, ,

Senyum Peningkat Mood Saat Beraktivitas

Awali aktivitas dengan senyuman


       Berawal dari cerita saya sendiri yang memulai sebuah aktivitas dengan terburu-buru, hal ini terjadi karena saya kurang dapat membagi waktu dalam pengerjaan tugas tersebut. Ya, tugas itulah aktivitas saya hari ini. Waktu tenggat yang sudah mepet ditambah keramaian dari anak-anak yang saya ajar dalam bimbingan kelompok belajar yang saya buat. Semua berjalan lancar sebelumnya, lalu menjadi gaduh saat saya teringat diedline tugas kantor yang harus dikerjakan.

Buru-buru!

    Pasti, dan tepat! Saat itu juga, saya menyangka dari semua orang dan segera mengerjakan tugas. Tidak ada senyuman hanya ada kerucut bibir untuk memaki saya sendiri. Sebal! Kesal! Terjadi saat itu juga. Lari terburu-buru semua benda yang ada di sekitar tertabrak. Benar-benar mood menjadi turun seketika. Pikiran berbicara cepat-cepat! Apa yang kudapat? Bukan cepat malah melambat. Semula laptop yang kupakai biasa saja, normal. Internet juga lancar, tidak ada hambatan. Lalu, kenapa saat dipakai hari itu juga malah blank dan melambat. Loading kecepatan internet membuatku terus berteriak dan mengumpat. Tak ada senyuman, hanya berengutan kasar yang kubuat. “Sial! Sial!” kata yang sering terucap.

Semua kacau! Waktuku terhabiskan oleh hal yang seharusnya tidak ada dalam proses pengerjaan tugas. Sesal? Pasti terjadi, dan apa yang terjadi memang sudah terjadi bagaimana lagi.

    Penyesalan terberat adalah kurangnya memanajemen diri untuk bisa mengurus segala yang sudah kamu pilih. Karena pilihanmu adalah tanggung jawabmu.

Eits! Kenapa melenceng dari judul?

    Tidak benar jika melenceng, ini adalah awal pembuka untuk menjelaskan aktivitas yang seharusnya dikerjakan dengan sukarela bukan berat hati mengerjakannya.

Kenapa?

    Seperti kisah saya sendiri yang ada di atas tadi, tidak ada keseimbangan antara kerja kantor dengan pekerjaan yang kamu buat sendiri. Seleh genje, memilih hanya yang disukai padahal keduanya adalah suatu kewajiban. Bukan sunnah. Penting megawali kegiatan ataupun aktivitas dengan senyuman adalah untuk membuat diri ikhlas mengerjakan. Akhirnya pekerjaan akan disenangi.

    Bayangkan kamu menyukai menggambar, lalu kamu mendapat commision untuk menggambar sebuah objek. Apa reaksimu? Tersenyum.  Sebab, kamu menyenangi aktivitas tersebut. Berbeda lagi jika kamu suka menggambar itu ditugaskan untuk mengerjakan soal matematika. Soalnya sebenarnya tdak terlalu berat tetapi karena kamu memberengut terlebih dahulu. Hasilnya apa? Soal terlihat semakin sulit. Biasa cukup dikerjakan dua puluh menit malah menjadi satu jam lebih.

Sebenarnya apa sih manfaat senyum?

  • ·        Senyum mampu mengurangi tingkat stres.

    Orang yang tersenyum bisa melepaskan hormon, yang biasa disebut hormon endorfin yang mampu mengurangi dan menyingkirkan hormon stres. Luar biasa bukan manfaatnya. Stres pemicunya adalah kebanyakan beban pikiran langsung bisa diobati dengan senyuman.

 

  • ·         Memperbaiki mood.

    Orang yang tersenyum juga bisa memperbaiki mood mereka, karena senyuman membuat kita lebih bahagia. Awas aja kalau senyum palsu malah membuat tertekan. Karena tidak bisa mengeskpresikan apa yang dirasa. 

Senyumlah dengan ikhlas. Oh, ya tersenyum ini juga bisa membuat tubuh untuk meningkatkan suasana hati, seperti menjadi bahagia. Karean dengan tersenyum sebenarnya mengaktifkan pesan saraf yang berada di otak.

Dalam artikel klik dokter yang berjudul “Alasan Mengapa Senyum itu Sehat” menyatakan bahwa senyum memicu pelepasan komunikasi saraf dan meningatkan neuripeptida serta neurotransmiter. Sehingga dari proses itu membuat peningkatan dalam suasana hati.

 

  • ·         Senyum dapat meningkatkan kekebalan tubuh.

Dalam beraktivitas kita perlu tubuh yang vit agar aktivitas terganggu. Maka, dengan terseyum kita bisa mengurangi tingkat stres yang bisa membuat daya imune menurun.

 

Pernah dengar, kalau senyum juga merupakan sedekah.

Jika di kalangan umat muslim terdapat hadis yang menyuruh untuk tersenyum. Meskipun begitu, di kalangan lain pun sama menyuruh tersenyum untuk kesehatan tubuh sendiri.

 

تَبَسُّمُكَ فِي وَجْهِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ

“Senyummu di depan saudaramu, adalah sedekah bagimu” (Sahih, H.R. Tirmidzi no 1956).

Jangan lupa menulis pun termasuk aktivitas! Jadi, jangan lupa menulis sambil tersenyum agar mood selalu bagus, Oke?
Continue reading Senyum Peningkat Mood Saat Beraktivitas
, ,

Menuliskan Patah Hati



Menuliskan patah untuk menyelami hati 

    Bila berkaitan dengan percintaan, akan ada sebutan jatuh cinta dan patah hati. Dua hal yang memiliki pengaruh besar dalam hidup seseorang yang mengalaminya. Tentang jatuh cinta berkaitan dengan bahagia, tawa, dan senandung ria. Sedang patah hati berkaitan pada tangis, nelangsa, sakit, kecewa dan ..., apapun hal yang berakhir pada kesedihan. Eksitensi patah hati sangat tinggi di kalangan dua insan yang telah putus cinta, seseorang yang memendam rasa, atau cinta seseorang yang bertepuk sebelah tangan.


    Patah hati bukan perihal tentang cinta dua sejoli saja, juga tentang perihal rasa yang telah lama ditinggikan tiba-tiba terjerembab dalam lubang. Sakit? Itu pasti. Patah hati yang paling menyakitkan ketika kedua orang tua berharap lebih tentang kita, tetapi kita tak bisa bakan sama sekali dibanggakan. Itu paling menyakitkan, di lingkungan luar kita dibanggakan begitu lebih tetapi dalam kehidupan sendiri banyak yang kurang bahkan nol besar.


Lalu ada apa dengan menuliskan patah hati?


    Ya, menuliskan patah hati mungkin tak berdampak lebih dari diri kita. Tentang kecewa yang amat besar, tentang sakit yang sangat perih. Pernah mendengarkan tulisan adalah obat atau bahkan sudah pernah membaca blog saya tentang [Luapkan dengan Tulisan]. Jika di blog sebelumnya lebih ke umumnya. Di sini kita akan membahas lebih tuntasnya. Bisa dibilang ini biangnya, yang njelimetnya bakal diungkap di sini.

1. Fakta Orang Patah Hati


a. Patah hati bisa membuat orang depresi.


    Sebab seseorang yang patah hati merasa setengah jiwanya hilang. Keyakinan yang dicintainya adalah orang yang akan menemaninya sampai tua membuatnya tersakiti setelah terjadinya pemutusan hubungan. Angan yang sudah terbangun terpaksa dibuyarkan. Tekanan-tekanan yang dialami ini membuat seseorang yang patah hati bisa depresi.
Depresi bisa disebabkan oleh zat kimia, faktor genetik, dan hormon. Di saat patah hati inilah akan ada peningkatan terhadap hormon kortisol yang menyebabkan stres. Jika kita mengalami patah hati yang berada pada jangka panjang akan meningkatkan pula jumlah hormon kortisol ini.


b. Patah hati dapat menurunkan kualitas sistem kekebalan tubuh.


    Menurut ahli terapis pasangan dari AS yang dilansir di website halodoc, orang patah hati akan melepaskan hormon stres yang dapat mengurangi sistem kekebalan tubuh. Karena turunya kekebalan tubuh kebanyakan orang yang patah hati bisa terkena penyakit. Itu sangat berbahaya bagi pelaku patah hati, bukan?



c. Patah hati bisa mempengaruhi berat badan.


    Orang yang patah hati bisa mengalami kenaikan atau penurunan berat badan. Ini tergantung bagaimana orang yang menyikapi patah hatinya, ada yang melakukan mogok makan dan ada yang meluapkan emosinya karena patah dengan makan sebanyak mungkin untuk menghilangkan rasa sesak di dadanya.



d. Patah hati sangat berpengaruh pada wanita.


    Menurut artikel dari list25.com, dari Journal of Epidemiology and Community Health perempuan yang mengalami patah hati sangat lambat untuk memulihkan dirinya. Penelitian tersebut terdiri dari 2,137 laki-laki dan 2, 303 perempuan yang di bawah usia 65 tahun.
    Dari artikel ini menjelaskan jika perempuan lebih peka perasaannya daripada laki-laki. Bahkan, banyak yang mengatakan ketika dua orang patah hati, perempuan lebih dulu merasakan sakitnya dari pada laki laki. Juga, perempuan sering menggunakan perasaannya sedang laki-laki menggunakan logikanya.



e.  Patah hati bisa menyebabkan kematian.


    Pernah mendengar sindrom takotsubo cardiomyopathy? Ya, sindrom yang bisa menyebabkan lemahnya otot-otot jantung yang bisa membuat seseorang serangan jantung. Tekanan emosional yang membuat seseorang akan mengalami sindrom ini. Tekanan emosional terjadi ketika pemutusan hubungan yang berlansung secara mendadak.



2. Mengatasi Patah Hati


    Cukup sulit untuk mengatasi patah hati karena tidak semua orang sama dalam menyelesaikan rasa patah hatinya yang teramat sakit itu. Ada cara tersendiri untuk membuat seseorang yang patah hati lebih lega. Namun, tetap saja perlu cara umum untuk dicobanya:


a. Mengikhlaskan.


    Hal tersulit dalam mengatasi patah hati adalah mengikhlas, siapapun tahu seseorang yang sudah dalam mencintai pasangannya tidak akan mampu mengikhlaskan apa yang sudah terjadi. Selalu mengenang dan mengumpat dalam-dalam pada seseorang yang membuatnya patah hati. Jika itu terjadi tahap mengikhlaskan akan terhambat. Tetapi tahukah kamu jika hatimu perlu dirimu untuk memutuskan?
Hal yang tidak mungkin ketika ada tekad pun bisa mungkin, hanya saja untuk mengikhlaskan benar-benar tentu saja membutuhkan waktu lama. Terpenting sudah berusaha. Jangan dipaksa, makin tersiksa.


    Jika kamu patah usahakan jangan menyerah, jangan kalah dengan keadaan. Hidup ini masih seindah seperti biasanya meski ada salah satu orang yang kebetulan dekat denganmu hilang entah kemana. Kamu bukan pecandu cinta untuknya, kamu adalah orang yang mencintai dirimu sendiri. Menuliskan tentang dirimu yang patah sebab itu obat diri. Tak perlu disesali semua masih berlanjut, tenang saja kau tak akan mati oleh ini.
    
    Kamu adalah milikmu sendiri, kamu punya andil besar dala hidupmu. Tuliskan rasau, sakitmu, marahmu, bencimu, ragumu, tangismu, kelumu, pikirmu, anganmu, semua yang ada di dalam pikiranmu keluarkan! Jangan ragu untuk menuntaskan.
Kamu memang patah hati, tetapi hidupmu tak akan berhenti. Boleh kau tangis, tetapi jangan lari karena perih yang menggelayuti. Bertahanlah! Kamu orang hebat.
Menuliskan patah hati, merasakan nyeri. Tenanglah itu hanya sebentar. 


b. Menghibur diri.


    Ketika patah hati terjadi, jangan biarkan dirimu terlalut dalam kesedihan yang akan semakin mencekikmu. Patah hati yang amat sakit bagimu haruslah dicarikan penghiburnya agar dirimu sedikit teralihkan dari rasa laramu itu. 

Bagaimana cara menghibur diri?

    Bisa dengan menonton film, melihat drama-drama Asia, membaca novel, mendengarkan musik yang ceria (Jangan yang sendu malah memperburuk rasa sedihmu)

 

c. Menjadikannya sebagai tulisan.


    Patah hatimu terlalu sia-sia jika hanya kau ratapi perlu adanya sebuah pencapaian meski sakit yang ada. Bersama dengan dereten kalimat yang bisa membuatmu semakin tenang.

Benar merawat patah hati dengan tulisan akan membuatmu lega.

    Segala unek-unek yang ingin kamu sampaikan bisa kamu tulis di dalam sebuah buku, bisa dengan catatan diary kamu. Jangan ragu untuk menuliskannya, itu adalah obat mujarab bagimu.

 

3. Patah Hatimu bukan Salah Dirimu.


    Patah hatimu bukan salah dirimu, jangan menyiksa batinmu jika kamu merasa paling salah di sini. Merasa jika dirimu orang yang paling menderita dan harus dikasihani, itu tidak perlu. Rawatlah dirimu, yakinlah bahwa kamu orang luar biasa yang bisa menjalani hidupmu tanpa orang terkasihmu dulu. Kamu adalah orang hebat yang mampu bertahan di atas cobaan cinta yang menghadang. Jangan sampai masa depanmu hancur karena kamu merasa hilang arah, tak punya pegangan untuk berdiri sendiri.

 

 

Continue reading Menuliskan Patah Hati
, ,

Menulis Butuh Mental Kuat



    Menulis bisa dikatakan susah-gampang sebab menulis haruslah mempunyai kekuatan dalam dirinya agar terus melanjutkan tulisannya. Perlunya rasa percaya diri dan tekad sekuat baja tidak lembek karena urusan sepele.


    Menulis itu membangun sebuah gagasan yang terekam dalam otak tersurat lewat tulisan. Dalam proses menulis ini banyak di antara para penggagas ide mandek untuk melanjutkan apa yang sudah dimulai. Ini terjadi karena beberapa hal yang itu baik sengaja atau pun tidak. Kemandekan proses menulis bisa memakan waktu lama jika tidak ditangani. Apalagi yang bermental lemah sekali "blank" langsung bilang 'ogah nulis'. What! Jangan gitu dong! Masa mau dikalahkan oleh diri sendiri, lucu kali!

    Mental penulis akan diuji tidak hanya dari kekurangan ide, kecacatan tulisan, atau komentar pedas dari pembaca tulisan kita, mental penulis diuji dari sisi psikologinya. Saat menulis fiksi misalnya, penulis terlalu terbawa dalam dunia tulisannya sampai mental dari penulis bisa melayang dan jatuh secara bergantian, kayak jungkat-jungkit. Nyes! Nyeseknya, pooooll!

    Melalui pematangan mental penulis akan terbiasa dengan mental down. Seorang penulis tidak akan mundur untuk menuliskan tulisannya. Jangan sampai menjadi penulis pengecut, sudah melangkah, eh! Putar badan, balik kanan grak! Kan, bakal mempengaruhi karya juga.

    Bukan merampungkan tulisan, malah berakhir sebagai produsen kalimat pembuka. Soalnya isi dan penutupnya nggak pernah digarap. Ya, kali nulis cuma awalan. Kapan akan menjadi bukunya? Target, mana target!

    Sebelum mengalami perubahan mental yang bisa turun drastis, perlu penekanan pada diri penulis, persiapan juga diperlukan, setiap ide yang ada ditulis jangan dibiarkan terbang begitu saja, perlu pemahaman jika menulis pun masih bisa salah, gunakan editing untuk meneruskan. Ingat penulis itu harus tahan banting, harus kuat mental agar bisa menjadikan karyanya dalam sebuah buku.

Cara membuat penulis bermental baja nan kuat sangat:
  1. Persiapan diri haruslah matang, kekuatan mental, tahan cobaan, siap menerima saran, tidak cengeng,berlapang dada. Terpenting ingat "Manusia itu tempat salah dan lupa", percaya diri tapi jangan over, sampai nggak mau menerima masukan.
  2. Persiapan materi, ya dong harus punya materi. Jika ada kritikan bisa dijawab dengan materi agar tahu dimana penyimpangan terjadi.
  3. Persiapan lingkungan. Bangun lingkungan yang kondusif. Peerbanyak relasi, jangan berdiam diri, mana dapa pengaman jika cuma di titik yang tetap nggak mau melangkah. Ya, kelus nulis ga butuh arahan tau saran.


Continue reading Menulis Butuh Mental Kuat
, ,

Abadikan Diri dengan Tulisan


           

         Kalau saya kira ini musim nulis gimana? Sekarang banyak sekali pegiat literasi yang sangat gencar mengajak kawan-kawannya untuk belajar menulis. Menulis apa saja, baik fiksi maupun nonfiksi. Baik sastra maupun nonsastra. Menulis itu seru, katanya. Kok bisa? Ya, bisa saja jawabnya.

        Bingung serunya dari mana? Ya, dari cara kamu mengolah idemu. Apa yang kau pikirkan diturunkan pada tulisan. Berawal dari tulisan sederhana menjadi tulisan rumit penuh teory. Berawal dari tulisan ngawur akhirnya menjadi teratur. Berawal dari coba-coba menjadi ketagihan, hayo siapa? Tapi, yak teman-teman kita di tahun 2016 pernah mengalami masa kritis membaca, loh. Ya, Indonesia di tahun 2016 mendapat peringkat 2 terakhir dalam hal minat baca. Survey mengatakan sebab Indonesia mengalami masa terburuk karena sulitnya akses untuk mendapatkan bacaan itu karena berada di daerah terpencil. Bahkan teman saya yang sedang mengajar di pulau terpencil pun bilang jika ia harus ke kota untuk mendapatkan akses internet dengan lancar. Untuk mengerjakan ujian pun mereka harus 'ngungsi' ke rumah warga yang jaringannnya stabil.

        Beruntunglah saat ini, sebab di tahun 2019 kemarin ada survey yang mengatakan Indonesia mencapai urutan ke-16 dalam kegemaran membaca yang dilansir oleh World Reading Habbit dengan urutan pertama adalah India yang rata-rata membaca selama 10.42 menit dalam seminggu. Bahkan India ini mempunyai agency terjemahan bahasa Indonesia terbaik ketimbang kita sebagai pemilik bahasa aslinya.

        Kalau sudah begini, dengan peningkatan yang naik tajam seharusnya kita bisa lebih dari ini, bukan? Banyak sekali platform menuis dan membaca yang sangat mudah diakses. Kalau jaman dahulu kita hanya bisa mengandalkan perpustakaan sekolah dan daerah, sekarang pun perpustakaan digital ada seperti i-Pusnas. Web berkaitan jurnal naisonal dan internasional juga ada seperti: jurnal Akademia yang sangat mudah diaksesnya, jurnal Cambridge, dan jurnal lainnya yang tak kalah banyak. Tidak hanya web untuk tulisan ilmiah, tulisan fiksi yang uatan Indonesia pun ada, Kwikku, KBM, dan lain-lainnya. Platform lainnya seperti; Novelme, Joylada, Noveltoon, Wattpad, Dreame, bahkan banyak yang belum tersebutkan atau masih ada dalam rancangan.

Padahal tadi saya membahas menulis, kok membahas bacaan juga?

        Karena seorang pembaca pun bisa menjadi penulis. Rugi banget jika ide yang ada di dalam pikiran kita harus melayang jauh tanpa ditangkap dan dipatrikan ke dalam tulisan. Pasti banyak yang mendengar kutipan " Ikatlah ilmu dengan menulis." Yap, ini adalah Sabda Rasulullah SAW bahkan sahabatnya pun diajak untuk membuat tulisan.Salah satunya Abdullah bin' Amru.

        Jika kalian tekuni dengan benar, menulis pun banyak manfaatnya. Mengajarkan kita untuk banyak membaca. Tidak ada penulis yang tidak suka buku karena tulisan yang ditulisnya berasal dari buku yang dibaca. Bukan maksud meniru melainkan menyampaikan gagasan lain yang sesuai dengan apa yang dibaca. Jika ini menulis non sastra, ya. Banyak sekali manfaatnya, bukan? 

Kalau kata saya, kamu hidup pasti banyak perjalanan jika kamu tua ingin mengingatnya maka abadikan dengan tulisan.

        Menulis sastra pun juga bermanfaat. Banyak sekali dari kaum penulis yang tak bisa menyuarakan perasaanya untuk negeri ini dituangkan dalam tulisan. Biasanya penuanganya lewat puisi, karena keidahan majas dan lugasnya maksud mudah mengena bagi pembaca sekalian. Menulis itu seru kalau tidak seru, tidak mungkin sekarang ada 2,3 milyar karya ilmiah yang dibuat oleh anak bangsa. Bahkan Indonesia mendapatkan gelar perpustakaan terbaik.

        Maka dari itu, menulislah! Ikat ilmumu, abadikan dirimu, jadikan tulisanmu sebagai prasasti agar dikenang. Menulis itu mudah asal punya kemauan. Tanpa kemauan kamu tidak akan menulis. Tahu tidak awal saya menulis ini hanya dari iseng belaka, loh. Keterusan sampai berapa kata ini. Menulis dapat menumbuhkan minat baca. 

        Menulislah ekspresikan rasamu!


Menulis iku seru lek ra seru lapo moco tulisan iki?
Nah, untuk kalian semua jangan sungkan untuk menulis. Tulislah apapun itu.

Salam literasi.


Mya Veronica, wong suka nulis tetapi kadang ngawur.




Continue reading Abadikan Diri dengan Tulisan
,

Surat Pendek untuk Penjual Buku Bajakan dan Penyebarnya



Atasi ironi yang dikatakan lumrah
Pernahkah engkausadar jika lakumu adalah salah?
Kau seakan menulis apalagi peduli 
Kau tak pernah tau
Jika ide harus dicari
Engkau pun tak menyadari
Betapa kejam duniawi bagi penulis kini

Untukmu yang rakus
Untukmu yang gila fulus
Bisakah kauberhenti?

Setiap kata promosi
Mencekik kami (para penulis)

Setiap satu pembeli
Menusuk kami (Jiwa penulis)

Seenak kau ongkang dan ketawa bahagia
Amanah kau lupakan begitu saja
Pembunuh para pekerja kata
Hedon di atas sengsara kita

Di bawah kesadaran, 1 April 2020
Continue reading Surat Pendek untuk Penjual Buku Bajakan dan Penyebarnya
,

Luapkan dengan Tulisan

   

 

    Banyak di antara kita susah untuk menjelaskan apa yang dirasa, meracau tentang segala penat yang sudah mengacakacak pikiran hanya untuk menyiratkan segala emosi yang ada; tangis, haru, takut, lelah, menyerah, sedih, senang, susah, ataupun emosi-emosi yang lama tak tersampaikan. Ada yang mengekspresikan dengan kurang benar,melakukan hal-hal memicu perhatian lain yang bahkan merusak diri sendiri. Berbicara baik-baik saja padahal semua terasa gelap. Melakukan penyiksaan pada diri sendiri, memberi bekas luka pada diri dengan nyata yang sebenarnya tak dapat menyelasaikan dengan pasti. Hanya menimbulkan luka baru untuk menutupi luka lama.


Inilah dinamakan "katarsis". Jika dalam KBBI diartikan kelegaan emosional setelah mengalami ketegangan dan pertikaian batin akibat suatu lakuan dramatis. Untuk mendapatkan kelegaan itu sangat perlu pengungkapkan, bukan? Agar tak merasa lelah dengan hal yang ada.


    Nah, dalam katarsis ini ada dua sisi pengungkapan. Satu perihal sisi baik dan dua perihal sisi negatif. Di dalam sisi baik kita bisa mengungkapkan semua emosi kita dalam tulisan; salah satu contohnya. Beda hal dalam katarsis buruk biasanya melalui umpatan dan hal-hal yang dapat merugikan orang lain ataupun diri sendiri. O, ya! Teori Katarsis ini ditemukan oleh "Sigmund Freud" dan dikembangkan oleh "Scheff". Jadi, perlulah kita berterimakasih kepada beliau ini karena kita bisa tau masalah emosional itu bisa dijabarkan dengan pengungkapan yang pantas.


    Tentang emosi yang tertahankan sejak lama perlu banget buat kita yang tak bisa menjelaskan apapun ini dengan hal yang lebih baik bukan? Melewatinya dengan kebaikan membuat kita akan merasa jauh lebih lega ketimbang melakukan hal negatif. Sebab jika melakukan hal tersebut akan mendapatkan penyesalan yang tak pernah kita bayangkan. Bukan menjadi solusi tetapi menambah masalah. Bukan keluar masalah tetapi merumitkan segalanya.


    Sangat tahu sekali jika tulisan ini mungkin tidak berarti bagi kalian. Tulisan ini saya tulis untuk mengajak kepada kalian yang sedang dalam keadaan yang berat nggak tau apa yang harusnya dilakuin. Ingin ngelakuin hal yang nggak sesuai nalar tetapi nggak berani. Ingin macam-macam ingat dosa. Sudah di titik nadhir, teman bahkan keluarga nggak ada yang mendukung.Ya, tulisan ini mengingatkanmu jika luapan emosionalmu nggak harus ke hal buruk, masih ada hal baik yang bisa memberimu kekuatan.


    Tahu nggak? Banyak orang yang menggunakan katarsis  media meluapkan segala emosi. Karna menurut penelitian dari jurnal yang berjudul "Pengaruh Katarsis dalam Menulis Ekspresif Sebagai Intervensi Depresi Ringan pada Mahasiswa" dan ditulis oleh Novi Qonitatin, Sri Widyawati, dan Gusti Yuli Asih, mahasiswa yang mengalami depresi ringan dapat menegekspresikan masalahnya melalui katarsis tulisan. Mereka dapat mengeluarkan apa yang dipendamnya dan mau menyelesaikan masalahnya. Kurang lebih hasil yang diperoleh 52,17%, ini mengatakan lebih dari setengah yang berhasil mengatasi masalah mereka. 


    Jika kamu ingin membuktikan seberapa ampuh katarsis melalui media tulisan dapat membuatmu lebih lega adalah dengan cara mencobanya. Karena tanpa kita mencoba pun kita tak akan pernah tahu bagaimana cara ini ampuh bagi diri kita. Kita hanya mengira saja dan menambah pikiran lagi.

    Cukup mudah, kok. Tulisan yang kamu tulis boleh tentang pribadimu secara gamblang ditulis atau dengan cara dibuat seperti karya sastra. Bisa melalui puisi, senandika, cerpen, novel, kisah inspiratif, atau bahkan prosa sederhana tentang dirimu dan masalahmu. Iya, meski dalam menulis puisi seperti kata Eyang Sapardi untuk tidak menulis dalam keadaan penuh emosi; baik sedih atau marah, baik bahagia atau jatuh cinta, nggak apa-apa. Ini adalah cara pengungkapanmu, bukan? Jadi, lakukan saja. Buat tulisan yang bagus dan dapat menginspirasi. Gimana mulainya? Dari belajar mengungkapkan segala yang terpendam dalam tulisan. Bisa jadi ini juga cara melatih kamu untuk menulis. Barang yang sering dilatih bisa menjadi tajam, kan?



Untuk kalian, selamat mencoba! Kuharap kalian bisa menjadi lebih baik dari sekarang.

Salam hangat dariku.

 

Mya Veronica

Orang suka cakap-cakap nggak jelas kaya gini, heheheh.

 


Continue reading Luapkan dengan Tulisan

Elegi Wisuda Tahun 2020

Elegi Wisuda Tahun 2020


    Lumayan lama berita tentang virus yang menyebar ke seluruh dunia, semua dipenuhi ketakutan saat satu persatu nyawa manusia tumbang. Tak ada kapan pasti wabah ini akan berakhir. Akibatkan pula segala kegiatan dialihkan dalam sebuah kata “online”. Semua tatap muka dialihkan dengan tatap layar. Jabat tangan dirubah sapaan udara, tanpa memegang. Hal inilah, dibuatnya murung untuk para murid yang sedang menempuh pembelajaran, apalagi murid yang sedang berjuang untuk mencapai titik baru dalam hidupnya. Perayaan akhir setiap tahap biasanya diiringi dengan kata “meriah” berganti sepi penuh khidmat. Tak ada suara nama-nama yang tersebutkan untuk menuju panggung. Adanya media layar untuk mengukuhkan para murid yang sudah lulus itu.

    Tak ada lagi pengalihan kucir, tak ada hangatnya peluk tangan dari orang yang berjuang dalam mencapai titik ini, kelulusan. Sungguh mendramatisir jika tangis haru pecah dan tumpah ruah di pelataran sekolah. Menikmati pesta pergantian jenjang pendidikan ataupun penempuhan jalan kehidupan lain.

    Para guru dibuat kalang kabut, memikirkan ide apa sebagai pengganti wisuda nyata ini. Kehidupan murid, kenangan murid perlu sedikit perayaan bukan?

    

Sebagai modal kenangan di usia senja kelak, atau modal saat menjadi pengingat kita di masa depan. Mungkin dari pada ditiadakan lebih memilih melanggar batas sedikit dengan penyederhanaan perayaan, dengan panjat doa bersama nasi kuning penghiasnya.

    Mengkolaborasikan ide guru dengan orang tuanya. Menjadikan tempat bernaung berubah tempat pengukuhan teritimewa. Semua dihiasi, semua bentuk sedemikian rupa hingga sama persis seperti wisuda sebelumnya. Cukup mewah sekali, bagi mereka. Menggunakan layar gadget sebagai awalnya. Indah sangat, sebab kesederhanaan ini belum bisa dinikmati semuanya.

 

Bagaimana pedesaan terpencing, tanpa gadjet? Apakah peniadaan wisuda tak membuat mereka hampa? Perayaan atas semangat juang mereka, mempertahankan pendidikan mereka, batas tempuh mereka? Apakah kata sunyi tepat untuk ini?

Bukan seharusnya sama adilnya dengan yang lain, menikmati kesederhanaan wisuda? Apakah pelanggaran batas akan membuat mereka disebut egois? Bisakah perkumpulan sebatas guru dan murid akan ditonton sebagai tindakan tidak terpuji. Memungkinkan mereka dihujat lebih dan lebih.

Sebab, tetap saja perpisahan akhir perlu dikenang. Sebab tak ada lagi tangis haru bahagia untuk ini. Kenelangsaan, masih menyelimuti. Sedikit keegoisan menjadi penenang sementara.

 

Untuk kalian yang menjani wisuda online, pun kalian yang tak pernah merasakan apapun.

O, Corona! Pernahkah engkau tahu

Di balik toga, ada haru yang disembunyikan

Di balik kucir, ada lega yang ditunjukkan

Di balik nama yang tersebutkan, tangis haru keluar

Ada banyak rasa yang keluar untuk sebuah “wisuda”

Hal yang dinantikan setelah pengukuhan, senyum merekah begitu menawan

Ingat berapa keras kita mengusahakan

Namun, sejak engkau datang, menghilanglah tangis haru gembira berganti sesak tangis menahan lara. Nyawa banyak tumbang dan kau semakin ketara

______

Sampai jumpa di lain post, kawan. Semoga tulisan ini bermanfaat. Entah bermanfaat untuk apa. Hahaha. Selamat membaca!

Salam hangat dariku

 

Mya Veronica


Continue reading Elegi Wisuda Tahun 2020

Cara Membuat Blog Lewat Blogger

   

    Hari-hari ini menjadi blogger semakin diminati kembali. Banyak orang yang ingin belajar membuat blog. Tetntu saja itu mudah bagi yang sudah mengetahui step by step-nya. Berbeda dengan beberapa orang yang belum mengetahui bagaimana cara membuat blog. Oh, ya! Kebanyakan penulis juga bermain blog, loh. Blog juga bisa sebagai fortofolio kita. Asal dalam blog itu mengandung tulisan yang berkualitas. Bukan ecek-ecek. Bukan main-main, apalagi COPAS/PLAGIASI. Big No! Di sini kita akan belajar melalui blogger yang biasanya memakai domain blogspot (dot)com


Oke, kita mulai cara membuat blog melalui "Blogger"

1. Ketik di papan pencarian "Blogger"  atau klik link ini (lebih mempercepat kamu menuju logger)


2. Selanjutkan klik tulisan "Create"





Nah, ini dia awal kita akan membuat blog. Langkah pertama untuk memasuki blog.

3. Selanjutnya kamu akan melihat hal seperti ini.



4. Lalu pilih "Create your blog" dan akan memunculkan tampilan seperti dibawah ini.
Jika muncul gambar seperti tampilan pilih "berikutnya" .

5. Kamu akan di tanya kata sandi e-mail kamu.


Setelah memasukkan kata sandi e-mail, klik "berikutnya"


6. Akan memunculkan tampilan seperti ini.


    Buat judul yang tidak ada di mesin pencarian. Tidak hanya berbeda tetapi unik yang bisa memudahkan pengunjung untuk mengingatnya. Pastikan judulmu itu sesuai dengan isi blog.

7. Tahap ini kamu akan membuat link menuju blogmu.

8. Tahap ini menuliskan profil kamu.

Tampilannya:

Untuk menjadi:

9. Terakhir barulah kamu bisa membuat tulisan di blogmu. 
Kamu bisa mengkreasi tampilan blog atau kamu bisa membuat niche untuk blog. Niche itu apa? Niche di sini sebagai tema dalam blog-mu. Tulisan apa yang ingin kamu buat. Mau membuat blog gado-gado atau bertema.

Itulah cara membuat blog lewat blogger. Semoga cara ini bisa membantu kalian semua untuk belajar. Jangan pernah lelah untuk menulis. Tuliskan idemu jangan takut. Karena memberikan ilmu bagi yang lain itu bagus.

Sekian dari saya, sampai jumpa di tulisan yang lain. Bye-bye!



Continue reading Cara Membuat Blog Lewat Blogger
, ,

Menunda Pekerjaan Membuat Penulis Kalangkabut

 
 

Buruknya Menunda Pekerjaan

    Tidak dapat dipungkiri menunda pekerjaaan adalah gaya hidup negatif yang sering kali dilakukan. Alasan utama dari menunda pekerjaan adalah rasa malas. Pekerjaan yang ditunda-tunda sering kali bukan pekerjaaan ringan bahkan pekerjaan sangat penting dan berharga. Tetapi selalu ditunda, why? Ini hal umum tetapi bisa menjadi momok.

    Satu kali menunda pekerjaan membuat kita semakin candu untuk melakukannya lagi. Apa yang sebenarnya bisa dilakukan ditunda untuk dilakukan besok dan besoknya lagi yang berakhir mengerjakan saat diedline tugas datang. 

Apa hasilnya? Tugas keteter, hasil minim dengan target yang ditentukan. Ini membuat seorang penunda pekerjaan atau tepatnya penulis bisa kehilangan waktu banyak dan target yang tepat.

 

    Kalimat yang sering terdengar saat menunda pekerjaan:

1.    Ah, nanti saja!

2.    Ini terlalu sulit!

3.    Aku sudah tak memiliki ide!

4.    Ini tidak sesuai dengan kemampuanku!

5.    Aku tidak bisa!

6.    Tidak ada yang dapat kutulis!

    Dan kalimat lainnya yang intinya adalah tidak akan melakukan pekerjaan itu selama pekerjaan sulit dan malas yang menemani. Apakah kalimat ini buruk? YA, TENTU SAJA. Bahkan, kalimat ini memacu kegiatan negatif. Berleha-leha selama pekerjaan dibiarkan egitu saja. 

Sebenarnya menunda pekerjaan juga adalah dalam fenomena psikologi yang bernama PROKRASTINASI.


Apa itu Prokrastinasi

    Prokrastinasi berasal dari dua kata bahasa Latin. Pro dan Crastinus, "pro" berarti forward atau dalam bahasa Indonesia artinya "Meneruskan" dan "Crastinus" berarti belonging to tomorrow atau dalam bahasa Indonesia "Besok". Jadi, Prokrastinasi adalah tindakan menunda pekerjaan untuk besok. Bahkan, membuat pelaku mengerjakan hal yang tidak penting dari pada hal penting. Dalam survey pijarpsikologi.org orang yang mengalami prokrastinasi kronis sebanyak 20%, dan 80% prokrastinasi umum yang dialami mahasiswa. Sungguh luar biasa, fenomena ini.

 

Apa yang menyebabkan Prokrastinasi?

Penyebab fenomena psikologi ini terjadi karena kurang motivasi dari diri sendiri. Tidak ada planning yang tepat untuk mengerjakan pekerjaanya. Terpaku pada waktu panjang yang dikira bisa membuatnya nanti dan nanti. Prokrastinasi terjadi juga karena adanya "Multitasking"  padahal jika kita bisa menggunakan sebaik mungkin, multitasking  bisa membuat penulis bisa memaksimalkan waktu untuk melakukan hal banyak. Namun, jika penulis bisa menjaga diri agar tidak teledor. Beda lagi jika penulis masih rancu dengan yang dikerjakan. Akibatnya penulis akan menjadi switchtasking. Paling parah akan menunda semuanya. Berakhir pekerjaan yang dikerjakan hanya setengah-setengah.

 

Penyebab lainnya adaah kurangnya regulasi diri.

 

Regulasi diri adalah kemampuan seseorang mengatur perilakunya. Jika seorang penulis saja tidak bisa mengaturnya apa yang kan terjadi? Misal dia mendapat job sebagai freelancer writer dia mendapat tugas untuk menulis copywriting, biografi, dan creative writing. Semua diedline pada hari yang sama. Penulis mencoba mengerjakan dalam satu waktu, di tengah penulisan adanya writing block. Penulis berhenti sampai dikerjakan pada hari H. Apa hasilnya? Semua keteter dan mendapat komplain dari client. 

Penting menjaga regulasi diri agar tetap stabil untuk memudahkan dalam mengerjakan suatu pekerjaan. Pekerjaan terselesaikan, rapi, dan tak perlulah untuk mengalami strees berat akibat tertundanya pekerjaan tersebut.

 

Siasat Menghadapi Prokrastinasi

1.    Jika ada hasrat untuk menunda pekerjaan, sebelumnya perlu meningkatkan Motivasi diri, buat target pencapaian dan konsep yang akan dikerjakan.

2.    Jika itu tidak berhasil cari mood  sesegera mungkin. Kunjungi tempat-tepat yang bernuansa adem: bukit, pantai, belakang rumah yang ada pohonnya atau tempat yang disenangi.

3.    Coba untuk membuat manjemen waktu, pilih pekerjaan mana yang akan dilakukan terlebih dahulu. Jangan melakukan multitasking  jika tidak mampu. Itu akan memperparah rasa malas.

Selamat mencoba!

 

Kata Imam Syafii " Waktu ibarat pedang. Jika kamu tak menebasnya, maka kamu sendiri yang akan tertebas.

 





Continue reading Menunda Pekerjaan Membuat Penulis Kalangkabut