,

Puisi "Surat untuk Tuan Pemantik Kata"


Surat untuk Tuan Pemantik Kata

Oleh Veronica


Gemeriak mengusik sepi

Melalui celah nurani ada yang bersembunyi

Menilik tiap lekuk tangis yang disimpan sendiri

Bibir terucap manis seakan ia menyakinkan diri



Ah elok nian, Tuan

Bermanja dengan kata lupa pada Dinda

Seakan kata sudah mampu membuatnya bahagia

Tak sadar lagi jika ia sedang bermain lara



Tuan?

Apakah kau lupa, jika tiada menyadarkan jeda

Agar semakin kritis bertindak, bukan semena



Tuan ah bukan tuan

Kau tau, Dinda anggap kau baginda raja

Tapi kau anggap Dinda seorang hamba

Pantas sekali kau campakan dan hujami luka



Dinda sudah lama menanggung derita

Tapi, kau masih saja bersuka cita

Di ambang nelangsa Dinda menykinkan diri

Seakan tak peduli perih ia memilih pergi



Pantas!

Inilah kepantasan yang harus dibawa lari

Biarkan rengekan kepulangan yang didendangkan Tuan seorang diri



Bah!

Dengan compang camping sayatan pedih Dinda menjahit tawa

Bukan lagi ironi lagi, ini benar nyata

Selamat tinggal Tuan Kata


Tulungagung, 6 April 2020

0 Comments:

Posting Komentar

Salam cinta, mari berdiskusi di kolom komentar!