,

Mengenal Premis Sebelum Menulis Cerita

    


    Cerita itu datang sebelum ditulis, maka tulislah inti ceritamu agar tak salah jalan jika sudah berada di tengah perjalananya
    Menulis sebuah cerita tidak akan lengkap jika tak menulis sebuah premis terlebih dulu. Sebab, premis adalah unsur terpenting dalam sebuah cerita. Pembuatan novel, cerpen juga membutuhkan premis untuk memulai sebuah cerita. Karena dari premis penulis bisa memiliki gambaran umumnya. Namun, kadangkala penulis abai dalam pembuatan premis, sudah dianggap cukup jika sudah memiliki outline sebuah cerita. 

    Jika dicermati, premis seperti inti terkecil dalam sebuah cerita yang kemudian dijabarkan menjadi log line untuk mempermudah pemahaman dalam penyampaian inti cerita. Kemudian, menjadi sinopsis dijabarkan lebih rinci menjadi outline. Lalu, menjadi sebuah cerita. Nah, apa sebenarnya premis ini?

Premis adalah ide dasar dalam membuat sebuah cerita. Bisa dikatakan premis landasan kita bercerita agar cerita berjalan sesuai alur pertama yang kita ingin buat.

    Sudahkah kalian tahu bagaimana cara membuat premis?

  1. Premis dibuat berdasarkan apa yang terlintas di pikiranmu.
  2. Fokuskan tokoh utama yang akan kamu buat.
  3. Buat premismu secara rinci namun padat dan jelas.
  4. Berdasarkan apa yang terlintas, tulislah lalu jabarkan secara jelas bagaimana cerita yang akan dibuat. Tokoh, tujuan tokoh, masalah yang dihadapi, dan resolusi (penyelesaian).
Unsur-unsur premis itu:


  • Karakter: Menjelaskan karakter si tokoh, dan bagaimana tokoh memulai perjalanan ceritanya. Apa yang melatarbelakangi tokoh itu hidup.
  • Tujuan tokoh: Apa yang menjadi tujuan tokoh dalam sebuah cerita ini.
  • Halangan tokoh: Halangan yang dihadapi tokoh dalam mencapai tujuannya.
  • Resolusi: Kondisi tokoh setelah menghadapi halangan yang dihadapi.

Tujuan Premis:

  1. Sebagai patokan penulis dalam menulis ceritanya. Ini akan menghindari writing's block  juga, menghindari penulis yang menuliskan masalah cerita yang terlalu lebar. Sehingga jalan cerita bisa keluar jalur. Bersama adanya premis, cerita akan berjalan sesuai jalurnya.
  2. Sebagai jalan promosi penulis terhadap editor atau penerbit. Seperti yang pernah saya alami kemarin saat mencoba mendaftarkan diri dalam sebuah penerbit. Dimana yang ditanyakan adalah premis cerita tersebut.
  3. Sebagai arahan penulis untuk tidak membuat mubadzir kalimat yang tidak diperlukan.
Contoh premis:

    Keyla anak yang sangat sombong suka mencela orang yang berada di bawahnya [Karakter], ingin menjadi model papan atas [Tujuan tokoh], namun karena kesombongannya dia banyak memiliki banyak haters sehingga dia dihantui oleh peneror setiap hari [Halangan], mengerti bawah dirinya memiliki haters yang disebabkan oleh kesalahannya, dia mulai memperbaiki diri kemudian belajar menyelesaikan permasalahan yang telah dibuatnya.. [Resolusi].


Semoga penjelasan premis kali ini bisa membantu kamu dalam menulis sebuah cerita.
Salam hangat!
Salam cinta!
Salam literasi!


Aku cinta kalian!

4 komentar:

  1. Terimakasih banyak ilmunya Menulis Novel semoga bisa menyamangati saya lebih dan lebih.

    BalasHapus
  2. Kak apakah Premis dalam film juga harus menggunakan 4 unsur atah hanya sampai di masalaah yang dihadapi

    BalasHapus
  3. Kak apakah Premis dalam film juga harus menggunakan 4 unsur atah hanya sampai di masalaah yang dihadapi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tetap saja menggunakan 4 unsur, karena film berawal dari sebuah narasi cerita. Kita membutukan script kita membutuh alur, plot dsb.

      Hapus

Salam cinta, mari berdiskusi di kolom komentar!