, ,

Sirius Part 2.4


Cerita sebelumnya ...

“Benar-benar most wanted punya pengaruh, ya?” sindir Bintang
“Nggak usah diliat, lo fokus jalan aja,” jawab Angkasa.

Meski sebal dan dongkol menyerang uneg-uneg Bintang, dia hanya menurut saja. Bagaimana tidak ia terlalu lemah untuk meladeni perdebatan yang tidak berguna ini. Angkasa lawan debat pasti tidak mau kalah dan akan terus mengoceh mengenai hal ini itu yang membuatnya semakin jengkel saja.
Dasar kutukupret sok dingin! Umpat Bintang dalam hati.
Tangannya menggenggam erat ingin sekali ia meninju kepala Angkasa. Sayangnya Bintang urungkan melakukan hal yang nggak masuk akal itu. Orang masih sakit masa mau menyerang orang sehat. Pastinya ia bakal kalah. Gengsi dong! Di perjalanan mereka hanya berdiam tak mengucapkan sepatah kata pun. Buang-buang tenaga.
“Mana kunci mobil, lu?” tanya Angkasa, setiba kaki mereka di area parkir.
“Noh! Di tas gue, cari aja sendiri!” ujar Bintang tak acuh.
Continue reading Sirius Part 2.4
, ,

SIRIUS Part 2.3







Mungkin menghadapi kenangan adalah pilihan terbaik, dari pada memaksanya untuk di kubur. Itu membuatmu semakin tercekik saja.


"Ayo! Hajar! Tendang! Tinju!" teriak Bulan penuh semangatnya.
"Bul! Ini bukan ARENA TINJU" gedek sudah Trea. Semua penonton melihat mereka dengan tatapan tanda tanya.
Trea hanya mengumpat dalam hatinya. Benar-benar Bulan bego!
Tidak sampai hati Trea berpikir kenapa memiliki teman yang sangat absurd ini. Seharusnya ia sudah musnahkan ke dasar Bumi. Mau dikata apa lagi mereka sudah bersahabat sejak SD.
Continue reading SIRIUS Part 2.3
, ,

7 Wejangan Ustad ini Perlu ditaati




7 NASEHAT USTAZ UNTUK PARA SANTRI



Ini tentang nasehat-nasehat seorang ustaz yang diberikan untuk santri. semoga agar memotivasi kalian untuk lebih baik. Bismillah, aku akan jabarkan satu per satu.
Yang pertama

“Santri kui lek kitab’e dimaknai luwih apik timbang ora ono maknae.
Santri kui lek kitab’e diharakati luwih apik timbang ora ono harokate.”
Jadi sebagai santri sebisa mungkin mengisi kitabnya meskipun itu hanya bisa diharokati setiap lafadznya. Karena apa suatu saat ketika kamu membuka kitab, kamu bisa membaca kitabmu sendiri. Lucu sekali jika kamu tak bisa membaca kitabnya sendiri. Sebab pula ada klanya kita ingin mengulang pelajaran yang ada di pondok. Masih ingatkan kata Al Gozali, “Ikatlah ilmu dengan tulisan.” Ini juga masih bisa dikaitkan dengan belajar dengan memaknai kitabmu, mengharokati, dan menjaga kitabmu.

Yang kedua
Continue reading 7 Wejangan Ustad ini Perlu ditaati
,

Organisasi Vs Pelajar, pilih mana?



HUBUNGAN ORGANISASI, PELAJAR DAN PENDIDIKAN


1. Pengertian Organisasi, Pelajar, dan Pendidikan


Pengertian Pendidikan

                 Dalam jurnalnya menurut  Yuli Sectio Rini, Pengertian pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan perilaku seseorang atau sekelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. Pendidikan sangat dibutuhkan oleh manusia. Setiap warga Negara Indonesia berhak untuk mendapatkan pendidikan. Menurut UU No.20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.
Continue reading Organisasi Vs Pelajar, pilih mana?
, ,

Renungan untuk Bermuhasabah




ALTERNATIF MUHASABAH DIRI
Oleh Veronica

Terlalu membanggakan diri sampai lupa kematian menjemput. Itu hanya akan membuat kita tak bisa lari. Alih-alih menghindar atau memilih bermili detik mana kita tak perlu terenggut akan kematian, kita tetap saja menghadapi takdir-Nya. Sebab nama kita sudah tertulis baik di Lauhul Mahfud. 
Continue reading Renungan untuk Bermuhasabah
,

Cerita Mini "Di Balik Sebuah Kisah"

Di Balik Sebuah Kisah 
Oleh Veronica
 “Sudah kubilang, ‘Jangan dekati rel kereta api itu!’ malah nyelonong masuk ke sana!” ucap Cipta. Ia sudah mewanti-wanti Kartini untuk tidak mendekati perlintasan jahanam itu. Tetap saja, semua sia-sia belaka! Tini nekad! Cipta sudah tahu apa yang dipikirkan wanita muda itu. Tini melewati tubuh Cipta begitu saja. Seperti tak ada yang terjadi. Cipta seperti angin lalu.
Continue reading Cerita Mini "Di Balik Sebuah Kisah"
, ,

Sirius Part 2.2



Astaga Angkasa sudah membuat kekacauan di hari kedua Bintang bersekolah. Ia ingin hidup tenang melupakan masa lalunya kenapa sekarang Angkasa juga datang mengingatkan masa lalunya kembali. Bagaimana mungkin apa yang sudah dipendamnya harus dikorek ulang?


“Apaan sih! Ini cuma minuman nggak ada yang spesial!” elak Bintang

“Bintang! Yang dikasih minuman di sini siapa? Elu dan Cuma elu lainnya enggak! So?”  jawab Trea

“Nah! Betul kata Trea. Di sini cuma elu yang dikasih Tang! Gue kagak padahal haus. Jadi, boleh minta kan?” ucap Bulan lugu. Memang benar Bulan sangat kehausan bahkan ketiganya.

“Eh, Bul! Itu minuman khusus buat B I N T A N G ngapai lu yang minum? Kembaliin!” Trea berujar, sudah gregetan dengan sikap Bulan. Teman terkoplaknya.

“Ya, maaf! Haus Trea mau beliin?” tanya Bulan.

“Beli sendiri sonoooo!” teriak Trea.

“HEH STOP! Ngapain kalian ribut sih ini cuma minuman. Nggak apa-apa kalau Bulan minta juga,” ucap Bintang menengahi kegaduhan temannya ini.

Di ujung lapangan Pak Wahyu sudah memandang tampang mereka sangar. Tajam matanya membuat semua muridnya begidik ketakutan. Bahaya! Alarm kegentingan sudah muncul. Gawat kalau Pak Wahyu ngamuk dua kali dihukum double!

“Kalian cepat ke sini!” Nah, kan. Pak Wahyu sudah mengomando mereka segera berkumpul dengan teman lainnya untuk mengikuti kelasnya.

“Baik, Pak!” teriak Bintang dan kedua temannya bersamaan. Bintang dan kedua temannya berlari menuju ujung lapangan. Olahraga masih kurang setengah jam, nggak mungkin mereka sia-siakan begitu saja.

Ngos-ngosan mereka sampai tempat pemanasan. Olahraga babak kedua dimulai. Setiap anak harus belajar untuk menendang bola, tidak cewek atau cowok sama. Setelah itu terserah bagi mereka untuk memainkan permainan yang ada atau hanya sekadar istirahat sambil menonton temannya yang bermain.

“Gilak! Tendangan gue tadi mantul banget!” seru Trea melihat tendangannya berhasi menjebol gawang.

“Iye dah lu keren. La gue melenceng ngenain Pak Wahyu! Parah! Untung nggak dihukum lagi,” curhat Bulan.

“Nggak apa-apa, Bul. Kapan-kapan belajar lagi. Siapa tau bisa mengenai kepalanya Pak Wahyu,” Bintang berusaha sok menaseati.

“Nah! Kalau ini gue setuju!” Trea semangat.

“Parah lu berdua!” Bulan cemberut.

“Yaelah, gini aja ngambek! Cemen lu!” ujar Trea.

“Udah ah! Mending istirahat yuk!” ajak Bintang.

Bintang dan kedua temannya akhirnya istirahat di tepi lapangan dan melihat teman cowok mereka bertanding dengan kakak kelas mereka. Jika dirasa perut Bintang mulai kambuh. Segera saja ia ke kamar mandi.

“Eh, Gais! Gue ke kamar mandi dulu, ya!” pamit Bintang

“Dianterin kagak?” tanya Trea

“Kagak, bye!” teriak Bintang dari kejauhuan.

Usai kepergian Bintang, Trea dan Bulan masih berlomba untung menyemangati kelas mereka.

"Ayo! Hajar! Tendang! Tinju!" teriak Bulan penuh semangatnya.

"Bul! Ini bukan ARENA TINJU" gedek sudah Trea. Semua penonton melihat mereka dengan tatapan tanda tanya.

Trea hanya mengumpat dalam hatinya. Benar-benar Bulan bego!


Continue reading Sirius Part 2.2