,

Minat Pelajar Terhadap Pimpinan Komisyariat IPNU IPPNU



RENCANA TINDAK LANJUT
LATIHAN KADER MUDA
(LAKMUD)
untuk memenuhi tugas rencana tindak lanjut kegiatan LAKMUD


Disusun oleh:
1. Cahyo Maulana Asrofi
2. Fara Adibatul Alya
3. Mya Veronica
4. Rifa Atus Sa’adah
5. Uswatun Nafi’ah

IKATAN PELAJAR NAHDLATUL ULAMA
IKATAN PELAJAR PUTRI NAHDLATUL ULAMA
REJOTANGAN
PEBRUARI 2019

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sejarah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama ( IPNU ) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama ( IPPNU ) adalah sejarah yang panjang. Keberadaannya tidak lepas dari sejarah perjalanan bangsa Indonesia. Dengan kata lain dibutuhkan upaya untuk melihat IPNU dan IPPNU sebagai bagian dari organ perjuangan kaum muda yang ada di Indonesia. Karena IPNU – IPPNU berdialektika dengan organ – organ lain, maka menarik untuk menempatkan IPNU – IPPNU dalam kancah pergulatan dan perjuangan kebangsaan diantara organisasi – organisasi pemuda lainnya.
Sekolah, madrasah dan pondok pesantren di lingkungan NU terbentuk dan berkembang komisariat IPNU dan IPPNU. Pada saat itu IPNU dan IPPNU menjadi kelompok gerakan remaja yang penuh inisiatif dengan beraneka kegiatan yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan remaja. Maka tidak mengherankan apabila pada saat itu, pengurus IPNU dan IPPNU adalah pelajar. Sebut saja rekan Hilmi Muhamadiyah yang bergabung dengan organisasi IPNU pada tahun 1987. Menurutnya dia mengenal IPNU ketika duduk di kelas III di salah satu PGA di daerah Sulawesi Selatan. Ia mengatakan bahwa pada saat itu organisasi IPNU dan IPPNU adalah organisasi ekstra bagi para pelajar sebagaimana keberadaan organisasi PMII di perguruan tinggi hari ini.
Sementara itu Pimpinan Komisariat IPPNU diatur dalam Anggaran Rumah Tangga ( ART ) IPPNU pasal 15 ayat ( 1 ) yang berbunyi :
“Pimpinan Komisariat berkedudukan dilembaga pendidikan / pondok pesantren / perguruan tinggi, yang merupakan pimpinan tertinggi IPPNU ditingkat lembaga pendidikan / pondok pesantren / perguruan tinggi .“
Dengan demikian komisariat dapat diartikan sebagai satuan tingkatan organisasi IPNU dan IPPNU yang berkedudukan disekolah, madrasah, pondok pesantren dan perguruan tinggi, atau bentuk lembaga pendidikan lainnya. Sedangkan Pimpinan Komisariat (selanjutnya disingkat PK) merupakan satu kesatuan organik yang memiliki kedudukan ditingkat sekolah, madrasah, pondok pesantren, perguruan tinggi, atau lembaga pendidikan lainnya.
B. Rumusan Masalah.
1. Bagaimana minat dari para pelajar tentang PK (pimpinan Komisyariat)?
2. Bagaimana karakteristik para siswa Mts. Mamba’ul Ulum ?
3. Bagaimana dukungan guru dalam kegiatan PK (pimpinan Komisyari’at) sendiri?
C. Tujuan Penulisan.
1. Memahami minat dari para pelajar tentang PK (pimpinan Komisyariat).
2. Memahami karakteristik para siswa Mts. Mamba’ul Ulum.
3. Mengetahui dukungan guru dalam kegiatan PK (pimpinan Komisyari’at) sendiri.













BAB II
PEMBAHASAN
A. Minat dari Pelajar
Sebelum mengetahui minat di MTs Mambaul Ulum, terlebih dahulu mengetahuiarti dari minat. Menurut Crow and Crow minat adalah pendorong yang menyebabkan seseorang memberi perhatian terhadap orang, sesuatu, aktivitas-aktivitas tertentu. Jadi minat adalah sebuah Kecondongan terhadap seuatu yang mempengaruhi seseorang untuk menanggapinya.
Menurut narasumber tentang minat pelajar Madrasah Tsanawiyah Mambaul Ulum mengatakan, bahwa minat mereka kalau mau ya mau kalau tidak ya tidak. Minat mereka sesuai dengan alur yang ada. Karena hampir 50% mereka pun anak anak umum.
Selain itu untuk masalah kegiatan PK (pimpinan komisyariat) tersebut, insya’allah sekolahanpun siap jika ada konfirmasi terus dari pihak PAC. Kalau bisa kegiatan PK dan OSIS itu dijadikan satu. Biar tidak tabrakkan. Sekolah mewadahi berdirinya PK menjadi satu dengan OSIS. Karena sudah diketahui jika murid di madrasah tersebut tidak banyak dan tidak akan terjadi perebutan anggota.

B. Karakteristik Siswa.
Karakteristik adalah sesuatu khas yang mencolok dari seseorang. Karakteristik siswa ialah cirri khas siswa. Sekolahan MTs Mambaul Ulum ini masih sekolahan baru, dan sekitar sekolahan ini banyak sekolahan-sekolahan besar, kalau di nalar pasti sekolahan ini sudah pasti kalah dengan sekolahan-sekolahan besar tersebut. Di sekolahan ini juga masih banyak sekali masalah-masalah dari peserta didik antara lain:
a. Ada beberapa anak yang masih memerlukan bimbingan khusus, bahkan masih banyak sekali anak didik yang memerlukan bimbingan khusus.
b. 50% anak disini bermasalah dalam pembiyayaan.
c. Sebagian anak kelas 7 masih anak mama atau belum bisa mandiri.
Jadi karakteristik mereka masih belum mandiri mereka membutuhkan sosok yang dapat memberi arahan. Siswa-siswinyapun bergam banyak yang masih butuh bimbingan khusus.
C. Dukungan Guru dalam Kegiatan PK(Pimpinan Komisyari’at)
Dukungan guru dalam sebuah berdirinya Pimpinan Komisyari’at sangat lah penting. Tanpa dukungan dari para guru pendirian sebuah Pimpinan Komisyari’at tidak akan berhasil, siswa siswi masih butuh arahan untuk bergerak dan bertindak. 
Guru di madrasah ini akan mendukung penuh ketika PK dan OSIS menjadi satu. Penyebutan OSIS bisa dilakukan ketika didalam lingkup sekolahan dan diluar sekolahan yang berkaitan dengan ke-IPNU IPPNU an bisa disebut dengan PK.
Soal pemilihan ketua ipnu dan ippnu kita tidak kepemiluan. Ketua ipnu diambil dari pratama sedangkan ketua ippnu di ambil dari ketua OSIS. Kenapa seperti itu, kalau seperti itu kan acaranya bisa menjadi satu dengan acara yang lain. Kalau kegiatannya gabung dari pihak sekolah pasti mendukung dan kenapa kegiatannya tidak berdiri sendiri-sendiri saja, karena disini peserta didiknya sedikit. Kalau sekolahannya besar jika ingin kegiatannya pecah-pecah atau berdiri sendiri-sendiri kan wajar. Soalnya disini sekolahannya kecil dan muridnya masih sedikit sekali.







BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan.
Menurut narasumber tentang minat pelajar Madrasah Tsanawiyah Mambaul Ulum mengatakan, bahwa minat mereka kalau mau ya mau kalau tidak ya tidak. Minat mereka sesuai dengan alur yang ada. Karena hampir 50% mereka pun anak anak umum. karakteristik mereka masih belum mandiri mereka membutuhkan sosok yang dapat memberi arahan. Siswa-siswinyapun bergam banyak yang masih butuh bimbingan khusus. Kalau kegiatan IPNU IPPNU dan OSIS bergabung dari pihak sekolah pasti mendukung dan kegiatannya tidak berdiri sendiri-sendiri saja karena faktor jumlah siswanya.
B. Kritik dan Saran
Sebagai kader IPNU IPPNU, pendirian PK sangat dianjurkan dilingkungan madrasah Mambaul Ulum ini, banyak dukungan dari pihak sekolah dan dengan berdirinya PK dapat menjadikan siswa siswi madrasah mengenal dan memahami apa itu ahlu sunnah wal jama’ah yang sesungguhnya. Pendirian PK dapat membumikan IPNU IPPNU di sekolahan.
Demikian juga disekolah dan madrasah. Dalam kaitan ini IPNU dan IPPNU harus melibatkan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU sebagai lembaga dibawah NU yang bertugas melaksanakan kebijakan NU dibidang pendidikan dan pengajaran formal. Sebagaimana diketahui, LP. Ma’arif NU membawahi sekolah dan madrasah. Mengingat IPNU dan IPPNU menjadi organisasi pelajar disekolah dan madrasah, maka pengembangan komisariat juga menjadi tugas LP. Ma’arif NU. Berdasarkan kesadaran ini maka kemitraan diantara lembaga – lembaga tersebut menjadi sangat penting dan menentukan.

0 Comments:

Posting Komentar

Salam cinta, mari berdiskusi di kolom komentar!