Refleksi Hari Guru Nasional, Sebagai Sarana Pengembangan Guru Lebih Baik

 




Mungkin hari guru, hampir sebulan berlalu namun tentang bagaimana menjadikan hari guru sebagai sarana pengembangan guru lebih baik tak akan pudar. Maka, kali ini Obral Kata Veve akan berbagi tulisan tentang bagaimana cara pengembangan diri sebagai guru bagi peserta didik.

Kini, pandemi masih saja bergentayangan pada bumi pertiwi kita. Ketakutan untuk melakukan kegiatan di luar rumah pun masih ada. Bahkan, selama pandemi sekolah-sekolah diliburkan untuk pembelajaran tatap muka dan beralih menjadi pembelajaran via online atau biasa disebut pembelajaran daring. Guru dituntut berperan aktif dalam penyelanggaran pendidikan dengan kondisi yang mendadak, ekstrim, dan tak terduga.

Banyak kegiatan luar kelas yang harus diganti dalam kegiatan di dalam rumah, karena peserta didik harus belajar di dalam rumah. Tidak bisa keluar, atau berpergian. Media pembelajaran berupa apa yang ada di sekitar rumah. Pada saat kondisi yang demikian, yang menyebabkan perubahan pola pembelajaran akan banyak tantangan yang akan dialami.

Tantangan yang didapat bisa berasal dari:
  1. Murid itu sendiri yang belum bisa beradaptasi dengan kondisi yang ada. Apalagi jika murid tak pandai dalam penggunaan gadget. Padahal pembelajaran masa pandemi bergantung pada gadget dan harus bisa online saat pembelajaran.
  2. Guru, bagaimana kreativitas dan pemahaman guru terhadap teknologi yang ada akan mempengaruhi pembelajaran yang diselenggarakan masa pandemi.
  3. Teknologi yang ada, jika saja teknologi atau alat untuk pembelajaran tidak ada bagaimana proses pembelajaran akan berlangsung.
  4. Orang tua atau wali murid, dalam masa pandemi orang tua memiliki peran yang sangat penting dimana orang tua atau wali murid sebagai pendamping siswa atau peserta didik di rumah ketika pembelajaran berlangsung. Tanpa adanya dukungan wali murid dan orang tua, pembelajaran akan terganggu, bahkan tidak bisa optimal dalam pemenuhan hasilnya.
Berdasarkan penjabaran tantangan yang ada, tetap kunci utamanya adalah seorang guru. Bagaimana guru bisa meminimalisir semua hambatan yang ada dan bagaimana guru menghubungkan segala elemen sehingga tidak memunculkan hambatan yang besar. Guru diharuskan bisa memiliki skill yang mumpuni dalam menghadapi hambatan, apalagi pada saat ini, di mana era Revolusi Industri 4.0 teknologi berkembang sangat cepat jangan sampai tertinggal.

Lalu, apa yang harus miliki seorang guru dalam memenuhi perkembangan yang melaju begitu cepat ini, tak hanya dalam pandemi, pula dalam era Revolusi Industri 4.0 ini? 

Ya, ada beberapa hal yang seharusnya seorang guru miliki?
  1. Memiliki kemampuan dalam berliterasi, baik literasi secara umum, ataupun literasi data. Yang mana pemahaman pengolahan data, bacaan, harus dikuasai secepat mungkin.
  2. Memiliki kemampuan dalam bidang IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi).
  3. Memiliki kemampuan dalam memahami sumber daya manusianya, bagaimana seorang guru dapat memahami apa yang dikuasai seorang murid dan harus diarahkan kemana.
  4. Memiliki kemampuan komunikasi yang baik, ini diperlukan dalam mengajar juga dalam berhadapan dengan orang tua atau wali murid peserta didik.
  5. Memiliki sifat disiplin yang kuat, jangan sampai perilaku guru yang tidak baik akan dicontoh oleh murid atau peserta didik.
  6. Memiliki 4 standar kompetensi seorang guru; kompetensi akademik, kepribadian, profesional, dan sosial.
Setelah memiliki beberapa kemampuan yang ada, guru dapat mengembangkannya dan menyelaraskan hingga sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Jika ini berhasil, akan menjadi pembelajaran yang menarik bagi siswa. Pengembangan diri guru pun juga berkembang dan pendidikan yang ada di negara kita semakin maju pesat.

0 Comments:

Posting Komentar

Salam cinta, mari berdiskusi di kolom komentar!