Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Bukan Akhir Bagimu

   



  Sebuah tulisan sederhana untuk engkau yang sedang bersedih merasa susah dan linglung sampai tak tahu arah.

    Ini bukan akhir dalam sebuah perjalanan. Sebab itu, tabahkanlah hatimu kawan. Kehilangan yang sedang menggrogotimu, menghina, dan mengejekmu. Biarkanlah mereka seperti itu. Aku yakin, akan ada pelangi indah yang menantimu, membawa engkau pada kebahagiaan yang kau nantikan.


    Memang, yang terlihat tabah sebenarnya remuk di dalamnya. Tapi, tidak untuk engkau. Manusia terkuat yang mendapat cobaan berkali-kali. Kau tak perlu risau jika engkau merasa sendiri. Kamu masih ada kami yang memberimu semangat dan menemanimu. Jangan takut akan kesendirian, karna tak ada kata sendiri selagi kami di sini. Berada di sampingmu, berjuang bersamamu mencapai puncak kemenangan atas ujian yang kita lewati.


    

Kawan, jika kau ingin menangis, menangislah sekencang-kencangnya. Tak apa air mata berjatuhan, menganak pinak dan bergelimangan membasahi wajahmu. Menangis bukan berarti engkau lemah kawan. Hanya meredakan kepahitan yang berembun di mata. Tidak salah untuk menangis, karna menangis bukan tanda untuk menyerah. Hanya ingin berserah pada Sang Maha Kuasa, melebur rasa sedih ini dan dicurahkan pada-Nya.

    

    Ingat sekali lagi, kawan! Ini bukan akhir bagimu. Kau terlalu disayang pada Sang Pencipta sampai mendapat ujian yang kau rasa bertubi-tubi. Namun, jangan sampai lelah untuk menjalani roda kehidupan ini. Aku tahu ini adalah titik nadzirmu. Titik terendahmu sampai tak bisa berkata apapun untuk menanggapinya. Sampai tak tahu ke arah mana harus melangkah. Linglung, benar sangat linglung dan sudah tak tahu arah.


    Ingat, kawan! Engkau tak sendirian. Jangan merasa bahwa ini akhir segalanya dan harus mengakhiri nyawa kehidupanmu. Tengoklah sampingmu, kami memegangi tanganmu, mengajakmu bangkit. Namun, jika kau merasa cukup lelah dan butuh istirahat kami menunggumu. Menunggu engkau untuk pulih atas rapuh yang kaurasakan.


    Kau tahu? Aku akan tetap berkali-kali mengatakan kepadamu "Kami di sampingmu akan menemanimu! Kamu tidak akan merasa sendirian. Karna kami akan menjagamu untuk pulih."

Continue reading Bukan Akhir Bagimu
,

Berhentilah Untuk Khawatir

 

Mengapa kamu begitu cemas kali ini? Bukankah kamu sudah melewati ribuan hari seperti ini? Sampai detik ini pun kamu masih berdiri di sini?


    Hidup ini hanya sekali, jika kamu tak mencoba melawan kekhawatiranmu apa yang akan kau buat selanjutnya? Selalu bersembunyi di dalam tempurung karena mengkhawatirkan hal yang seharusnya tak perlu kamu khawatirkan. Semua akan terus berjalan, semua akan terus berproses, dan semua memiliki risiko tersendiri dalam setiap tindakan yang akan dipilih. Itu semua adalah hal wajar.

    Khawatir memang baik, agar bisa memilih risiko terkecil setiap tindakan. Agar bisa mencari solusi yang efektif dalam setiap hal yang akan terjadi jika tak sesuai dengan keinginan. Membuat diri lebih mematangkan rencana dan bersiap atas munculnya kejadian yang tak terduga. Namun, jika kamu khawatir berlebihan sampai membuat dirimu pusing setiap malamnya, itu benar-benar tak baik. Overthinking yang kamu hadapi hanya akan menjadi sebuah beban lalu, terus mengendap dalam otakmu hingga memunculkan masalah baru, penyakit salah satunya.

    Aku tahu dalam hidup kita boleh memilih, memilih mana yang kamu anggap aman bagimu. Memilih mana yang kamu anggap sebagai pengembangan diri. Itu urusanmu, memang seperti itu. Tak ada kewajiban untuk memaksa memilih sebuah tantangan agar memacu adrenalin-mu. Suatu kesalahan juga jika orang yang memaksa pilihamu. Tetapi, pernahkah kamu memiliki ingin yang kamu takuti sendiri? Ingin yang kamu gapai tetapi tak berani untuk mencoba walau sekali?

    Padahal hidup ini tak bisa diulangi, sekali kamu mendapat waktu tak bisa memutar kembali rasa ingin yang kamu rasakan saat itu. Kamu bukan Tuhan yang bisa menciptakan waktumu sendiri. Sebabnya, karena ini hanya sekali dalam seumur hidupmu, bukankah lebih baik kamu coba?

    Cobalah meski kamu tak akan tahu berhasil atau tidak, itu akan lebih melegakan untuk diingat dibandingkan sebuah penyesalan yang akan kamu sesali seumur hidup. Waktu yang kamu mendapat kesempatan, lalukan! Cari kesempatanmu, nikmati hidupmu ini. Pastinya lakukan sesuai inginmu, menjadikanmu sebagai manusia bebas tanpa kekhawatiran.



    Seperti saat ini, ketika aku mencoba untuk terus menulis. Terus membuat karangan yang mungkin sama sekali tak akan terbaca, namun aku tak mau menyesal jika apa yang ada di dalam benak ini tak kutuliskan dalam sebuah judul bersama beberapa paragraf untuk menjelaskan segala unek-unek yang ada. Aku tak menyesal menggunakan waktu malamku menuliskan hal apa yang kurasakan. Jika tak segera kutulis, semua ini pun akan menguap begitu saja tanpa sisa dan aku tak mau itu terjadi.

Berhentiah untuk khawatir, kamu tak akan pernah tau jika penyesalan seumur hidup yang disebabkan kegelisan atas perbuatan sendiri akan lebih menyakitkan dari apapun itu.

    Jangan kapok untuk melangkah, meninggalkan kekhawatiran yang ada, dengan percobaan awalmu. Bagaimana kamu belajar tentang hidup jika tak ada pelajaran yang tersisa, sebab kamu berdiri dalam Zona Nyamanmu sendiri. Di mana kamu tahu pasti jawabannya.


    Aku, kamu, kita, mereka, semua memiliki kekhawatirannya masing-masing. Namun, pilihan untuk mencoba menggunakan nyalinya hanya dipilih oleh beberapa orang saja. Termasuk kamu yang akan menjadi pemilih nantinya. 


Continue reading Berhentilah Untuk Khawatir
,

Karna Semua Pernah Mengalaminya

 



    Kita selalu pernah dalam masa tidak baik-baik saja, juga pernah menjadi tokoh antagonis dalam kisah orang lain. Meski banyak perkataan jika semua tergantung pilihan dan atas segala pilihan yang diambil akan menjadi sebab akibat bagi diri kita. Tidak sepenuhnya benar, jika kita harus tenggelam di dalam pilihan penyesalan tanpa akhir.


    Apa yang menurut kita baik, belum tentu baik menurut orang lain. Begitulah cara berjalannya sebuah fase kehidupan. Berada di atas, di bawah, atau berada pada kekosongan tanpa ingin memilih ini dan itu. Semua pernah mengalaminya. Tak ada yang salah akan hal itu.

    

    Apa yang pantas,apa yang tidak pantas semua pernah mengalaminya. Merasa bersalah atas pilihan yang diambil. Merasa tak pantas mendapatkan apa yang telah diraih. Merasa iri atas apa yang diperoleh orang lain. Semua orang pasti pernah mengalaminya.


    Bukan suatu kesalahan, jika kita berada di posisi itu. Tetapi, bukan juga sebagai kewajaran jika ada yang lebih baik untuk dituju. Namun, kita malah mengambil hal yang seharusnya dihindari. Kadangkala, juga  menjadikan tameng suatu keadaan yang dialami sebagai hal kewajaran untuk melakukannya. Tidak dapat dipungkiri juga semua pernah melakukannya.


    Tak ada yang benar-benar murni dalam diri manusia ketika memiliki ambisi, selalu ada pola pikir lain untuk menuju apa yang diinginkannya. Menjadi egois tanpa memikirkan orang lain. Fokus pada dunia yang dimiliki. Keadaan ini juga semua pernah mengalaminya.




    Semua pernah mengalaminya dalam kehidupan masing-masing atas segala perilaku yang dianggap kewajaran. Perbedaannya hanya soal waktu. 

Ada yang berada di masa lampau, ada yang berada di masa datang, ada juga yang hanya berada dalam pikiran semata karna ia hanya berani menjadikannya sarang di dalam otaknya tanpa perlu tindakan, atau bahkan ia melakukan dengan pekerjanya orang lain.

    

    Dalam kehidupan ini semua memiliki porsi masing-masing, mau seperti apa hidup ini tergantung bagaimana cara kau menerima apa yang telah terjadi pada kehidupanmu.

Continue reading Karna Semua Pernah Mengalaminya
,

Nasibmu Tergantung pada Usahamu

    



    

Pernah suatu kali mendengar sebuah quote dari  Zhou Fei, tokoh drama dan novel yang berjudul The Legend of Fei. Perkataan yang seperti ini, "“請記住,您的命運懸在劍尖上〜週飛 (“Qǐng jì zhù, nín de mìngyùn xuán zài jiàn jiān shàng.” Zhōu fēi) yang berarti "Ingat, nasibmu tergantung di mata pedang." Sedang mata pedang mengarah ke depan selamanya.

    Pedang di sini bisa diumpamakan sebagai jalan atau metodemu. Metode dalam bertahan hidup. Pedang juga bisa diumpakan jika kau sebagai petani ia menjadi sebuah cangkul. Bagaimana cara menjadikan cangkul berguna itu juga tergantung bagaimana cara kamu menggunakan. Di lain sisi, dalam ajaran islam juga disebutkan dengan jelas di dalam Al-Qur'an dalam surat al Baqarah ayat 286 yang berbunyi:

 

لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا ٱكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ إِن نَّسِينَآ أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُۥ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِۦ ۖ وَٱعْفُ عَنَّا وَٱغْفِرْ لَنَا وَٱرْحَمْنَآ ۚ أَنتَ مَوْلَىٰنَا فَٱنصُرْنَا عَلَى ٱلْقَوْمِ ٱلْكَٰفِرِينَ

 

    Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir".

 

    Nasib kita, baik itu buruk atau bagus kita sendiri yang menentukan. Apa yang ingin kaucapai, apa yang ingin kauraih, apa yang akan kauperbuat, dan apa yang ingin ada dalam hidupmu. Semua berada di tanganmu. Jika kau mengeluh atas apa yang terjadi dalam hidupmu, lebih baik kautengok dahulu apakah ini memang benar kesalahan orang lain atau memang kau belum benar-benar serius untuk merubah nasibmu.

 

    Bisa jadi, segala kemalanganmu itu dari dirimu sendiri. Bukan untuk menyudutkan, tetapi coba kita melihat dari perspektif lain tentang dirimu. Jangan selalu menjadikan dirimu sebagai korbannya, karna kita tak pernah tahu jika kita bisa menjadi pelaku untuk kemalangan diri kita sendiri. Coba tanamkan dalam dirimu, "Nasibku tergantung bagaimana usahaku." Ini sangat berguna untukmu dalam memacu motivasi untuk selalu berusaha, tanpa terus mengandalkan orang lain. Sebab, kadang ada waktunya kita untuk mencoba melangkah terlebih dahulu untuk mencicipi rasanya. Rasanya berani bertindak dan tidak menunggu orang lain meraih kita.

 

    Tak selamanya yang kamu percaya dapat diandalkan, sebabnya kamu harus berani untuk memulai. Jangan menunggu menjadi urutan kedua, ketiga, dan seterusnya. Jika bisa menjadi pertama sebagai pencoba kenapa harus menunggu? Apakah sebegitu takutnya kamu untuk memulai? Padahal, permulaan adalah awal kita menuju hari baru. Kapan semua datang? Jika kau tak mendatangi terlebih dahulu? 

 

    Berani mengambil risiko bukan suatu kesalahan. Ini bukan kesalahan, jika nanti yang akan kamu lakukan dan mulai akan ada hambatan dan risiko. Itu memang tahapnya, jika nanti kamu berjalan tidak dapat dipungkiri akan ada kerikil yang berjejer di sepanjang perjalanan. Meski sudah hati-hati pula bisa menjatuhkan kita. Risiko dalam sebuah perjalanan adalah hal wajar, ambilah risiko itu dan minimalisir segala yang ada.

 

    Tidak masalah jika nanti gagal, setiap kegagalan akan ada cerita dan hikmah. Kamu tak perlu takut. Gagal dalam usahamu bukan berarti bakal gagal selamanya. Jika kamu takut gagal, kamu tak akan pernah memulai. Jika seperti itu, kamu hanya menggantungkan nasibmu pada orang lain. Bukannya nasibmu tergantung pada usahamu sendiri? Apa kamu lupa?

 


 

    Waktu yang tepat mengubah nasibmu adalah saat ini. Saat kamu baca tulisan ini, segera saja. Tak perlu ditunda. Keburu orang lain melakukan terlebih dahulu. Apa yang ada, kesempatan, rintangan, atau apapun ambil saja! Kamu perlu melakukannya sekarang, bukan besok atau nanti.

 

    Namun, ingat! Usahamu akan lebih manjur lagi jika kamu berpegang pada agamamu, Tuhanmu, dan nasehat orang tuamu. Pasalnya 3 hal itu mengandung spirit, hirah, dan semangat bagimu. Jika tidak ketiganya setidaknya dua di antaranya tetap kamu penuhi. Kamu adalah manusia, kita adalah manusia yang memiliki keterbatasan, perlu spirit yang kuat untuk menghadapi segalanya. 

    Ah! Apakah kamu sudah mencapai akhir kalimat yang kubuat ini? Tentunya saja sudah, bukan? Tetang percaya tidak kalimat yang kuketik ini itu urusanmu. Aku hanya ingin berbagi bersama dengamu. Aku pun masih mencoba, biar kita mencoba bersama agar dapat menikmati sukses bersama. Jangan kauambil hati kalimatku ini. Selalu seenaknya sendiri. 

Salam literasi!

 

Salam hangat 

 

Obral Kata Veve

 

Continue reading Nasibmu Tergantung pada Usahamu
,

Ada Cerita dalam Setiap Perjalanan



    Setiap orang memiliki perjalanan hidupnya masing-masing. Dalam perjalanan yang ditempuh, tentunya selalu ada cerita yang menemani. Cerita itu pun beragam, baik itu menyenangkan atau menyedihkan atau bisa jadi keduanya ada. Dalam kesedihan dan kesenangan yang ada, merupakan bagian dari sebuah perjalanan hidup yang telah dialami.

    Kesadaran untuk bertindak akan terjawab setelah melalui beberapa cerita panjang dalam perjalanannya. Dan, yang kutahu pasti: aku, kamu, kita, memiliki cerita. Bisa berkaitan di antara kita, bisa juga tak ada kedekatan sama sekali. 

    Tentang perjalanan yang suka membuat muram juga bersemu merah, ada kalanya penyesalan mendadak datang. Bilamana apa yang diinginkan tak sesuai dengan kemauan yang ada. Jika dalam ceritaku ada penyesalan terhadapmu, tentang bagaimana harusnya aku berlaku. Terlalu membucin, kata sebagian orang. Ah! Kadang ini memang tak bagus, mau berhenti untuk sewajarnya tetapi kenapa terlalu susah.

    Harusnya penyesalan terbesarku tentang bagaimana cerita hidupku sendiri yang semakin semrawut. Bagaiamana cara mengubahnya agar keluar jalur semu itu. Bukan malah mengubek-ngubeknya hingga tergiur oleh kefanaan yang ada di dalamnya.

    Sebenarnya, yang harus kupahami jika ini adalah ceritaku kenapa harus berpusat di kamu?

    

Bukankah sebaiknya semua kufokuskan pada peranku dalam perjalanan hidup ini. Bagaimana diri menikmati kehidupan dengan secangkir kopi dan buku yang ingin kubaca. Salah! Terlalu datar jika hanya ini saja. Bagaimana jika ceritaku ini berfokus pada caraku menghadapi tantangan yang ada?

    


Tentang kehidupan yang akan selalu tetap datar jika tak menemui tantangan yang dihidangkan, hanya berhenti pada zona nyaman semata. Ini sebenarnya kurang baik. Karena hidup akan memiliki cerita indah jika kita melaju, bukan diam dan berhenti pada jalur aman.

    Bagaimana? Masih ada waktu untuk mengubah cerita hidupmu sendiri agar lebih menarik untuk diulas jika ada teman atau keturunanmu yang memintamu untuk bercerita di masa senja nanti. Lebih baik jika kita bercerita tentang indahnya petualangan dalam meraih jati diri. Tentang bagaimana mengangkat diri yang telah lama terjerembab dalam bayangan semu. Bukan hanya tentang ceritaku terhadapmu saja. Karna aku khawatir jika nanti ini ditanyakan aku tak bisa menjawabnya. Sebab, ceritamu dan aku hanya aku saja yang memilikinya. 

    Ini bukan malu jika bertepuk sebelah tangan, ini ... bagaimana aku menjelaskan? Ini tentang bagaimana aku tak akan malu jika aku hanya berfokus di kamu saja lupa dengan kehidupanku lainnya. Maka dari itu ceritaku tentangmu kusimpan saja sendiri. Kualihkan fokusku pada tantangan yang akan kuhadapi, seperti kataku tadi. Tidak menyenangkan hanya mengikuti zona nyaman. Harus ada pergerakan lain.

    Buatlah sebanyak-banyaknya cerita hidupmu. Jadikan sebagai kisah fantastis yang bisa kau rangkum dalam sebuah buku. Tak hanya dinikmati olehmu saja juga orang lain yang mungkin mendapatkan kemanfaatan dari ceritamu. Tak akan sia-sia juga jika ini dapat menjadi cerita yang berdaya.

    Jika nanti kau bertanya tentang ceritamu di kehidupanku, kita akan bahas sendiri bersama dua cangkir kopi yang menemani. Kali ini aku ingin mereka tahu tentang perjalanan hidupku yang lainnya. Kamu tak akan marah tentang itu, bukan?

    Kita semua memiliki cerita masing-masing, sekarang saatnya bercerita bagaiamana menjalani hidup yang kadang menjadi pasti di masa sekarang juga bisa berubah menjadi tak masuk akal di masa mendatang. Aku meminta kalian semua menuangkan masing-masing kisah kalian dalam sebuah tulisan. Teruntuk kalian yang membaca tulisanku, aku menantang kalian bercerita tentang perjalanan hidup kalian!

Aku juga akan memulai bercerita kembali lain kali. Untuk saat ini, kita buka dengan tulisan semrawut ini. Pembukaanku memang acakadul, mohon dimaklumi.


    

Continue reading Ada Cerita dalam Setiap Perjalanan
,

Dear 2021; Resolusi tentang Luka Menjadi Karya

Welcome 2021!



    Telah usai akhir tahun dengan berbalut kecemasan berlebihan, kini bersama meletusnya kembang api yang mewarnai langit malam tandakan awal baru telah tiba. Segala luka yang sering berjajar bersama memberikan air mata untuk menetes lebih banyak sampai mengering tak tersisa sudah tidak ada lagi. Perlu kita untuk bangkit bersama, temukan keinginan yang tertunda hadapi kenyataan yang ada.

    Satu tahun 'tlah berlalu, awal baru sudah selayaknya kita tata lebih baik. Segala beban yang menggantung di pundak mulai kita singkirkan secara perlahan. Tak perlu tergesa-gesa, itu hanya akan menghambat dalam pencarian tujuan sebenarnya. Jalani dengan semaksimal dan optimal bersama semangat baru di tahun 2021.

    Kita semua sudah tahu semenjak pandemi ada, perubahan juga menemani kita. Tak ada lagi kecemasan akibat kaget dengan adanya perubahan sebab kita telah menjalaninya. Pun, telah mencoba beberapa cara di tahun 2020. Saatnya kini kita beresolusi untuk memajukan diri juga negeri.

Lantas ... jika aku bertanya tentang resolusi apa yang kamu pikirkan di tahun 2021, apa yang akan kamu katakan?

Sebelumnya apakah kamu tahu apa itu resolusi?

    Ya, resolusi dalam KBBI putusan atau kebulatan pendapat berupa permintaan atau tuntutan yang ditetapkan oleh rapat (musyawarah, sidang); pernyataan tertulis, biasanya berisi tuntutan tentang suatu hal. Nah, dari sini bisa disebut jika resolusi adalah pernyataan tentang apa yang ingin kaucapai yang akhirnya menjadi tuntutanmu untuk melaksanakannya, tepatnya di tahun 2021 yang akan kaujalani kali ini.

    Karena sudah terlalu lama terbalut luka di tahun 2020, maka jadikan luka itu pengingat diri untuk selalu berkarya tanpa batas. Melupakan pedih yang telah bersarang di hatimu. Anggap sebagai bahanmu untuk terpacu dalam hal kebaikan lagi dan lagi.

    Perbanyaklah kegiatan produktifmu hingga bisa mengasah ketrampilanmu. Nyalakan semangat juangmu dalam mimpimu. Jangan gentar jika masalah menghadang kau sudah pernah mengalaminya, nanti jika kau tak bisa berikan jeda sebentar untuk membenahinanya. Kau tak perlu cemas dan takut untuk mencobanya lagi.

    Jika di tahun 2021 kelak kamu harus tegar akan kehilangan, jangan terlalu rapuh yang amat. Sebab 2020 sudah mengajarimu apa arti kehilangan dan beban. Kamu cukup melewatinya dan mengatasinya dengan bijak. Tak perlu ragu.



    Bersama segala luka yang menemani, jadikan di 2021 ini untuk menghasilkan pencapaian yang kau minati. Kembangkan segala kemampuan yang ada, tak perlu khawatir jika kamu gagal. Kamu sudah pernah di 2020.

    Buat planning, raih mimpi tak perlu merasa pening tetang keterlambatan impian yang harusnya kau lakukan di tahun 2020. Masih ada kesempatanmu untuk saat ini, berjuanglah! Apa yang menurutmu baik coba lakukanlah. Tak ada yang sia-sia selama kau tau itu masih dalam jalur kewarasanmu.

    

Untuk kamu yang ada di tahun 2020 mengalami patah hati tak terkira, kini tunas muda di hatimu muncul kembali. Jaga diri agar tak lagi tersakiti. Jangan terus bersembunyi malahan kau akan menyesali jika 2021 ini akan terlewati begitu saja.


Selamat berjuang! Selamat berkarya! 2021 menantimu. 

Continue reading Dear 2021; Resolusi tentang Luka Menjadi Karya
, , ,

Semacam Pesan dari 2020

   


 Sejenak kita merenung pada satu tahun terakhir, banyak kejadian yang menghampiri sampai tak tahu mana yang harus dilewati terlebih dahulu. Utamanya pandemi corona yang tepat pada tanggal 31 Desember 2019 kemarin, juga tepat satu tahun ini diketahui oleh WHO kemudian merambat menyebar sampai penjuru dunia. Berawal dari ini, kita mengenal artinya kehilangan dan kegagalan. Mengenal arti menunda dan tabah.

    Tawa yang semula tampak biasa menjadi barang mewah tuk didapat. Sebab, banyak pedih yang terlihat. Kehilangan, kesedihan, kemelaratan, kegelapan, meramu menjadi satu hingga menyebabkan putus asa dan lara berkepanjangan. Semua tampak abu-abu bahkan mendung. 

    2020, mengajarkan kita paham bahwa segala kesempatan yang ada haruslah segera diambil. Tak perlu ditunda atau malah dinomor dua-tigakan. Tak banyak orang dapat menemui kesempatan yang ada. 2020, haruslah mengerti waktu sangat berharga. Kapanpun kita bisa terjajah oleh waktu hingga tertinggal dan menyesal. Segala temu yang tampak tak menarik kini, barang sedetik begitu berharga.

    2020, gundah datang menghampiri juga menyebabkan ragu terus berderu tanpa mau menyurut. Hingga kelu sebagai hasil akibat ketidakbisaan menetapkan sesuatu. 2020, yang jauh semakin mendekat. Sedang, yang terdekat terlihat begitu jauh. Komunikasi memiliki jarak lagi sekat yang erat.

    2020, empati kita diuji. Bisa peduli atau bahkan menuli. Apa yang terlihat di mata tentang kesengsaran sebagai cerminan kehidupan kadang baik atau buruk. Mengajak untuk berpikir tindakan apa yang perlu disesuaikan. Memberikan efek kupu-kupu tatkala bisa berbagi bersama.

    Semacam pesan 2020 untuk 2021, inilah satu tahun terakhir. Mengakibatkan kita harus bersabar dan bekerja keras. Belajar pada setiap kejadian yang ada untuk selalui mengevaluasi diri. Agar bisa menempatkan diri dan berpijak pada tumpuan yang tepa. Tak lagi selalu memangku tangan menunggu bantuan datang.

    Untuk kalian tersayang, yang sudah mampu tegar dan ada sampai sejauh ini, terima kasih. 

   


    Terima kasih sudah mau berusaha sekuat tenaga melewatinya. Terima kasih pada hatimu yang tabah terhadap segala masalah. Terima kasih sudah mengikhlaskan tentang kehilangan yang cepat datang. Terima kasih menggunakan waktu berhargamu pada sebuah impianmu. Terima kasih, sudah berjalan sejauh ini meski keluh kesahmu selalu membersamai kamu sampai putus asa terhadap hidupmu. Terima kasih, meski kamu goyah kamu mencoba lagi untuk bangkit dari keterpurukan.

    2021 telah menunggumu, segala rencana sebaikanya sudah kamu persiapkan terlebih dahulu. Kelak jika pijakan pertamamu runtuh kamu masih memiliki pijakan kedua, ketiga dan seterusnya agar kamu tetap melangkah maju. Jangan bersedih tentang kehilangan yang ada di belakangmu. Tak apa, kamu bisa menengok tapi tak harus menetap apalagi terjerat sampai kau pasrah.

    2021, telah menunggu. Jadikan 2020-mu sebagai acuanmu agar kamu bisa membuat diri semakin terlatih bukan tertatih. Jangan ragu lagi, jangan menunda lagi. Sebab setiap kesempatan tak akan ada yang tahu itu akan menjadi terakhir atau kedua. Jika kamu tak menemuinya lagi kamu bisa lega telah menggunakan di awal kali.

    Inilah kilas balik 2020, dengan penuh tangis kamu telah melewatinya. Kuucapkan selamat!



Continue reading Semacam Pesan dari 2020
,

Everything Need Process

Do you ever feel that all of your progress give you benefit?



Pernahkah kalian menyadari setiap apa yang menurut Anda sebagai "Hasil" selalu melewati beberapa tahap yang biasa disebut dengan proses?

    Benar dalam suatu keberhasilan ataupun kegagalan kita menemui proses terlebih dahulu. Panjang pendeknya suatu proses dalam pencapaian keberhasilan bisa menjadi tolok ukur meski tidak selalu benar. Tergantung "lucky or not". Ada pengistilahan "Wong goblok kalah mbi wong pinter, nanging wong pinter kalah mbi wong bejo", yang artinya "Orang bodoh kalah dengan orang pintar, namun orang pintar masih kalah dengan orang yang beruntung.

    Meskipun orang itu beruntung, tidak lupa dengan proses yang dilakukan loh. Tetap saja pasti ada proses yang dilakukan, baik itu panjang-pendek, cepat-lambat, atau sedikit dan banyak. Pentingya sebuah proses kadang kala masih saja banyak yang mengabaikan. Banyak di antara kita lupa jika proses sangat berpengaruh. Terpaku pada hasil dan capaian yang akan diinginkan sampai terkadang mereka lebih mencari jalan pintas untuk segera mencapai hasil.

    Everything need process so don't forget, your effort will pay out. Never give up when you got the failure. 
Please, ya!

    Ketika kita dapat kegagalan dan hasil yang tidak sesuai dengan harapan jangan kendor semangatnya. Jangan menganggap semua yang dijalani itu sia-sia. Anda masih bisa melakukan cara lain, dengan perubahan proses yang sudah kamu jalani dan evaluasi. 

Karna kegagalan bukan sebuah kesalahan, hanya sebuah jeda menuju apa yang Anda capai.

Bagaimana cara mengubah kegagalan menjadi kesuksesan?

  1. Ingat gagal itu wajar, kalau menyerah itu kurang ajar. Jika Anda mendapatkan kegagalan jangan pernah menyelah, karna kegagalan amatlah wajar dan kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda maka kejarlah kesuksesanmu
  2. Lebih banyak evaluasi diri, gagal bukan berarti kamu akan mandek di tempat Anda saja. Anda masih bisa mencapai apa yang kamu capai dengan mengevaluasi proses yang sudah Anda lakukan. Apa yang salah? Bagaimana ini terjadi? Perubahan apa yang harus dilakukan?
  3. Tetap mendekatkan diri kepada Tuhan, jangan menyalahkan Tuhan atas kegagalan yang Anda dapat. Bisa jadi usaha Anda yang sudah sampai jungkir balik belum dibarengi ridho dari Tuhan karna tak pernahnya berdoa.
  4. Kejar impian Anda, jika gagal coba lagi. Gagal lagi? Ubah mimpimu dengan mimpi yang luar biasa kembali.
Inilah, alasan mengapa semua butuh proses. Karena proses adalah bagian terpenting dalam sebuah pencapaian.

#gagalituproses #apapunbutuhproses #janganmenyerah

Continue reading Everything Need Process
,

Bahagia itu Butuh Kamu

 


Bahagia itu Butuh Kamu

Keinginan untuk bahagia di setiap orang pasti ada. Namun, tetap saja keinginan akan menjadi sebatas keinginan jika kamu hanya berani bicara tanpa mau melakukan berbagai hal yang bisa membuatmu bahagia.

Ingat “Bahagia itu dicari, bukan dinanti!”.

Bahkan, ada hadis pula yang mengatakan “Allah tidak akan merubah suatu kaum, jika kaum itu tak berusaha merubahnya sendiri”. Tahu, kan? Jika perubahan dari masa tersulit itu dimulai dari diri kita. Iya, DIRI KITA SENDIRI. Maka dari itu, bahagia itu butuh kamu. Karna kamu untuk diri kamu sendiri.

Hidup ini terlalu menjenuhkan dan memuakkan jika kamu hanya berpikir tentang masalah yang kaudera. Kamu terlalu fokus pada kesakitan yang ada pada dirimu sampai kamu lupa “Kamu butuh bahagia. Kamu pantas bahagia. Kamu harus bahagia”. Kesedihan akan terus berlarut-larut jika kamu tak berani untuk maju ke dalam dunia lain untuk bahagia.

Kamu bukan makhluk sempurna yang harus mengejar diri untuk menutupi kekuranganmu. Kamu bisa membuat kekuranganmu menjadi suatu hal yang bisa kamu banggakan dengan kemampuanmu yang baik. Bagaimana caranya? Mulai tata mental kamu untuk berhenti menjadi ”tersakiti”. Kamu tidak pantas untuk terus mendera kesakitan. Kamu pantas untuk melakukan kesenangan lainnya! Percayalah!

Sekali lagi, hidup ini tentang usaha. Iya, usaha untuk mencapai tujuanmu tanpa lupa menjadikan diri sebagai mahkluk-Nya untuk tetap beribadah kepada-Nya, bagaimanapun keadaannya. Dalam hal keagamaan, kamu tetaplah “hamba”. Mintalah agar diberi kekuatan untuk bisa bahagia.

Jika dalam hal sosial, kamu adalah individu yang selalu berhubungan dengan orang lain. Lantas, apa hubungannya dengan bahagia? Ceritakan sedihmu, agar engkau lega dan lekas berbahagia. Kamu, jika tak kuat memendamnya sendiri kamu bisa bercerita dengan sahabatmu. Ungkapkan segalanya, ada banyak orang yang menantikan ceritamu sedia menjadi sandaranmu. Tidak apa-apa kamu bercerita. Lalu, setelah lega berbahgialah.

Kamu tahu? ”Ini waktunya kamu bahagia!”.

Bagaiamana memulainya?

·         Percayalah pada dirimu sendiri jika kamu mampu untuk bahagia.

·         Percayalah jika kamu bukan orang yang harus tersakiti.

·         Hidup ini akan menjadi semakin merana jika pembahasanmu hanya tentang kesedihan.

·         Hidup ini dimulai dari mencintai diri sendiri.

·         Coba cari inginmu lalu usahakan menjadi nyata.

·         Jangan lupa untuk berdoa akan tercapai inginmu.

Wajib untuk bahagia, kamu! Ingat, ya?

 

 

Samapai jumpa di post-ku selanjutnya. Salam literasi, kamu akan selalu bahagia. Bahagia!

 

           

Continue reading Bahagia itu Butuh Kamu
,

Luapkan dengan Tulisan

   

 

    Banyak di antara kita susah untuk menjelaskan apa yang dirasa, meracau tentang segala penat yang sudah mengacakacak pikiran hanya untuk menyiratkan segala emosi yang ada; tangis, haru, takut, lelah, menyerah, sedih, senang, susah, ataupun emosi-emosi yang lama tak tersampaikan. Ada yang mengekspresikan dengan kurang benar,melakukan hal-hal memicu perhatian lain yang bahkan merusak diri sendiri. Berbicara baik-baik saja padahal semua terasa gelap. Melakukan penyiksaan pada diri sendiri, memberi bekas luka pada diri dengan nyata yang sebenarnya tak dapat menyelasaikan dengan pasti. Hanya menimbulkan luka baru untuk menutupi luka lama.


Inilah dinamakan "katarsis". Jika dalam KBBI diartikan kelegaan emosional setelah mengalami ketegangan dan pertikaian batin akibat suatu lakuan dramatis. Untuk mendapatkan kelegaan itu sangat perlu pengungkapkan, bukan? Agar tak merasa lelah dengan hal yang ada.


    Nah, dalam katarsis ini ada dua sisi pengungkapan. Satu perihal sisi baik dan dua perihal sisi negatif. Di dalam sisi baik kita bisa mengungkapkan semua emosi kita dalam tulisan; salah satu contohnya. Beda hal dalam katarsis buruk biasanya melalui umpatan dan hal-hal yang dapat merugikan orang lain ataupun diri sendiri. O, ya! Teori Katarsis ini ditemukan oleh "Sigmund Freud" dan dikembangkan oleh "Scheff". Jadi, perlulah kita berterimakasih kepada beliau ini karena kita bisa tau masalah emosional itu bisa dijabarkan dengan pengungkapan yang pantas.


    Tentang emosi yang tertahankan sejak lama perlu banget buat kita yang tak bisa menjelaskan apapun ini dengan hal yang lebih baik bukan? Melewatinya dengan kebaikan membuat kita akan merasa jauh lebih lega ketimbang melakukan hal negatif. Sebab jika melakukan hal tersebut akan mendapatkan penyesalan yang tak pernah kita bayangkan. Bukan menjadi solusi tetapi menambah masalah. Bukan keluar masalah tetapi merumitkan segalanya.


    Sangat tahu sekali jika tulisan ini mungkin tidak berarti bagi kalian. Tulisan ini saya tulis untuk mengajak kepada kalian yang sedang dalam keadaan yang berat nggak tau apa yang harusnya dilakuin. Ingin ngelakuin hal yang nggak sesuai nalar tetapi nggak berani. Ingin macam-macam ingat dosa. Sudah di titik nadhir, teman bahkan keluarga nggak ada yang mendukung.Ya, tulisan ini mengingatkanmu jika luapan emosionalmu nggak harus ke hal buruk, masih ada hal baik yang bisa memberimu kekuatan.


    Tahu nggak? Banyak orang yang menggunakan katarsis  media meluapkan segala emosi. Karna menurut penelitian dari jurnal yang berjudul "Pengaruh Katarsis dalam Menulis Ekspresif Sebagai Intervensi Depresi Ringan pada Mahasiswa" dan ditulis oleh Novi Qonitatin, Sri Widyawati, dan Gusti Yuli Asih, mahasiswa yang mengalami depresi ringan dapat menegekspresikan masalahnya melalui katarsis tulisan. Mereka dapat mengeluarkan apa yang dipendamnya dan mau menyelesaikan masalahnya. Kurang lebih hasil yang diperoleh 52,17%, ini mengatakan lebih dari setengah yang berhasil mengatasi masalah mereka. 


    Jika kamu ingin membuktikan seberapa ampuh katarsis melalui media tulisan dapat membuatmu lebih lega adalah dengan cara mencobanya. Karena tanpa kita mencoba pun kita tak akan pernah tahu bagaimana cara ini ampuh bagi diri kita. Kita hanya mengira saja dan menambah pikiran lagi.

    Cukup mudah, kok. Tulisan yang kamu tulis boleh tentang pribadimu secara gamblang ditulis atau dengan cara dibuat seperti karya sastra. Bisa melalui puisi, senandika, cerpen, novel, kisah inspiratif, atau bahkan prosa sederhana tentang dirimu dan masalahmu. Iya, meski dalam menulis puisi seperti kata Eyang Sapardi untuk tidak menulis dalam keadaan penuh emosi; baik sedih atau marah, baik bahagia atau jatuh cinta, nggak apa-apa. Ini adalah cara pengungkapanmu, bukan? Jadi, lakukan saja. Buat tulisan yang bagus dan dapat menginspirasi. Gimana mulainya? Dari belajar mengungkapkan segala yang terpendam dalam tulisan. Bisa jadi ini juga cara melatih kamu untuk menulis. Barang yang sering dilatih bisa menjadi tajam, kan?



Untuk kalian, selamat mencoba! Kuharap kalian bisa menjadi lebih baik dari sekarang.

Salam hangat dariku.

 

Mya Veronica

Orang suka cakap-cakap nggak jelas kaya gini, heheheh.

 


Continue reading Luapkan dengan Tulisan
,

Ubah Kecewa dengan Hal Positif

Halo, pembaca sekalian!


Apa yang sudah kamu lakukan hari ini? Cukup menyenangkan atau malah membosankan? Di post kali ini aku ingin membahas sedikit tentang "Kecewa"

Setiap orang pasti pernah merasa kecewa. Kecewa dalam percintaan, pertemanan, pekerjaan, bahkan keluarga.
Well, apapun kecewa itu tetap saja menyakitkan. Iya, yang diharapkan malah menjorokkan kita ke lubang terdalam. Sedih, sih. Mau bagaimana lagi?

Ya,
Hidup ini tidak melulu tentang bahagia, hidup ini tidak melulu tentang tangis pula. Sebab hidup membicarakan sebuah keseimbangan. Ada banyak yang perlu dipahami soal ini. Perihal keseimbangan yang selalu diartikan berdiam di tempat saja. Tidak, seimbang bukan berarti "mandek". Hidup ini dinamis. Maka dari itu, kecewa adalah bagian dari rasa hidup.

Pesan ini untuk kamu. Kamu yang merasa hidup ini tak adil dan sering dikecewakan. Kamu yang merasa ini sudah lelah. Ingin berhenti saja.

Baik, seberapa besar kecewamu saat ini? Seberapa besar lukamu saat ini? Sangat pedih, kah? Atau sangat menyakitkan dan tak mau bangkit lagi?

Ya. Katamu hidup ini berat. Katamu hidup ini menyebalkan dan tanyamu? "Mengapa aku yang harus kecewa?"

Aku tahu kamu pada titik nadirmu saat ini. Titik terberatmu. Kamu sangat menyalahkan dirimu dan orang lain.

Cukup waktunya dalam menyerah. Sekarang, ubah air matamu dengan kebahagiaan yang kau inginkan.

Saat ini mungkin kamu belum menyadari, jika kecewamu membuatmu dewasa. Karna pikiranmu semakin lebih dewasa. Jika tidak, ada yang perlu kamu sadari lagi.

Bersama rasa kecewamu juga, pikiranmu semakin bercabang. Membuatmu setiap detik bertanya pada dirimu. Ini adalah fokusmu. Rasakan setiap lorong lara yang kamu rasakan. Pahami polanya. Rubah menjadi suka cita yang kamu impikan.

Kamu? Ya, kamu berhak untuk mengubah hidupmu lebih berwarna dan merasakan bahagia. Kamu adalah pemimpin untuk dirimu sendiri. Jangan menyerah. Jangan lelah. Hidup memang perlu dicari peluangnya agar tak selalu pada satu titik.

Kamu adalah ratu bagi dirimu dan kamu adalah raja bagi pikiranmu.
لا تحزن إن الله معنا
Jangan bersedih sebab Tuhan bersama kita.

Tips jika kecewa datang:
1. Belajar tabah menghadapinya, jangan menyebut hal yang terjadi kepadamu hal yang seharusnya tak terjadi. Bisa saja kamu gunakan dengan renungan.

2. Saat kecewa luapkan semua pada karya. Jangan buat katarsis negatif. Seperti: cacian, balapan, ngamuk, bunuh diri. Jangan, ya. Ini nggak ada manfaatnya sama sekali.
Contoh:

3. Percayakan semua kepada Tuhan, jika kamu merasa kecewa. Karna Tuhan tahu apa yang kamu butuhkan dan tak pernah mengecewakan makhluk-Nya.

4. Lihat yang berada di bawahmu. Ada yang sama denganmu tetapi mereka membuat sebagai unjuk diri bahwa sedih bukan waktunya.

5. Isi dengan caramu sendiri. Sebab setiap orang mempunyai cara unik untuk dirinya.

See you, next post!
Mungkin ini kalimat sepele yang sering kamu dengar, tapi ... coba resapi tiap makna kalimatnya. Kamu menemukan dirimu sendiri. Ingat ini hidupmu yang harus kamu jalani bukan keluhkan.
Salam hangat

Mya Veronica



Continue reading Ubah Kecewa dengan Hal Positif
,

Motivasi "Remahan Rengginang itu Ajib"


Remahan Rengginang
Oleh Veronica / Mya Veronica

Tulisan ini ditulis untuk kalian yang sedang patah, nelangsa, lara ataupun hilang arah. Alasan aku membuat tulisan ini agar kita semua sadar akan potensi yang kita miliki. Agar kita sadar bahwa bertahan bukan hal yang salah dan belajar dari kesalahan adalah suatu keberanian.

Remahan rengginang?

Rengginang itu rapuh jika remahan rengginang sudah rapuh plus hancur. Kamu saat ini yang sedang hancur tidak apa untuk melebur dan bergandengan dengan lara yang terus saja muncul. Untuk itu kamu yang merasakan hilang arah, sebab sandaran untuk bertahan untuk tidak ada. Sebab yang membuatmu berdiri itu seakan hilang. Maka, "Nikmati sakitmu saat ini" tetapi, jangan lupa ada saatnya untuk memperjuangkan hidupmu kembali.
Kau tau kenapa harus menimatinya?

Karena terkadang Tuhan mengajarkan arti hidup melalui cubitan kecil agar kita sadar apa yang telah kita lakukan selama ini.

Cubitan itu pula menegaskan jika hidup tak hanya memperkarakan arti bahagia namun, juga tangis sebagai pemanis. Seperti kopi ada legit untuk membuat kita candu.

Yang kau tahu saat ini jika hancurmu, lukamu, hilang arahmu adalah titik terendahmu bisa disebut titik nadzir. Yups titik inilah dinamakan akhir menuju awal. Dimana kau hidup dan kembali hidup. Bukan akhir menjadi akhir.

Saat kau sudah paham maksudku ini, sekarang pahami lagi dirimu. Kau bukan lagi remahan rengginang, kau adalah sirius yang memancarkan sinar terangnya. Kau pendobrak atas kemustahilan dan kau adalah orang yang layak untuk memulai kembali kehidupanmu. Menjadikan titik nadzirmu bahan berhaga untuk kesuksesanmu.

Jika kau tak punya tempat berkeluh kesah, ceritakanlah pada Sang Pemilik Jiwamu. Jika kau rapuh tegaskan dirimu lewat doamu. Jika kamu gagal bangkitlah, berusahalah untuk mengejar suksesmu. Tak ada keindahan yang instan, bukan semua pasti melalui proses. Lebih-lebih setiap manusia mempunyai perbedaan dalam berproses.

Kamu saat ini berani maju, ayo tunjukkan terangmu. Ayo gali potensimu. Lakukan apa yang kau mau selama dalam jalan kebaikan.

Karna niat baik itu lebih menentramkan meski kadang hasil kita tak dinilai baik oleh sekitar.

Ayo! Kita berjuang!
Kita ini kuat juga tegar!


Continue reading Motivasi "Remahan Rengginang itu Ajib"
,

Tulisan Kecil dari Aku untuk Kamu yang Berjuang di Atas Pandemi

Sebuah Kata
Oleh: Veronica


Jangan berhenti bergerak hanya karena kamu melihat kegagalan di sekitarmu. Mungkin saja, ini sebuah kesempatanmu untuk berjalan lebih lanjut.  Hidup memang berisi masalah. Hal memang sudah biasa, bukan? Adanya kita agar memecahkan solusinya. Bukan diam dan takut menghadapinya. Sebuah masalah akan indah jika kita dengan lantang berbicara, "Aku berani menghadapinya" dan maju ke depan menantang masalah itu. Jika seperti itu, dia yang datang tanpa ampun itu bangga terhadapmu sebab kau berani mencoba untuk menguliknya. 

Kuatkan tekad tuk hadapi bersama prinsip yang kau genggam.

Prinsip sangat diperlukan saat kau sedang kesulitan. Adanya prinsip menjagamu untuk tak goyah. Kau tetap pada pendirianmu hingga tak akan keluar dari jalur perjalananmu.

Prinsip pula menjadikan sandaranmu agar tak jatuh. Pertahankan prinsipmu!

Jika masalah datang segala emosi negatif pasti memberi jarak dekat.Tahan semua itu, jangan sampai kau terpancing dan melakukan hal di luar kendali. Kamu pasti bisa. Aku tak bohong! 

Hey jangan melihat sekitarmu ketika aliran positif ini kuberikan padamu! Sekiranya kau mampu untuk melakukan apa saranku lakukanlah, Oke? Jangan terlalu serius! Jalani dengan sekuat tenagamu. Hidupmu adalah milikmu. Berikan yang terbaik untuk dirimu sendiri.

Oh, Ya!
Ketika kau belum bisa mencapai hal yang menurutmu puncak dari segala tujuanmu, sedangkan orang lain sudah menggapainya dengan mudah. Jangan iri, ya. Usahamu takkan menghianati hasil. Semua yang kau lakukan itu tak akan sia-sia. Kamu malah beruntung bisa merasakan sulitnya saat menuju impianmu. Itu adalah pengalaman luar biasa, bukan?

Dan, juga.
Saat kau sudah berusaha di puncak, jangan mudah bangga! Maksudnya ambisius dan tidak cepat puas. Di sini jangan sampai kamu takabur atas apa yang kamu peroleh itu. Ingat Sang Pencipta juga membantumu sampai pada titik itu. Jadi, sisihkan sebagian untuk bersedekah dan zakat.

Aku pun ucapkan padamu atas kesuksesanmu, kamu berhak atas itu. Kamu hebat. Saat kau baca tulisan ini. Jangan lupa bangkit ketika kamu menyerah. Aku mendukungmu lewat jauh. Lihat sekitarmu di setiap aura negatif adahal positif yang menyelip. 

Jangan pernah berpikir melakukan hal yang konyol? Mengapa aku menyebutnya konyol? Karena kamu rela untuk menyerah atas impiammu itu. Kamu rela untuk pasrah dan lepaskan begitu saja atas apa yang sudah kamu lakukan saat ini.


PESAN KHUSUS!
Bagi saat ini yang sedang berjuang, semangat kita berjuang bersama. Kita akan lalui bersama. Kita akan melakukan hal baik, bukan? Semua warga negara, warga pribumi, dan semua yang merasa memiliki bumi ini. Pandemi/ Corona adalah masalah yang harus kita atasi bersama bukan perseorangan. Jangan egois! Jangan menang sendiri! Merangkul bersama hadapi dengan kegiatan nyata. Jangan panik atau takut. Tetapkan akalmu pada pikiran positif.

"Everything Gonna be Okay"

KITA PEJUANG TANGGUH
Usir Pandemi! hehehe


Continue reading Tulisan Kecil dari Aku untuk Kamu yang Berjuang di Atas Pandemi
,

MOTIVATION AND SUGGESTION

OK friend, here I want to share some motivation that you feel you failed in your life and you can't find what want you do...
SOMETIME WE FEEL, WE ARE LOSER BUT IT IS WRONG. WE ARE SUCCESS PEOPLE. WE CAN DO WHAT WE WANT DO. WE CAN ENJOY IN OUR LIFE. WE ARE HUMAN THAT ALWAYS NEED SOMEONE TO HELP US. SO, DO NOT BE INDIVIDUALISM. WE ARE NOTHING WITHOUT PEOPLE AROUND US.


DO WHAT WANT YOU DO
AND TRY TO ENJOY WITH YOUR DOING


BE BEST WITH YOUR DOING
DON'T FEEL YOU FAILED

Continue reading MOTIVATION AND SUGGESTION