggup ada
Begitulah kehidupan
Pertemuan perpisahan sering menyapa

Tulungagung, 20 Juni 2019
Continue reading Puisi "Celoteh Kehidupan"
,

Puisi "Surat untuk Tuan Pemantik Kata"


Surat untuk Tuan Pemantik Kata

Oleh Veronica


Gemeriak mengusik sepi

Melalui celah nurani ada yang bersembunyi

Menilik tiap lekuk tangis yang disimpan sendiri

Bibir terucap manis seakan ia menyakinkan diri



Ah elok nian, Tuan

Bermanja dengan kata lupa pada Dinda

Seakan kata sudah mampu membuatnya bahagia

Tak sadar lagi jika ia sedang bermain lara



Tuan?

Apakah kau lupa, jika tiada menyadarkan jeda

Agar semakin kritis bertindak, bukan semena



Tuan ah bukan tuan

Kau tau, Dinda anggap kau baginda raja

Tapi kau anggap Dinda seorang hamba

Pantas sekali kau campakan dan hujami luka



Dinda sudah lama menanggung derita

Tapi, kau masih saja bersuka cita

Di ambang nelangsa Dinda menykinkan diri

Seakan tak peduli perih ia memilih pergi



Pantas!

Inilah kepantasan yang harus dibawa lari

Biarkan rengekan kepulangan yang didendangkan Tuan seorang diri



Bah!

Dengan compang camping sayatan pedih Dinda menjahit tawa

Bukan lagi ironi lagi, ini benar nyata

Selamat tinggal Tuan Kata


Tulungagung, 6 April 2020

Continue reading Puisi "Surat untuk Tuan Pemantik Kata"
,

Surat Terkasih Untuk COVID-19


Surat Terkasih padamu Corona

Oleh Veronica


Tidak ada yang muncul
Tiba-tiba datangmu membuat gaduh seenaknya menyebar ke sana-ke mari
Membuat panik semua negeri
Ribuan korban telah melayang
Kau tak peduli ketakutan selalu menghampiri bersama
Ratusan kabar palsu yang membuat ngeri

Coronaku Sayang
Bisakah engkau berdiam diri sebentar saja
Karna masih banyak kerakusan datang di sini
Oknum-oknum pembenci damai seang berpesta menyambutmu
Menjadikan engkau sebagai santapan manis untuk membuka emosi

Coronaku Sayang
di sini sudah banyak hati yang mati
Mencari celah hanya untuk sebuah eksistensi
Aku tak tau kenpa jadi begini
Bukankah datangmu membuat warga bumi bermusahabah diri?

Mengenang laku agar memperbaiki

Coronaku Sayang
Milyaran insan berebut tuk menghindari
Rela pontang-panting
Tak mau tersentuh olehmu

Tapi, Coronaku Sayang
Ribuan, bahkan jutaan kaum tak berduit hanya diam
Memeriksakan pada orang yang ahli saja tak berani
Terlalu beresiko!

Tabungan mereka sebatas untuk modal hidup
Rerempahan sulit pula dihidangkan
Bukankah ini kemalangan?

Coronaku ...
Mari kita berdamai
Biarkan warga bumi menyadari dan sadar empati
Coronaku aku tak menyalahkanmu
Ini hanya sebuah kebetulan, untuk menyadarkan akan hati untuk lebih bersih


        Untuk kita semua yang sedang berjuang. Bersama kita belajar lebih berempati. Bukan hanya memikirkan diri sendiri karna kita hidup di Bumi. Sahabatku, jadilah kita yang bisa menjadikan pelajaran atas semua musibah ini. Marilah kita belajar untuk menjaga diri. Kita semua berhak untuk melanjutkan hidup. Jangan sampai egois karna kita ini bukan makhluk sendiri, kita adalah makhluk sosial yang pasti membutuhkan orang lain. Buat kalian yang sedang menimbun masker, memakai apd seeanak jidat. Hayo sekarang lebih sadar, ada yang lebih membutuhkan. Para garda depan kita bersusah payah untuk menjaga kita semua agar terhindar dari virus ini.

Jangan lupa cuci tangan setiap sebelum dan sesudah melakukan sesuatu. Kita bisa melewatinya,

CAYOOO!!
Continue reading Surat Terkasih Untuk COVID-19
,

Kumpulan Quotes Bergambar Menarik

Semua di sini berisi quote-quote yang berkisah tentang hati dan kehidupan. Silakan dinikmati! Jangan salahkan pembuat quotes Dia hanya menyuarakan pikirannya. Semua quotes ini asli buatan mimin, kok! Suer!
Jangan suka hilang fokus karna masalahmu, itu hanya ujian kecil di mana kamu berasil melewatinya atau tidak!
Harapan bisa saj terwujud asal ada ikhtiar dan doa. Bukan hanya menengadah tangan dan meminta.
Jangan mengharapkan cinta yang semu kadang itu dapat membuat kita dungu. Mencintailah sewajarnya membenci juga ala kadarnya. Kadang hati bisa terbalik.
Terlalu banyak keinginan lupa batas mampu kita. Terlalu mengekang orang mencintai padahal diri memakai hanya setengah hati.
Jangan terlalu berharap pada orang yang menyia-nyiakan kita! Itu akan menambah luka saja. Jangan terlalu mengiba kita ada bukan untuk dikasihani.
Bersyukurlah pada Tuhan atas hak hidupmu saat ini. Juga segala bahagia yang kau dapat. Tuhan Maha Asik.
Rela menipu diri untuk orang lain? Nggak usahlah! Buat apa kalau pada akhirnya kita akan terlupakan. Hiduplah sebagai dirimu
Netra memandang dan akhirnya turunlah sebuah kisah. Kerinduan pandangan pertama.
Senja hadir menjelaskan tentang rasa 'Ikhlas'. Karena senja datang hanya sebagai pengiring malam sisanya dan selbihnya waktu terbanyak ada di malam, bukan lagi senja.
Jika kamu mencintai seseorang pertahankanlah. Jangan menyia-nyiakan hanya demi kepentingan ego belaka. Karna suatu saat yang kau sia-siakan malah dianggap spesial bagi yang lain. Mereka menunggumu lepas lalu diambil. 
Harapan tak akan berwujud jika kau tak perna iringi dengan doa ketulusan. Saat kau berharap jangan lupakan Yang Kuasa. Tuhan Maha Mengabulkan Doa. Jadi, jangan kawatir!
Kamu itu bermakna di hidupku. Tapi kenapa kamu tak tahu? Jangan merasa dirimu itu sia-sia. jangan! Kamu itu istimewa.
Jangan terusik atas luka dan nestapa, itu jalan kita menuju bahagia. Biarkan pahit yang menyerang lalu menyeduh manis yang sudah tersdia.
Kenangan ada bukan untuk disesali melaikan untuk penghibur diri kita pernah mewati yang pahit sekalipun pernah sampai susah.
Tidak sempurna, tidak! Jangan terbebani kata sempurna. Kita ini manusia kadang lupa, jangan nekat aja.
Jangan jadi robot! Jangan mensugesti diri untuk tampil baik kalu nyatanya semua kepalsuan atas segal hal, hingga lupa jati diri. Jangan!
Masalah itu lucu datang secara abstrak membuat bimbang hingga bersusah.
Cinta datag dari hati ke mata bukan mata ke hati. Soalnya kalau begitu kita memikirkan penampillan dari pada sifat.
Soal hati kadang susah dimengerti, tapi soal memberi semangat aku siap!
Untuk berhubungan serius bisakah ego dikecilkan. Soalnya kita berhubungan dengan dua keluarga! Bukan hanya tentang kita.

Nikmati hidup jangan pedulika komentr netizen!
Yang dikira lenyap ternayta masih ada. Cinta memang selucu itu. Apalagi soal rindu ya beginilah.
Setelah bebrapa kali patah kita dibuat kuat atas masalah sebab kita pernah jatuh sejatuhnya.
Kukira kehilanganku membuatmu sadar aku masih menjadi utamamu. ternyata salah! Kamu memang sudah mengaggap kita dengan kata " tidak ada apa-apa" alias berakhir. Miris!
Jangan terkuku pada duka hanya membuat sengsara lupa jalan untuk bangkit dan bahagia.
Tidak semua hubungan sesuai kehendak kita. Kadang putus adalah jalannya.

Nggak apa-apa kita LDR-an yang penting hati kita berdekatan. Ya, kan?
Lucu! Kita hanya penunggu untuk hati orang lain yang tak pernah menunggu kita.
Berjuang itu untuk berdua, buka hanya seorang! Kalau sendirian mah capek. Nggak ada yang nyemangatin apalagi merhatiin.
Kadang ketidaktahuan membuat kita lebih bahagia. 

Kadang yang menyakinkan kita tentang segala malah menginginkan kita untuk jatuh. Jadi, hati-hati terhadap tampang bisa jadi dia memakai topeng!
































Continue reading Kumpulan Quotes Bergambar Menarik
,

Puisi Bersyukur pada Tuhan

SEMBAHKU PADAMU
Mya Veronica
Iringi setiap langkah dalam berlaku
Tasbihku padamu tak pernah luntur
Setiap bait napasku ingatkanku pada-Mu
Jalanku yang hampa tanpa-Mu aku terpengkur

Ya Rabb
Diriku ialah lembah dosa
Mulutku selalu mengeluh atas nestapa
Tak sedikitku memaki diri-Mu

Ya Rabb
Hambamu ini pernah lalai
Meninggalkan kewajiban yang Engkau beri
Aku sungguh munafik pada diri

Ya Rabb...
Atas segala khilafku padaku juga pada-Mu
Kurendahkan kepalaku sujudku pada-Mu
Diri ini berharap mendapat ampunan-Mu
Kusesali atas apa yang kulakukan, aku berserah pada-Mu

Tulungagung,30 April 2019


Sesederhana Syukur
Mya Veronica
Ketikan piano tak selalu senada dengan mudah
Perlu luka dalam jemari agar terarah
Seakan bagaima pengkiasan kehidupan
Tak selama bahagia berada di depan

Kisah pedih nan lara juga datang
Hidup tak selamanya tentang bersenang
Adakala kita menikmatinya dengan tusukan belati
Membuat kita sekarat dan terasa mati

Sebagaimana kisah nabi Ayub dengan musibah mendera
Sabarnya sungguh elegan, takwanya sungguh istimewa
Tak ada hal lain selain cobaan menimpa
Beliau tetap menerima

Bukahkah kisahnya menjadi condongan kita belajar
Memahami arti syukur atas segala nikmat
Memahami sabar atas segala musibah yang keluar
Hingga sadar tak selama ujian menimpa membuat melarat.

Tulungagung, 16 April 2019



Bait Kehidupan
Mya Veronica
Anak kecil itu memainkan jemarinya diatas layar gawainya
Menggerakan tangan seakan menari memintanya terjaga
Mengumpat kasar atas kekalahan yang menimpanya
Anak itu memainkan ulang memaksanya menjari juara

Anak kecil itu meminta – minta
Dalam teriknya sang surya berada di pertigaan lampu merah
Mengais rezeki menambal biaya sekolahnya
Seperak saja tak akan ia buang, meski begitu ia suka bersedekah

Anak kecil seakan candu pada hapenya
menggunakan debit bundanya, membeli item game miliknya
Anak kecil itu sesuka hati bermain tak pernah peduli pendidikannya
Mengabaikan segala tugas rumahnya

Usai di pertigaan lampu merah anak itu pulang ke rumah
menggunakan dimar ia mengasah pengetahuannya
dengan karet gelang ia menghapus tulisannya yang salah
Bukunya sudah usang, sepatunya sudah jebol tak pernah ia putus asa

Kadang kehidupan semenarik ini

Tulungagung, 16 April 2019



Continue reading Puisi Bersyukur pada Tuhan
,

Puisi Patah

Pada Bab yang tak dibuka
Veronica

Seonggok kertas yang tersusun membaur bersama debu
Terpuruk tertinggalkan pada buku baru
Hampir hilang namun masih utuh
Tersisihkan tak pernah disentuh

Bak bulan tak pernah tahu jika lintang selalu menunggu
Mengharap terang berlalu, berganti gelap mulai menyambut
Merona lintang ketika gelap kian memburu
Menjadi penerang pada titik temu
Continue reading Puisi Patah
,

Selamat Jalan Eyang Habibie

Eyang, Cintamu Abadi
Vee/Mya Veronica

Beberapa tahun silam kau menjahit kepedihan. Atas hilangnya kekasih hati tercinta. Kau tak pernah samar akan cintamu. Ribuan rindu kau sematkan pada batu nisan itu. Setangkai bunga pun kau selipkan.

Eyang, dulu kau terpaku sendiri. Separuh darimu tak lagi di sisimu. Meninggalkan ragamu namun, tidak untuk cintamu. Kisahmu menjadi prasasti, Eyang.
Continue reading Selamat Jalan Eyang Habibie