Tampilkan postingan dengan label Tips Menulis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Menulis. Tampilkan semua postingan
,

Keyword, Bahan Penting Memasak Tulisan Blog

Keyword, Bahan Penting Memasak Tulisan Blog


 

Keyword

           adalah bahan penting dalam memasak tulisan di dalam blog, sebab  keyword memiliki peran penting dalam pencarian tulisan di dalam mesin penelusur. Jika kita tidak tahu keyword yang tepat dan sesuai dengan niche (tema) blog kita akan kebingungan dan terus menulis tanpa paham tema sehingga tulisan dalam blog kita akan tercampur aduk. Seperti gado-gado, beraneka bentuk dan bahan jadi satu.

Apa itu Keyword?

             Keyword adalah kata kunci jika diartikan secara harfiah. Keyword adalah kata penting yang menjelaskan sebuah gagasan dalam suatu bacaan. Tidak hanya satu Keyword di dalam bacaan, kadang ada beberapa yang bisa menjelaskan gagasan tiap paragraf. Namun jika di dalam tulisan blog, keyword merupakan kata kunci tulisan yang digunakan untuk membaca mesin pencari dalam menemukan tulisan kita. Tentunya ribuan tulisan yang ada dalam mesin pencari ini, sehingga untuk memudahkan ditemukan dan bisa menjadi cara tercepat dikenali maka perlu adanya keyword yang tepat. Inilah mengapa dalam memasak tulisan di blog perlu keyword.

Cara Memilih Keyword yang Sesuai!

Dalam menentukan keyword yang sesuai dengan blog kita, perlu adanya:
  1. Gagasan utama tulisan. Ini digunakan sebagai tema besar yang menentukan tulisan apa yang akan dibuat. Akankah tentang teknologi, ataukah tentang literasi, atau juga tentang seni, dan lain sebagainya.
  2. Lakukan penelitian terhadap keyword yang akan dipakai. Jika gagasan utamamu tentang literasi maka keyword yang bisa kamu pakai tentang bacaan, buku, membaca, menulis, tulisan, dan lainya. Tetapi, tidak cukup hanya meraba keyword yang sesuai, perlu diseleksi dengan topik yang telah dikerucut lalu dipadu padankan dengan penelitian dari keyword tool, SERP (Search Engine Part Result) maksudnya keyword kita nanti akan masuk nggak dalam halaman yang ditampilkan dalam mesin pencari.
  3. Jika kamu masih baru dalam dunia per-blogger-an lihat pencarian yang keyword ini dicari kurang dari 1000 volume pencarian per bulan untuk mengurangi jumlah pesaing.
  4. Lakukan riset ini secara berulang sampai kamu yakin menggunakan keyword tersebut jika memiliki tim dalam menulis atau teman sesama penulis bisa didiskusikan bersama.
  5. Jangan lupa untuk melihat keyword difficulty (Semakin sulit keyword-nya semakin tidak disarankan dipakai jika untuk pemula)
  6. Selalu pantau!

Tujuan Keyword pada Blog

            Tujuan keyword pada blog adalah sebagai media penting dalam persaingan mutu dan kualitas blog. Keyword juga sebagai alat untuk memudahkan mesin penelusur mencari tulisan blog kita sehingga bisa berada dalam halaman pertama saat dicari. Keyword berkontribusi dalam membentuk artikel ber-SEO, sebabnya keyword sangat penting dan diperhatikan dalam memasak tulisan di blog

Tool untuk Menemukan Keyword yang Bagus dan Menarik

            Sebenarnya, tool atau alat untuk  membantu dalam meningkatkan kualitas blog di web sangatlah banyak. Ada yang menggunakan versi aplikasi juga web. Misal di web kamu bisa menggunakan: Google Trends, Google Search Console, Keywordtool io, Ahref Keyword Generator, Ubersuggest, dan lain sebagainya. Lain lagi di aplikasi, kamu bisa menggunakan: Keyword Planner, Keyword Research Tool, Keyword Generator Tool, dan lain sebagainya.

        Setelah mengetahui betapa pentingnya Keyword dalam urusan per-blogger-an semoga membantu kamu dalam menulis sebuah postingan blog, dan juga bisa lebih memperhatikan isi tulisan yang sesuai dengan topik yang diangkat sehingga tidak melencong.


Continue reading Keyword, Bahan Penting Memasak Tulisan Blog

How to be a Writer

     


    Everyone want to be writer. Yea! A writer for their journey or people that want to share their story. Fiction or nonfiction, real or imagination, opinion, or fact. Its about all the words in your mind that want to express in the text.

How to be writer?

    First step is you must be reader. Try to be a good reader that can build your critical thinking and your imagination. Be reader also make you easy to learn how build some sentences or one paragraph that unity, each other of sentences have relation.

    Book that read will give you more knowledge. Its can make you to open your mind. Good for you when read a book then you try to discuss with your friend. It can make to more understand the book and will give a new concept for that.

    No one be writer before try to be reader. Because read and write is two activity that related each other and have a role mutually useful. The point read and write is knowledge, share and search.

   Second step is write. Write you read, write the difficult words that you don't know the meaning when you read. Write your idea in your mind. Don't be shy to reveal your idea. Write it! Before you forget.

    Writing is more delight when you write about what you love it. Also reading. It is difficult for the first time but, when you continue what you write it so pleased and make you feel so happy. Writing is good for your mental health, the way you give expression what you feel is writing. You will have to benefit, first for study to be writer and the second for your mental health.

    Third step is continuity. Write is activity that need repetition to build the ability. Without continuity your ability in writing unchanged. There is no power in your writing. Just so so, nothing special. You will imitate the book that you read but zero for your characteristic in writing.

    More and more for you to remember is to be a writer your writing  represent yours. What you writing is what you mind, so will describe your self. Continuity in writing is the difficulties step because we must fight with our laziness. Lazy is the enemy for writer.

Fourth step is make community. To grow your ability in writing, you have to create a community that support your activity. In the writing' community you can discuss the difficulties that you have. Support, new knowledge, discussion are what you needed. The kind of writing is too many, every era will create new model or kind writing. So community here so meaningful for study and build the ability.

The last step is build your self to be positive person. Don't give up when your writing there is no reader. Write and read more and more. Branding your self that you are a writer also needed. Little by little you will have your reader.




Continue reading How to be a Writer
, , ,

Penyakit Kronis Literasi, Plagiarism Semakin Menggrogoti

    


    Bukan barang baru mengenai penyakit kronis dalam bidang literasi, sudah menjadi rahasia umum plagiarism menjadi momok bagi pegiat literasi. Kurangnya penekanan hukum yang pasti tentang plagiarism membuat para pelaku plagiasi atau plagiator dengan mudahnya melakukan hal yang membuat kerugian. Ini juga bisa menyebabkan kreativitas pelaku pun menurun dan kualitas dari sebuah tulisan akan rendah. Tak hanya dalam ranah sastra saja plagiarism terjadi, baik di ranah non sastra plagiarism juga semakin marak. Bahayanya, pelaku malah ditemukan di bidang akademisi, karya ilmiah, tugas akhir sering kali menjadi sorotan plagiarism. Di sisi lain di bidang sastra plagiarism terjadi sangat sering. Baru-baru ini menjadi perbincangan hangat para penulis tentang plagiarism yang diakui pelaku kemudian setelah menyangkalnya bahkan penerbit dari pelaku plagiator membelanya.


    Aneh dan sangat disayangkan jika plagiarism ini tidak ditindak dengan tegas. Melihat kasus yang terjadi rupanya plagiarism dianggap barang remeh yang sering dilakukan. Abainya terhadap hukum tentang plagiarism, membuat pelaku plagiarism seakan menganak pinak. Bahkan, bibit pelaku plagiarism semakin banyak. Contoh kecil dalam plagiarism mengambil gagasan penulis lain yang menurutnya bagus, kemudian diakuinya menjadi miliknya sebagai caption bagus untuk media sosialnya. Menginginkan dirinya seakan bijak padahal itu bukan buah pemikirannya. Hal yang dianggap sepele seperti ini, juga termasuk plagiarism sejatinya


    Sebelum membahas lebih banyak tentang plagiarism, apa sebenarnya plagiarism?

    

    Menurut kamus Oxford, plagiarize is copy another person's work, word, ideas, etc and pretend that they are your own. Jika diartikan plagiasi adalah menyalin pekerjaan, kata, ide, dan lain-lain yang kemudian berpura-pura atau mengakuinya jika itu miliknya. Melihat artinya saja sudah jelas ini perbuatan yang tidak dibenarkan menyalin pekerjaan orang lain kemudian diakui miliknya sendiri, sama saja mencuri pekerjaan itu. Pandangan dari penulis jelas plagiarism adalah pencurian sebuah karya baik pekerjaan, ide, atau hal apapun yang sangat merugikan bagi pemilik karya karna diakui oleh orang lain.


    Plagiarism secara mata terbuka sudah tidak dibenarkan, padahal sudah ada undang-undang yang mengaturnya berdasarkan pasal 113 UU No.28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman emat tahun dan denda paling banyak satu milyar rupiah. Denda yang termasuk luar biasa besar tetapi tidak memuat jera para pelaku plagiasi, benar-benar memprihatinkan! Sungguh berani para plagiator ini, ya?

    Namun, kenapa dengan adanya UU Hak Cipta masih terjadi plagiarism?

    

    Dinamakan plagiasi jika sudah menjadi milik melalui pembuatan hak cipta, yang demikian harus mengurus bebagai dokumen yang ada. Tidak semua paham tentang pendaftaran hak cipta, meski begitu jika penasaran bisa mendaftakan di E-Hakcipta untuk mendaftaran sebuah produk atau karya atau hal ang diakui milik. Namun, harus menunggu diterimanya status akun tersebut.

    

    Pendaftaran seperti ini juga termasuk hal yang menyulitkan terkadang. Sehingga tak semua orang membuat hak cipta atas karya yang dimiliki. Tidak hanya begitu, jika plagiator sudah memiliki pengikut banyak, apa yang dibuat sudah terlanjur dipercayai oleh para pengikut mereka sehingga kemungkinan besar malah menyerang pihak korban. Status tinggi atau kedudukan tinggi membuat ego plagiator tidak mudah mengakui perbuatannya.

    

Sanksi sosial yang didapatkan tidak membuat para pelaku jera, kepercayaan diri yang meningkat dan kepopulerannya dianggap sebagai senjata pemebelaan para pelaku. Sangat disayangkan jika para pelaku ini malah dibeli sedemikian rupa. Jangan sampai juga penerbit yang malah mendukung tindakan pelaku ini. Ini malah membuat semakin menjadi-jadi, membuka lahan yang luas bagi plagiator.


Lantas sebagai pegiat literasi, tindakan apa yang tepat?

1. Mematenkan hak milik atas karya yang dibuat.

Meski terlihat tidak mudah ini perlu dilakukan demi menjaga karya dari tindakan plagiasi, dengan mematenkan hak kita memiliki hak untuk menuntuk para plagiator yang berulah.


2. Menyadarkan publik tentang tindakan plagiasi yang sangat merugikan para pemilik karya.

Baru-baru ini pula banyak penulis yang bekerja sama mengkampanyekan tentang #saynotoplagiarism. Mengajak seluruh pegiat literasi untuk tidak melakukan plagiasi karena sangat merugikan dan membuat menurunnya kualitas SDM dari generasi penerus bangsa.


3. Selalu mengecek tulisan sendiri sudah tidak tercampur plagiasi atau tidak.

Banyak cara untuk meninjau tulisan sendiri dengan check online, misal bisa melalui plagiarism checker, plagiarism detector, dan situs lainnya yang bisa digunakan untuk mengeceknya.


4. Cara terakhir yakni melakukan pelaporan secara resmi agar ditindak melalui hukum yang ada.


    Melalui tindakan yang bisa dibuat sebagai pencegahan terjadinya plagiarism yang sudah menganak pinak dan menjadi barang biasa bagi pelaku plagiasi. Diharapkan dengan sadarnya plagiarism yang membahayakan segala pihak, mejadi semakin berkurang. Mari galakkankan hastag #saynotoplagiarism untuk menyadarkan semua puhak tentang bahaya palgiasi dalam bidang literasi ini khususnya.


    Ingat plagiarism merupakan tindakan pencurian, yang mana tak akan bermanfaat sama sekali sebuah hasil curian itu. Jangan tunduk adanya plagiarism, baik akademisi, penulis, atau pihak lainnya. Tetap saja plagiarism sebuah pelanggaran etika berat.



Salam Literasi!

Salam Hangat!

Obral Kata Veve




Continue reading Penyakit Kronis Literasi, Plagiarism Semakin Menggrogoti
,

Mengenal Premis Sebelum Menulis Cerita

    


    Cerita itu datang sebelum ditulis, maka tulislah inti ceritamu agar tak salah jalan jika sudah berada di tengah perjalananya
    Menulis sebuah cerita tidak akan lengkap jika tak menulis sebuah premis terlebih dulu. Sebab, premis adalah unsur terpenting dalam sebuah cerita. Pembuatan novel, cerpen juga membutuhkan premis untuk memulai sebuah cerita. Karena dari premis penulis bisa memiliki gambaran umumnya. Namun, kadangkala penulis abai dalam pembuatan premis, sudah dianggap cukup jika sudah memiliki outline sebuah cerita. 

    Jika dicermati, premis seperti inti terkecil dalam sebuah cerita yang kemudian dijabarkan menjadi log line untuk mempermudah pemahaman dalam penyampaian inti cerita. Kemudian, menjadi sinopsis dijabarkan lebih rinci menjadi outline. Lalu, menjadi sebuah cerita. Nah, apa sebenarnya premis ini?

Premis adalah ide dasar dalam membuat sebuah cerita. Bisa dikatakan premis landasan kita bercerita agar cerita berjalan sesuai alur pertama yang kita ingin buat.

    Sudahkah kalian tahu bagaimana cara membuat premis?

  1. Premis dibuat berdasarkan apa yang terlintas di pikiranmu.
  2. Fokuskan tokoh utama yang akan kamu buat.
  3. Buat premismu secara rinci namun padat dan jelas.
  4. Berdasarkan apa yang terlintas, tulislah lalu jabarkan secara jelas bagaimana cerita yang akan dibuat. Tokoh, tujuan tokoh, masalah yang dihadapi, dan resolusi (penyelesaian).
Unsur-unsur premis itu:


  • Karakter: Menjelaskan karakter si tokoh, dan bagaimana tokoh memulai perjalanan ceritanya. Apa yang melatarbelakangi tokoh itu hidup.
  • Tujuan tokoh: Apa yang menjadi tujuan tokoh dalam sebuah cerita ini.
  • Halangan tokoh: Halangan yang dihadapi tokoh dalam mencapai tujuannya.
  • Resolusi: Kondisi tokoh setelah menghadapi halangan yang dihadapi.

Tujuan Premis:

  1. Sebagai patokan penulis dalam menulis ceritanya. Ini akan menghindari writing's block  juga, menghindari penulis yang menuliskan masalah cerita yang terlalu lebar. Sehingga jalan cerita bisa keluar jalur. Bersama adanya premis, cerita akan berjalan sesuai jalurnya.
  2. Sebagai jalan promosi penulis terhadap editor atau penerbit. Seperti yang pernah saya alami kemarin saat mencoba mendaftarkan diri dalam sebuah penerbit. Dimana yang ditanyakan adalah premis cerita tersebut.
  3. Sebagai arahan penulis untuk tidak membuat mubadzir kalimat yang tidak diperlukan.
Contoh premis:

    Keyla anak yang sangat sombong suka mencela orang yang berada di bawahnya [Karakter], ingin menjadi model papan atas [Tujuan tokoh], namun karena kesombongannya dia banyak memiliki banyak haters sehingga dia dihantui oleh peneror setiap hari [Halangan], mengerti bawah dirinya memiliki haters yang disebabkan oleh kesalahannya, dia mulai memperbaiki diri kemudian belajar menyelesaikan permasalahan yang telah dibuatnya.. [Resolusi].


Semoga penjelasan premis kali ini bisa membantu kamu dalam menulis sebuah cerita.
Salam hangat!
Salam cinta!
Salam literasi!


Aku cinta kalian!

Continue reading Mengenal Premis Sebelum Menulis Cerita
,

7 Alat Check Typo, Kamu Tidak Perlu Khawatir Lagi!

    

7 Alat Check Typo, Kamu Tidak Perlu Khawatir Lagi!

    Sebagai seorang penulis sudah tentu menulis adalah pekerjaannya. Bahkan tak hanya penulis yang akan menulis, semua orang pasti pernah menulis; tugas, surat, proposal, atau lainnya yang kadang perlu membaca ulang tulisannya agar tak ada typo meresahkan. Typo yang ada di tulisan sering kali mengganggu bahkan, membuat tulisan yang awalnya formal menjadi tak formal. Seharusnya terpercaya menjadi diragukan. Kurang satu huruf dalam tulisan bisa memberikan makna berbeda, juga membuat ambigu para pembaca. Apalagi kurang tanda baca. Hmmm.

    Berbagai hal inilah membuat seorang penulis harus membaca ulang dengan jeli, agar tak ada kesalahan seperti typo yang merugikan. Maka dari itu, Obral Kata Veve memberikan pilihan kepada kamu untuk memperhatikan tulisan kamu dengan 7 alat pemerhati typo yang bisa digunakan saat menulis di mesin pengolah kata.


7 Typo Checker, pembantu penulis dalam menulis dengan benar. Tidak hanya baku juga sesuai dengan ejaan yang tepat.

1. Typoonline.com



       Alat pemerhati typo yang di dalamnya terdapat KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) digunakan untuk melihat kata baku, pengertian kata, atau penggabungan kata, jenis kata, dan lain sebagainya. Typoonline ini juga bisa langsung memperhatikan dalam satu dokumen atau file, upload dokumen atau file  yang akan diteliti. Di sana akan muncul tulisanmu yang berada di dalam dokumen atau file beserta penandaan typo sekaligus. Kamu juga bisa langsung memperbaikinya dan menyimpan ulang dokumen atau file kamu. Hebatnya Typoonline ini, bisa meneliti tulisanmu yang ada di website hanya mengirimkan alamat url website kamu.


2. Lektur.id




    Sama halnya dengan Typoonline, Lektur.id ini mesin pemerhati typo yang dapat digunakan juga untuk melihat sinonim dan antonim dari sebuah kata. Di dalam Lektur.id ada bebrapa artikel tentang pendidikan yang dapat menambah referensi kamu dalam menulis. Cukup menarik, bukan?

3. Typograp.com



    Mesin pemerhati typo yang ada juga sebagai mesin penulisan ulang artikel tanpa terkena plagiarism atau disebut dengan artikel spinner. Meski tak bagus untuk dilakukan karena menggunakan ide lain. Mesin pemerhati typo, Typograp.com cukup layak digunakan untuk memperhatikan penulisan kita. Kamu bisa menggunakan mesin ini dengan baik.

4. Ejaan.id




    Mesin pemerhati typo kali ini, tak hanya memberitahu dimana letak typo pada tulisan juga sekaligus membenarkan tulisan berdasarka kata baku atau tidak. Jika kamu malas memperbaiki, mungkin ini adalah alat yang tepat yang bisa kamu gunakan. Silakan, dicoba!

5. KBBI


    Mendengar KBBI, kalian sudah sering mendengarnya bahkan sering diucapkan oleh sesama penulis apabila kita ingin mencari kosa kata baru yang dapat menambah wawasan keilmuan bagi kita. KBBI pun sudah diperbarui semenjak ada kata "mudik".Tidak heran pula KBBI digunakan sebagai pegangan dalam menuliskan sebuah karya tulis.

6. Google Doc



    Tidak hanya sebagai mesin pemerhati kata dalam hal typo, google doc juga sebagai mesin pengolah kata onlien yang bisa dibagikan kepada teman-temanmu saat itu menjadi tugas kerja kelompok atau hal lain dimana kamu memang ingin membagikan tulisan kerja kerasmu itu. Google doc akan secara langsung meneliti bagaimana tulisanmu itu benar atau tidak dengan tanda merah di bawah tulisan juga pilihan perbaikan kata yang berada di bawah ketika kita mendekatkan krusor kita pada kata tersebut. Ini mesin pemerhati kata dalam typo juga mesin yang dapat digunakan dimanapun.

7. Microsoft Word


    Jika Google Doc adalah mesin pengolah kata online, sedang Microsoft Word adalah mesin pengolah kat offline yang juga bisa menjadi pemerhati typo saat kelelahan menghambat. Cara meneliti penulisan salah atau benar dengan klik FILE lalu OPSI dan pilih PROOFING. Selanjutnya pilihan tergatung pada Microsoft Word yang digunakannya.


Banyak cara untuk memperbaiki tulisanmu, maka saat ini tak perlu khawatir dengan adanya typo. Kamu bisa memperbaikinya dengan 7 alat typo checker yang sangat bermanfaat bagi kamu sekalian. 


Salam jumpa!

Salam hangat dariku!

Salam literasi! Obral Kata Veve selalu di hati!!



Continue reading 7 Alat Check Typo, Kamu Tidak Perlu Khawatir Lagi!
,

Tips Membaca dan Memahami Puisi

 



Hallo, guys! Obral Kata Veve bakal membahas tips dalam membaca dan memahami sebuah puisi. 


    Sering kali kita dibuat kagok oleh puisi yang terlalu ambigu, atau saat dalam pembacaan puisi kita kurang tepat dalam membacanya. Bila puisi melow kita baca dengan menggebu-gebu seperti orang yang sedang melawan penjajah, bukankah hal seperti ini akan membuat pemahaman pendengar jadi bingung?

    Banyak hal yang bisa membuat kebingungan saat memahami sebuah puisi, dari makna puisi atau  bahkan tiap kata yang disampaikan dalam sajaknya. Kadang saja pemahaman orang satu dengan lainnya pun tak sama. Lalu, apakah puisi harus seragam pemahamannya?

Tentu tidak!

    Dalam puisi jika banyak penafsiran yang berbeda malah membuat karakter puisi itu semakin unik, sebab pembaca akan dibuat semakin penasaran oleh makna dan kiasan yang terkandung dalam sebuah puisi. Bayangkan saja, jika satu puisi bisa membuat perbedaan sudut pandang? Apa yang terjadi? Perbedaan yang terjadi ini akan memunculkan perdebatan yang bisa memberikan tambahan ilmu dari apa yang tidak kita ketahui. Jika seperti ini terjadi, pentingkah kita memahami puisi?

Tentu!

    Berawal dari memahami puisi kita akan bisa mengambil isi dari pikiran penyair. Lalu, kita pula akan menemukan rahasia dalam setiap kata. Ingat! Puisi bukan hanya kumpulan kata tanpa makna, karena puisi adalah sebuah kata tanpa ucap. Ketika suara tak bisa didengarkan, puisi adalah jawabannya.

Bagaimana cara memahami puisi?

1. Membaca secara berulang-ulang.

Karena puisi adalah salah satu jenis karya sastra yang juga memperhatikan keindahan dan sering menggunakan makna kias. Maka membaca puisi hanya dalam satu kali baca tak mampu untuk menemukan makna yang terkandung di dalamnya. Jadi, membaca berulang-ulang puisi dapat membuat kita mudah memahaminya.


2. Mencari diksi yang ada sekaligus mencari makna. 

Estetika dalam puisi bisa dilihat dari penempatan diksi dan rima yang telah diselaraskan. Ketika diksi dan rima selaras estetika puisi akan terlihat, apalagi saat pembacaannya membuat puisi tersebut diperhatikan lebih baik. Lebih-lebih dapat diingat oleh pendengar maupun pembaca puisi tersebut.

 

3. Tahu alasan puisi dibuat. 

Misal pada periode 1953-1961 tema puisi tentang perjuangan, patriotisme. Ini terjadi pada masa orde lama di mana di Indonesia masih berlangsung semangat kemerdekaan dan patriotisme. Maka puisi yang dibuat akan menjelaskan peristiwa yang ada juga kritik terhadap apa yang terjadi. 

 

4. Menghubungkan tiap kalimat sampai pada tiap baitnya.

Makna puisi akan berhungan bait satu dengan lainnya.


Dari kegiatan tersebut, maka menemukan makna dari memahami puisi akan lebih mudah. Utamanya dalam sebuah karya sastra kunci pemahaman ialah pembacaan berulang-ulang dan pemahaman perkata yang dirasa ambigu.

Pembacaan Puisi

    Bermula dari pemahaman puisi yang dirasa bagus, kita beralih dari pembacaan puisi yang baik sehingga makna dalam puisi itu bisa diterima oleh pendengar. Ketika intonasi dan penjedaan keliru akan mengakibatkan perubahan makna. Maksud dari puisi tersebut akan salah diartikan. Hal seperti inilah yang merupakan kesalahan fatal dalam pembacaan puisi. Perlu diketahui apa tips dan trik dalam pembacaan puisi.

Ada 2 versi Tips Pembacaan Puisi:

A. Versi pertama


B. Versi Kedua

  1.  Memahami puisi yang akan dibaca.
  2. Sebelum membaca puisi di hadapan banyak orang, berlatih secara berulang-ulang.
  3. Menggunakan pelafalan yang baik, ini didapat ketika sudah berlatih secara berulang-ulang.
  4. Menjeda kata, phrasa, atau kalimat yang seharusnya dijeda.
  5. Menggunakan intonasi yang sesuai dengan isi puisi.
  6. Mimik saat membacakan puisi haruslah sesuai, jangan lupa dengan gerakan anggota tubuh untuk menunjang pembacaan puisi itu.

 Semoga tips ini dapat membantu memahami dan membaca puisi yang dipilih. Selamat mencoba.


Sampai jumpa di blog selanjutnya ...

Salam hangat dari Obral Kata Veve

    

Continue reading Tips Membaca dan Memahami Puisi
,

Menulis Kreatif bukan Imitatif

Menulis Kreatif


Apa sih menulis kreatif itu?
Teknik menulis yang dapat menimbulkan efek luar biasa bagi pembaca, misalnya pembaca bisa berimajinasi dan mengeluarkan daya kritisnya. Teknis menulis ini menurut saya susah-gampang. Kenapa? Karena dalam menulis kreatif peulis dituntut membuat karya yang berbeda bukan "ecek-ecek" atau asal nulis. Selain itu, menulis kreatif menggunakan otak kanan untuk menimbulkan rasa seni yang dapat mengobrak abrik pikiran dan rasa dari pembaca.

Apakah menulis kreatif hanya untuk fiksi?
Tidak!  menulis kreatif ini juga ada pada non fiksi. Jadi ada 2 jenis creative writing (Menulis Kreatif)

  1. Jenis Fiksi.
      Jenis fiksi ini terdiri dari: Novel, Novelet, Cerpen, Cerpan, Cermin/Flash Fiction, Puisi, Naskah drama, Skrip, Screen Writing, dan lain sebagainya.

      2. Jenis Non Fiksi.

            Jenis non fiksi terdiri: Otobiografi, Biografi, Esai, Feature, Jurnalistik, Laporan Perjalanan, dan lain sebagainya.

Nah, jadi menulis kreatif itu untuk segala bidang.Nggak konsen ke satu bidang saja. Inti dari menuliskreatif bisa membawa bacaan yang dibacanya ke ruang imajinatif dan bisa membuat pembaca terbuai akan tulisan itu.

Dalam menulis kreatif ada 3 jenis tahapan

Tahapan pertama adalah Pre Writing
Pre Writing adalah proses menjernihkan pikiran sebelum kita menulis, bisa disebut proses pencarian ide dengan me-refresh-kan ota kita agar tenang saat menulis.

Menurut Kak Heri Yudianto ada 3 cara untuk Pre writing.
  1. Brainstorming, penggunaan mind maping untukmembuat konsep secara umum dari apa yang akan kamu tulis.
  2. Visualisasikan Pikiran, dalam hal ini kamu dapat membuat gambaran dari apa yang ingin kamu ceritakan atau tuliskan. Misal, kamu ingin menceritakan perempuan yang tertindas. Kamu bisa membuat gambar perempuan yang sedang dipasung kaki dan tangannya.
  3. Free Writing, menulis dengan cara cukup simpel. Menulis tanpa aturan dan sesuai dengan pikiran yang ada.
Dalam tahapan Pre Writing, kamu coba relaksasikan diri kamu agar tidak kaku selama menulis. Jangan pernah paksakan melanjutkan mengkonsep kamu mentok. Coba cari suasana baru untuk melanjutkan konsep itu.

Tahap Kedua adalah Composing dan Drafting.
Tahap composing di sini berfungsi untuk menyusun dari konsep yang kamu buat. Disusun sedemikian rupa agar penulisannya bisa rapi, tidak acak atau bahkan kacau. Lebih tepatnya ke Unity. Keutuhan tulisan yang berhubungan satu sama lain.

Sedang Drafting, sama dengan composing. Tidak lebih berkaitan penyusunan tulisan agar menjadi bacaan yang dapat dinikmati.

Setelah konsep itu disusun, barulah kalian menulisnya dengan benar. Tulis naskahmu sesuai dengan susunan yang kamu buat. Cari tambahan ide jika kekurangan isi dalam tulisan itu.

Langkah terakhir "Revising dan Editing"
Di dalam tahap ini, berarti naskah sudah jadi namun masih mentah.Karena belum melewati proses revisi dan pengeditan. Tujuan dari tahap ini untuk memastikan naskahmu sudah sesuai, benar ejaan, ber-alur dan tidak ada kekurangan lainnya.

Inilah teman-teman tahap Creative Writing( Menulis Kreative), patikan tulisanmu ori dari diri kamu jangan mengkopi paste tuisan orang lain. Boleh mencari referensi tetapi buat parafrase tulisanmu sendiri. Jangan lupa buat hal special dalam tulisanmu untuk menjadikan ciri khas kamu.

Oh, ya ada tambahan aspekapa saja yang ada di menulis kreatif.


Sekian dari saya, semoga tulisan ini bermanfaat bagi kalian semua.


Continue reading Menulis Kreatif bukan Imitatif
,

Bikin Puisi yang Bisa Lolos dalam Perlombaan


Tips membuat puisi yang layak diikut sertakan lomba.

Puisi yang indah adalah puisi yang dapat mengungkapkan makna yang terkandung di dalamnya. Pun, mempuyai sisi diksi yang indah.
Dalam perlombaan kita tidak bisa menentukan untuk mementingkan diksi atau makna. Sebab juri mempunyai penilaian masing-masing. Ah,ya! Orsinalitas suatu karya sangat penting, ya. Waktu saya menjadi sebuah panitia event ada yang membuat puisi dengan mengkopas puisi yang ada. Hanya mengganti nama dan tanggal. Langsung saja panitia memutuskan diskualifikasi.
Buatlah puisi yang simetris, apa itu simetris?
Puisi yang mempunyai bentuk rapi. Jangan sampai puisimu acak-acakkan. Karena dari segi penampilan saja akan menentukan langsung dibaca atau tidak.
Oke, kita awali tips membuat puisi yang cocok diperlombakan. Lebih tepatnya agar puisi itu masuk nominasi.
  1. Buat tema puisimu. Ingin menceritakan apa puisi nanti. Ada pesan apa yang akan kamu sampaikan. Ini berlaku jika lombanya dengan Free tema. Jika ada penentu tema. Misal Ibu Kartini. Cari pesan yang jarang ditemui. Misal kepribadiannya atau bagaimana cara ia sampai pada titik di mana ada keinginan untuk menyuaraka perempuan. Atau bisa jua mengangkat kartini milenial.
  2. Cantumkan diksi yang tepat. Beberapa orang sering kali membuat puisi dengan diksi yag banyak. Bahasa-bahasa kawi atau bahasa sastra yang sulit diartikan bahkan keselarasan dengan kalimat saja tidak ada. Nah, hindari dksi yang berelebih seperti itu. Bisa loo menggunakan kaliamat sederhana namun menjadi indah.
       Contoh : Saat kata kejimu itu keluar, rasa ini telah menguar
                      Memang, Tuan sangat pandai dalam hal meluluh lantahkan hati
                      Sudah beberapa kali kau buat patah, dan kali ini aku menyerah
    3. Atur bentuk puisi buat serapi mungkin.
    4. Buat judul yang tak biasa. Misal: Afeksi.
    5.Baca ulang puisimu, lakukan pengecekan ulang. Terakhir mintalah krisar pada teman-temanmu.
Selamat mencoba!
Continue reading Bikin Puisi yang Bisa Lolos dalam Perlombaan
,

Mood Rusak Seorang Penulis, inilah Solusinya ala Mya Veronica

Mood Rusak Seorang Penulis, inilah Solusinya ala Mya Veronica


Mood rusak sudah biasa dialami oleh seorang penulis. Penulis yang sedang mengalami mood rusak bisa juga mengalami "Writing's Block". Sebab apa? Ide yang akan ditulis penulis seketika buyar karena keinginan menulis hilang. Bisa dipastikan tak akan ada aktivitas menulis. Nah! Karena mood rusak hal paling rentan saat menulis, butuh cara mengembalikan mood atau rasa saat menulis.

Apa yang harus dilakukan?
Bukannya mood rusak sudah tidak bisa diperbaiki?

Eits! Kata siapa? No! Semua ada solusinya. 

Jeng jeng jeng ... saya akan kasih tau caranya. Mau tau? Check it out! 

1. Kenali Alasan atau Sebab Mood Rusak.

Untuk memperbaiki mood yang rusak, kita harus mengenali alasan apa yang bisa membuat mood itu pecah. Alasan itulah yang akhirnya kita analisis dan perbaiki. Misalnya mood rusak karena kepikiran masalah pribadi, berarti kamu harus pecahkan masalah pribadimu dan kendalikan dirimu. Kamu akan merasakan bebanmu berkurang.

2. Perbanyak bacaan yang menarik agar bisa mendapat inspirasi ulang.

Kenapa bacaan malah bisa memperbaiki mood rusak? Karena bacaan menarik menyehatkan pikiranmu apalagi itu bacaan positif. Meski kadang, ada yang malah pusing saat membaca ketika mood berantakan seperti itu. Bacaan pula sebenarnya dapat memberikan wawasan lebih untuk kita. Bisa juga hal-hal penting itu kamu catat agar sewaktu-waktu bisa dibahas ulang.

3. Istirahatkan diri

Jika kamu mengalami mood rusak, lebih baik istirahatkan diri. Istirahat pula dapat merileksasikan pikiran kita. Jika pikiran tenang, menulis akan gampang.

4. Coba alihkan dengan menonton film

Bagi yang mengalami mood rusak, menonton film adalah cara bagus untuk menetralisir mood agar kembali ceria. Film-film ringan dan menarik bisa menambah mood kamu.

5. Dekatkan diri pada Tuhan.

Solusi penting dari mood rusak adalah mendekatkan diri kita pada Sang Pencipta. Awal kita ada atas kehendaknya, bukan? Jadi mendekatkan diri pada Tuhan bisa mendamaikan dirimu.

6. Membaurlah dengan alam.

Nah, ini juga bagus untuk menyegarkan segala hal dalam diri kita. Energi positif dari alam bisa menarik energi negatif yang dibawa oleh mood rusak itu. Jadikan alam sebagai tempat untuk membaur diri. 

Jika hal-hal di atas adalah cara saat mood rusak datang. Maka ada juga solusi sebelum mood rusak yang akan mempengaruhi tulisanmu. Apakah itu?

1. Buat outline sebelum menulis.
2. Perbanyak bacaan.
3. Tuliskan banyak ide dalam jurnalmu.
4. Menulislah dalam keheningan.

Sekian tips menghadapi mood rusak baik setelah atau sebelum terjadi ala Mya Veronica. Semoga tulisan ini dapat membantumu menyajikan tulisan spektakuler. Waw! By the way aku sangat menunggu tulisan luar biasa kalian.

Ingat!

Cogito ergo sum
Aku berpikir maka aku ada.
Gunakan pikiran hebatmu untuk tulisan hebat yang bermanfaat.


Salam hangat

Mya Veronica
Continue reading Mood Rusak Seorang Penulis, inilah Solusinya ala Mya Veronica
,

Penggunaan Partikel -Pun, -Tah, -Lah, -Kah, Per, Demi, dan Tiap



Halo, sahabat "Area Literasi". Apa kabar hari ini? Di sini aku ingin membahas sedikit tentang materi "Partikel". Partikel yang kadang membuat banyak orang bingung, ini digabung atau dipisah, sih? Iya, kan? Hahaha ... aku juga suka bingung, kok. Makanya, kita belajar bersama di sini.

Partikel

Apa itu partikel?
Partikel atau disebut kata tugas. Menurut KBBI, partikel adalah kata yang biasanya tidak dapat diderivikasikan atau dinfleksikan, mengandung makna gramatikal dan tidak mengandung makna leksikal, termasuk di dalamnya artikel, preposisi, konjungsi, dan interjeksi.
Intinya partikel di sini adalah kata bantu. Kata ini bisa digabung dalam kata lain ataupun dipisah.

A. Partikel -lah, -kah, dan -tah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya.

Misalnya:
1. Tulislah cerita yang kau dengarkan tadi!
2. Bukankah kau sudah tak peduli padaku?
3. Biarlah kita berada pada jalur yang berbeda.
4. Apatah aku harus menunggumu lagi?

B. Partikel -pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya.

Misalnya:

1. Apa pun keinginannya turuti saja!
2. Tak ada satu pun orang yang peduli terhadap korban itu.
3. Biar pun diri ini menjadi korban selanjutnya, asalkan kau selamat.




Catatan: Partikel -pun yang merupakan unsur kata penghubung ditulis serangkai.

Pun yang harus disambung:

Adapun, andaipun, ataupun, bagaimanapun, biarpun, kalaupun, kendatipun, maupun, meskipun, sekalipun (!), sungguhpun, walaupun.

*(!) bisa dipisah ataupun sebaliknya

Misalnya:

1. Meskipun dia terlihat dingin, Rani tetap mencintainya.
2. Walaupun sakit, Karjo tetap harus mencari uang untuk anaknya.
3. Adapun penyebab kebakaran terjadi, semua berkaitan dengan pria misterius itu.
4. Bagaimanapun kau harus tabah menghadapinya meski itu sakit.


C. Partikel per yang berarti ‘demi’, ‘tiap’, atau ‘mulai’ ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya.

Misalnya:
1. Satu per satu peserta telah menampilkan semua bakatnya.
2. Gea mengecek gudang itu tiap satu jam.
3. Harga sembako akan naik per 2 Oktober.
4. Demi anaknya, Prapto mengambil sepeda tetangganya.



Sekian dari saya tentang partikel semoga bermanfaat. See you next week! Jangan lupa apapun bisa dipelajari.

Continue reading Penggunaan Partikel -Pun, -Tah, -Lah, -Kah, Per, Demi, dan Tiap
,

Tips Menulis untuk Penulis Pemula



Cara Membuat Cerita yang Menarik

Penulis pemula selalu bingung cara membuat cerita yang menarik seperti apa. Banyak di antara mereka yang ingin langsung men dulang kepopuleran dalam menulis. Padahal, ya. Tak semudah itu untuk menulis dengan mencari ribuan pembaca. Jadi, bagaimana sih cara membuat cerita menarik itu agar pembaca menaruh minat pada kita?
Chek it out!

1.       1. Cari ide 

Sebelum membuat cerita pasti kita harus mendapatkan ide apa yang akan dimasukkan ke dalam cerita yang akan di up. Benar, bukan? Yaps.
Carilah ide yang segar. Jangan sampai membuat ide cerita yang biasa-biasa aja. Semisal:  cerita tentang Badboy jatuh cinta dengan nerd girl. Si cowok ganteng, tajir, nakal, tapi pintar. Ini klasik banget, Guys. Cari cerita yang lebih mendalam. Bukan hanya sekadar tentang cinta monyet. Coba dirubah tentang badboy yang menjadi tutor di kelas khusus misalnya, di balik sikap jahadnya ada hal menarik dalam dirinya.

2.     2. Buatlah OUTLINE

Apa sih outline itu?
Kerangka cerita. Agar ceritamu tetap pada jalur ide yang kau pilih dari awal, sebaiknya membuat outline. Apa sih isi outline itu?

·                     Bab Cerita
o        Berisi masalah inti cerita. Cerita perbab dari prolog hingga epilog.
·                     Sub bab jika ada atau diperlukan.

3.     3. Cari pasaran

Cari pasaran di sini adalah cari pembaca. Bagaimana cara mencarinya?
Cara mencarinya cukup susah gampang. Kenapa? Seorang author atau penulis harus bisa akrab dengan pembaca. Tanamkan kepada diri kita bahwa kita seorang penulis. Branding diri agar kita tidak disepelekan. Berbaik hati, utamakan adab. Jangan kita membuat image kita ini rusak akibat tingkah laku yang tidak baik. Tapi tetap saja menjadi diri sendiri.

    3.Buat khas

Boleh membaca novel penulis favorite-mu, tapi jangan sampai kamu meniru gaya penulisannya. Cari khas-nya dirimu. Buatlah cerita yang sesuai dengan karaktermu. Hingga pembaca sekali baca saja sudah paham ini cerita khasmu.

5.   4.  Istiqomah menulis

Ini adalah hal penting saat menulis. Point utamanya yang membuat skill menulismu terasah adalah dengan istiqomah menulis. Pembacamu sedikit di awal tak masalah yang terpenting kamu tetap semangat menulis. Jangan putus asa. Asah ide setiap hari. Penulis hebat adalah penulis yang bermental baja. Bukan penulis mudah menyerah apalagi semaunya. Tak beradab. BIG NO!


Sekian dari saya tips menulis agar menarik. Semangat untuk menulis. Sebab dengan menulis kamu bisa membuat sejarah untuk dirimu sendiri. Orang mudah lupa dengan semua prestasi kita tapi, tak akan pernah lupa dengan apa yang kita tulis. Bahkan, menurut Imam Al Gozali “Jika kamu bukan raja, maka menulislah.” Pun, ada seorang ulama’ yang berkata menulis adalah cara mengikat ilmu.

Sampai jumpa!
Salam literasi!
Continue reading Tips Menulis untuk Penulis Pemula