Mendongeng: Sarana Pembentukan Karakter Anak


 Sudah sering mendengar kata mendongeng? Apa yang terlintas dalam pikiran kalian tentang mendongeng?

    Ya, sering kali mendongeng berkaitan dengan cerita, anak-anak, dan olah suara yang bisa berubah menjadi apa saja.

    Tepat pada tanggal 7 Januari 2021 ini, YPM (Yayasan Pendidikan Muslimat) NU di Kabupaten Tulungagung mengadakan webinar dengan tema yang sama seperti judul di atas. Pemateri kali itu tidak kalah hebat, Ibu Dhiana Kurniasari C. S.Hi., S. Pd., yang dimana beliau seorang pendongeng, penulis, juga pengajar TK. Pengalaman mengajar beliau pun tidak diragukan lagi, seluk-beluk dalam mengajar sudah tentu diketahuinya.
    Kembali lagi masalah hambatan yang ada pada masa pandemi, tidak mudah mengajarkan anak secara tekstual dan ketat. Akan lebih banyak perlawanan yang akan kita dapat dari mereka. Apalagi, anak-anak usia dini yang lebih mengenal bermain dari pada teori. Maka, mendongeng juga bisa menjadi metode pembelajaran yang baik bagi anak.

    Merevitalisasi kegiatan mendongeng agar bisa dikenal kembali oleh anak-anak jaman sekarang itu sangat perlu. Sebabnya, kita sebagai pegajar, pendidik, orang tua perlu memahami teknis dan tetek bengeknya tentang mendongeng. Jika kata Bu Dhiana, mendongeng itu seperti kita memberi makan. Ya, karena di dalam mendongeng tak hanya menitik beratkan pada hiburan saja, tetapi tentang bagaimana cara menyampaikan pesan baik bagi pendengar dan penonton kita. Utamanya pada anak-anak dalam memahami secara sederhana.

    Sebenarnya, apa itu mendongeng?

Mendongeng adalah seni ketrampilan bertutur dan mencipta ulang cerita yang bisa bersumber dari buku ataupun bersumber dari lisan dimana dituturkan secara lebih hidup agar mudah dinikmati dan diambil nasehat yang ada di dalamnya.

    Mendongeng itu bukan perkara gampang atau perkara susah, tinggal bagaimana kita mau untuk melakukannya. Mendongeng perlu dilakukan guna memberikan nutrisi anak tentang sebuah cerita dongeng yang dimana menjelaskan kehidupan, bagaimana bertutur, bagaimana berperilaku, dan norma-norma lain dalam kehidupan nyata. Meskipun dalam mendongeng adanya perbedaan kondisi dalam kenyataannya. Hal ini digunakan agar anak tak merasa dinasehati.Sebabnya mendongeng itu seni menasehati anak tanpa menggurui. Anak dapat menerima, dan orang tua atau guru dapat menjelaskan.

Jika mendongeng disebut media pembelajaran anak dalam pembentukan karakter anak, lalu apa sih manfaat mendongeng itu?

Manfaat mendongeng itu sangat banyak tidak hanya bagi pendongeng atau pun penonton dan pendengarnya. Seperti:

  1. Mendongeng, sudah pasti menjadi media hiburan anak.
  2. Mendongeng bermanfaat bagi perkembangan kognitif anak. Melalui mendongeng anak akan berimajinasi, berpikir, mencoba mencari sebab-akibat, semisal tentang Kancil yang suka mencuri timun, akibatnya menjadi diburu oleh pak tani, atau tentang Jerapah yang sombong akhirnya terjatuh dan kesakitan juga, dan masih banyak lagi.                           
  3. Mendongeng menumbuhkan perkembangan emosional anak, di dalam mendongeng anak akan memperhatikan mimik, gesture dari pendongeng, sehinggga anak atau penonton dari orang yang mendongeng secara tidak sadar akan terlibat langsung dalam keadaan emosional si tokoh dalam cerita dongeng itu.
  4. Mendongeng bisa menjadi sarana pemerkuat ikatan anak dan ibu, ketika ibu sebagai pendongeng untuk anak-anaknya. Sudah tentu akan ada jalinan komunikasi yang lebih intens. Anak akan penasaran dengan cerita itu akan mengamati, mendengar, dan bertanya.
  5. Mendongeng akan meningkatkan ketrampilan linguistik anak. Mendogeng seni bertutur, maka pelafalan dalam mendongeng harus jelas agar bisa dinikmati dan dipahami oleh anak. Akan ada waktu dimana anak akan bertanya tentang ini dan itu, yang akhirnya anak dapat menambah perbendaharaan kata yang lebih banyak dari sebelumnya. Mengetahui pelafalan juga makna dari kata tersebut.
  6. Meningkatkan minat baca anak, sebabnya kenalkan anak buku saat mendongeng. Hingga mereka penasaran dan semakin lama tahu betapa buku itu menyenangkan dan banyak gambar-gambar menarik yang menyebabkan anak suka untuk membaca. Kebiasaan orang tua yang membaca buku ini juga, akan ditiru oleh anak.

Apa beda dongeng dengan cerita?

Dongeng adalah salah satu jenis dari cerita. Ibaratnya dongeng itu ibarat apa yang ada di dalam rumah sedang cerita adalah rumahnya.

Dongeng adalah hasil karya sastra berdasarkan rekayasa imajinati dan tidak benar-benar terjadi, seperti dongeng ikan berbicara, ikan makan apel, atau lainnya. Sedang cerita adalah rangkaian peristiwa yang tertulis atau lisan yang berasal dari kejadian nyata juga bisa tidak nyata.

Apa yang diperhatikan ketika mendongeng? 

Sebelum mendongeng kita pasti perlu memperhatikan:

Kesiapan diri dengan memperhatikan : 
  • Jumlah peserta, ini akan menentukan posisi kita sebagai pendongeng. Berada dimana kita akan mendongeng, di depan, di tengah, di samping, atau di atas panggung.
  • Lokasi, lokasi kita saat mendongeng. Di gedung, di lapangan atau dimanapun itu.
  • Acara, acara yang ada saat kita mendongeng itu apa, ini digunakan untuk menentukan tema dongeng yang akan kita tuturkan.
  • Umur, umur dari pendengar atau penonton dongeng. Umur akan menentukan durasi dan tema cerita. Jika anak berumur 4 tahun ke bawah, durasi mendongeng kisaran 5 sampai 7 menit dengan konsep tema manusia ataukehidupan atau fabel yang sesuai dengan keseharian anak. Jika umur anak 4 sampai 8 tahun, durasi mendongeng 10 sampai 15 menit dengan tema cerita lebih komplikasi, lebih rinci, seperti tema persahabatan, atau terjadinya sebuah tempat.
Kesiapan materi:

  1. Mendongeng minimal memiliki satu pesan moral. Tanpa ada pesan moral mendongeng terasa hambar. Jika kita makan hanya akan kenyang, namun tak bergizi.
  2. Mendongeng tak perlu melibatkan banyak tokoh, cukup 3-4 tokoh itu akan mempermudah kamu dalam peralihan suara yang biasanya berubah setiap satu tokohnya saja.
  3. Mendongeng haruslah memiliki jalan cerita jelas, untuk anak-anak usia dini pilihlah alur maju yang bisa dipahami oleh mereka.
  4. Mendongeng haruslah sesuai dengan dunia anak, jangan sampai mendongeng hanya tentang kekerasan saja. Akhirnya ditiru oleh anak.
  5. Mendongeng perlu berekspresi (Mimik, Variasi, Intonasi, Pelafalan, Gesture, dan Alat peraga)
Mungkin sedikit tentang mendongeng yang dibahas di Obral Kata Veve kali ini, kita akan membahas lagi di sesi selanjutnya. Sampai jumpa!

Salam hangat!
Salam Literasi!

Aku cinta kalian :3
    




    

Continue reading Mendongeng: Sarana Pembentukan Karakter Anak
,

Mengenal Premis Sebelum Menulis Cerita

    


    Cerita itu datang sebelum ditulis, maka tulislah inti ceritamu agar tak salah jalan jika sudah berada di tengah perjalananya
    Menulis sebuah cerita tidak akan lengkap jika tak menulis sebuah premis terlebih dulu. Sebab, premis adalah unsur terpenting dalam sebuah cerita. Pembuatan novel, cerpen juga membutuhkan premis untuk memulai sebuah cerita. Karena dari premis penulis bisa memiliki gambaran umumnya. Namun, kadangkala penulis abai dalam pembuatan premis, sudah dianggap cukup jika sudah memiliki outline sebuah cerita. 

    Jika dicermati, premis seperti inti terkecil dalam sebuah cerita yang kemudian dijabarkan menjadi log line untuk mempermudah pemahaman dalam penyampaian inti cerita. Kemudian, menjadi sinopsis dijabarkan lebih rinci menjadi outline. Lalu, menjadi sebuah cerita. Nah, apa sebenarnya premis ini?

Premis adalah ide dasar dalam membuat sebuah cerita. Bisa dikatakan premis landasan kita bercerita agar cerita berjalan sesuai alur pertama yang kita ingin buat.

    Sudahkah kalian tahu bagaimana cara membuat premis?

  1. Premis dibuat berdasarkan apa yang terlintas di pikiranmu.
  2. Fokuskan tokoh utama yang akan kamu buat.
  3. Buat premismu secara rinci namun padat dan jelas.
  4. Berdasarkan apa yang terlintas, tulislah lalu jabarkan secara jelas bagaimana cerita yang akan dibuat. Tokoh, tujuan tokoh, masalah yang dihadapi, dan resolusi (penyelesaian).
Unsur-unsur premis itu:


  • Karakter: Menjelaskan karakter si tokoh, dan bagaimana tokoh memulai perjalanan ceritanya. Apa yang melatarbelakangi tokoh itu hidup.
  • Tujuan tokoh: Apa yang menjadi tujuan tokoh dalam sebuah cerita ini.
  • Halangan tokoh: Halangan yang dihadapi tokoh dalam mencapai tujuannya.
  • Resolusi: Kondisi tokoh setelah menghadapi halangan yang dihadapi.

Tujuan Premis:

  1. Sebagai patokan penulis dalam menulis ceritanya. Ini akan menghindari writing's block  juga, menghindari penulis yang menuliskan masalah cerita yang terlalu lebar. Sehingga jalan cerita bisa keluar jalur. Bersama adanya premis, cerita akan berjalan sesuai jalurnya.
  2. Sebagai jalan promosi penulis terhadap editor atau penerbit. Seperti yang pernah saya alami kemarin saat mencoba mendaftarkan diri dalam sebuah penerbit. Dimana yang ditanyakan adalah premis cerita tersebut.
  3. Sebagai arahan penulis untuk tidak membuat mubadzir kalimat yang tidak diperlukan.
Contoh premis:

    Keyla anak yang sangat sombong suka mencela orang yang berada di bawahnya [Karakter], ingin menjadi model papan atas [Tujuan tokoh], namun karena kesombongannya dia banyak memiliki banyak haters sehingga dia dihantui oleh peneror setiap hari [Halangan], mengerti bawah dirinya memiliki haters yang disebabkan oleh kesalahannya, dia mulai memperbaiki diri kemudian belajar menyelesaikan permasalahan yang telah dibuatnya.. [Resolusi].


Semoga penjelasan premis kali ini bisa membantu kamu dalam menulis sebuah cerita.
Salam hangat!
Salam cinta!
Salam literasi!


Aku cinta kalian!

Continue reading Mengenal Premis Sebelum Menulis Cerita
,

7 Alat Check Typo, Kamu Tidak Perlu Khawatir Lagi!

    

7 Alat Check Typo, Kamu Tidak Perlu Khawatir Lagi!

    Sebagai seorang penulis sudah tentu menulis adalah pekerjaannya. Bahkan tak hanya penulis yang akan menulis, semua orang pasti pernah menulis; tugas, surat, proposal, atau lainnya yang kadang perlu membaca ulang tulisannya agar tak ada typo meresahkan. Typo yang ada di tulisan sering kali mengganggu bahkan, membuat tulisan yang awalnya formal menjadi tak formal. Seharusnya terpercaya menjadi diragukan. Kurang satu huruf dalam tulisan bisa memberikan makna berbeda, juga membuat ambigu para pembaca. Apalagi kurang tanda baca. Hmmm.

    Berbagai hal inilah membuat seorang penulis harus membaca ulang dengan jeli, agar tak ada kesalahan seperti typo yang merugikan. Maka dari itu, Obral Kata Veve memberikan pilihan kepada kamu untuk memperhatikan tulisan kamu dengan 7 alat pemerhati typo yang bisa digunakan saat menulis di mesin pengolah kata.


7 Typo Checker, pembantu penulis dalam menulis dengan benar. Tidak hanya baku juga sesuai dengan ejaan yang tepat.

1. Typoonline.com



       Alat pemerhati typo yang di dalamnya terdapat KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) digunakan untuk melihat kata baku, pengertian kata, atau penggabungan kata, jenis kata, dan lain sebagainya. Typoonline ini juga bisa langsung memperhatikan dalam satu dokumen atau file, upload dokumen atau file  yang akan diteliti. Di sana akan muncul tulisanmu yang berada di dalam dokumen atau file beserta penandaan typo sekaligus. Kamu juga bisa langsung memperbaikinya dan menyimpan ulang dokumen atau file kamu. Hebatnya Typoonline ini, bisa meneliti tulisanmu yang ada di website hanya mengirimkan alamat url website kamu.


2. Lektur.id




    Sama halnya dengan Typoonline, Lektur.id ini mesin pemerhati typo yang dapat digunakan juga untuk melihat sinonim dan antonim dari sebuah kata. Di dalam Lektur.id ada bebrapa artikel tentang pendidikan yang dapat menambah referensi kamu dalam menulis. Cukup menarik, bukan?

3. Typograp.com



    Mesin pemerhati typo yang ada juga sebagai mesin penulisan ulang artikel tanpa terkena plagiarism atau disebut dengan artikel spinner. Meski tak bagus untuk dilakukan karena menggunakan ide lain. Mesin pemerhati typo, Typograp.com cukup layak digunakan untuk memperhatikan penulisan kita. Kamu bisa menggunakan mesin ini dengan baik.

4. Ejaan.id




    Mesin pemerhati typo kali ini, tak hanya memberitahu dimana letak typo pada tulisan juga sekaligus membenarkan tulisan berdasarka kata baku atau tidak. Jika kamu malas memperbaiki, mungkin ini adalah alat yang tepat yang bisa kamu gunakan. Silakan, dicoba!

5. KBBI


    Mendengar KBBI, kalian sudah sering mendengarnya bahkan sering diucapkan oleh sesama penulis apabila kita ingin mencari kosa kata baru yang dapat menambah wawasan keilmuan bagi kita. KBBI pun sudah diperbarui semenjak ada kata "mudik".Tidak heran pula KBBI digunakan sebagai pegangan dalam menuliskan sebuah karya tulis.

6. Google Doc



    Tidak hanya sebagai mesin pemerhati kata dalam hal typo, google doc juga sebagai mesin pengolah kata onlien yang bisa dibagikan kepada teman-temanmu saat itu menjadi tugas kerja kelompok atau hal lain dimana kamu memang ingin membagikan tulisan kerja kerasmu itu. Google doc akan secara langsung meneliti bagaimana tulisanmu itu benar atau tidak dengan tanda merah di bawah tulisan juga pilihan perbaikan kata yang berada di bawah ketika kita mendekatkan krusor kita pada kata tersebut. Ini mesin pemerhati kata dalam typo juga mesin yang dapat digunakan dimanapun.

7. Microsoft Word


    Jika Google Doc adalah mesin pengolah kata online, sedang Microsoft Word adalah mesin pengolah kat offline yang juga bisa menjadi pemerhati typo saat kelelahan menghambat. Cara meneliti penulisan salah atau benar dengan klik FILE lalu OPSI dan pilih PROOFING. Selanjutnya pilihan tergatung pada Microsoft Word yang digunakannya.


Banyak cara untuk memperbaiki tulisanmu, maka saat ini tak perlu khawatir dengan adanya typo. Kamu bisa memperbaikinya dengan 7 alat typo checker yang sangat bermanfaat bagi kamu sekalian. 


Salam jumpa!

Salam hangat dariku!

Salam literasi! Obral Kata Veve selalu di hati!!



Continue reading 7 Alat Check Typo, Kamu Tidak Perlu Khawatir Lagi!
,

Dear 2021; Resolusi tentang Luka Menjadi Karya

Welcome 2021!



    Telah usai akhir tahun dengan berbalut kecemasan berlebihan, kini bersama meletusnya kembang api yang mewarnai langit malam tandakan awal baru telah tiba. Segala luka yang sering berjajar bersama memberikan air mata untuk menetes lebih banyak sampai mengering tak tersisa sudah tidak ada lagi. Perlu kita untuk bangkit bersama, temukan keinginan yang tertunda hadapi kenyataan yang ada.

    Satu tahun 'tlah berlalu, awal baru sudah selayaknya kita tata lebih baik. Segala beban yang menggantung di pundak mulai kita singkirkan secara perlahan. Tak perlu tergesa-gesa, itu hanya akan menghambat dalam pencarian tujuan sebenarnya. Jalani dengan semaksimal dan optimal bersama semangat baru di tahun 2021.

    Kita semua sudah tahu semenjak pandemi ada, perubahan juga menemani kita. Tak ada lagi kecemasan akibat kaget dengan adanya perubahan sebab kita telah menjalaninya. Pun, telah mencoba beberapa cara di tahun 2020. Saatnya kini kita beresolusi untuk memajukan diri juga negeri.

Lantas ... jika aku bertanya tentang resolusi apa yang kamu pikirkan di tahun 2021, apa yang akan kamu katakan?

Sebelumnya apakah kamu tahu apa itu resolusi?

    Ya, resolusi dalam KBBI putusan atau kebulatan pendapat berupa permintaan atau tuntutan yang ditetapkan oleh rapat (musyawarah, sidang); pernyataan tertulis, biasanya berisi tuntutan tentang suatu hal. Nah, dari sini bisa disebut jika resolusi adalah pernyataan tentang apa yang ingin kaucapai yang akhirnya menjadi tuntutanmu untuk melaksanakannya, tepatnya di tahun 2021 yang akan kaujalani kali ini.

    Karena sudah terlalu lama terbalut luka di tahun 2020, maka jadikan luka itu pengingat diri untuk selalu berkarya tanpa batas. Melupakan pedih yang telah bersarang di hatimu. Anggap sebagai bahanmu untuk terpacu dalam hal kebaikan lagi dan lagi.

    Perbanyaklah kegiatan produktifmu hingga bisa mengasah ketrampilanmu. Nyalakan semangat juangmu dalam mimpimu. Jangan gentar jika masalah menghadang kau sudah pernah mengalaminya, nanti jika kau tak bisa berikan jeda sebentar untuk membenahinanya. Kau tak perlu cemas dan takut untuk mencobanya lagi.

    Jika di tahun 2021 kelak kamu harus tegar akan kehilangan, jangan terlalu rapuh yang amat. Sebab 2020 sudah mengajarimu apa arti kehilangan dan beban. Kamu cukup melewatinya dan mengatasinya dengan bijak. Tak perlu ragu.



    Bersama segala luka yang menemani, jadikan di 2021 ini untuk menghasilkan pencapaian yang kau minati. Kembangkan segala kemampuan yang ada, tak perlu khawatir jika kamu gagal. Kamu sudah pernah di 2020.

    Buat planning, raih mimpi tak perlu merasa pening tetang keterlambatan impian yang harusnya kau lakukan di tahun 2020. Masih ada kesempatanmu untuk saat ini, berjuanglah! Apa yang menurutmu baik coba lakukanlah. Tak ada yang sia-sia selama kau tau itu masih dalam jalur kewarasanmu.

    

Untuk kamu yang ada di tahun 2020 mengalami patah hati tak terkira, kini tunas muda di hatimu muncul kembali. Jaga diri agar tak lagi tersakiti. Jangan terus bersembunyi malahan kau akan menyesali jika 2021 ini akan terlewati begitu saja.


Selamat berjuang! Selamat berkarya! 2021 menantimu. 

Continue reading Dear 2021; Resolusi tentang Luka Menjadi Karya
, , ,

Semacam Pesan dari 2020

   


 Sejenak kita merenung pada satu tahun terakhir, banyak kejadian yang menghampiri sampai tak tahu mana yang harus dilewati terlebih dahulu. Utamanya pandemi corona yang tepat pada tanggal 31 Desember 2019 kemarin, juga tepat satu tahun ini diketahui oleh WHO kemudian merambat menyebar sampai penjuru dunia. Berawal dari ini, kita mengenal artinya kehilangan dan kegagalan. Mengenal arti menunda dan tabah.

    Tawa yang semula tampak biasa menjadi barang mewah tuk didapat. Sebab, banyak pedih yang terlihat. Kehilangan, kesedihan, kemelaratan, kegelapan, meramu menjadi satu hingga menyebabkan putus asa dan lara berkepanjangan. Semua tampak abu-abu bahkan mendung. 

    2020, mengajarkan kita paham bahwa segala kesempatan yang ada haruslah segera diambil. Tak perlu ditunda atau malah dinomor dua-tigakan. Tak banyak orang dapat menemui kesempatan yang ada. 2020, haruslah mengerti waktu sangat berharga. Kapanpun kita bisa terjajah oleh waktu hingga tertinggal dan menyesal. Segala temu yang tampak tak menarik kini, barang sedetik begitu berharga.

    2020, gundah datang menghampiri juga menyebabkan ragu terus berderu tanpa mau menyurut. Hingga kelu sebagai hasil akibat ketidakbisaan menetapkan sesuatu. 2020, yang jauh semakin mendekat. Sedang, yang terdekat terlihat begitu jauh. Komunikasi memiliki jarak lagi sekat yang erat.

    2020, empati kita diuji. Bisa peduli atau bahkan menuli. Apa yang terlihat di mata tentang kesengsaran sebagai cerminan kehidupan kadang baik atau buruk. Mengajak untuk berpikir tindakan apa yang perlu disesuaikan. Memberikan efek kupu-kupu tatkala bisa berbagi bersama.

    Semacam pesan 2020 untuk 2021, inilah satu tahun terakhir. Mengakibatkan kita harus bersabar dan bekerja keras. Belajar pada setiap kejadian yang ada untuk selalui mengevaluasi diri. Agar bisa menempatkan diri dan berpijak pada tumpuan yang tepa. Tak lagi selalu memangku tangan menunggu bantuan datang.

    Untuk kalian tersayang, yang sudah mampu tegar dan ada sampai sejauh ini, terima kasih. 

   


    Terima kasih sudah mau berusaha sekuat tenaga melewatinya. Terima kasih pada hatimu yang tabah terhadap segala masalah. Terima kasih sudah mengikhlaskan tentang kehilangan yang cepat datang. Terima kasih menggunakan waktu berhargamu pada sebuah impianmu. Terima kasih, sudah berjalan sejauh ini meski keluh kesahmu selalu membersamai kamu sampai putus asa terhadap hidupmu. Terima kasih, meski kamu goyah kamu mencoba lagi untuk bangkit dari keterpurukan.

    2021 telah menunggumu, segala rencana sebaikanya sudah kamu persiapkan terlebih dahulu. Kelak jika pijakan pertamamu runtuh kamu masih memiliki pijakan kedua, ketiga dan seterusnya agar kamu tetap melangkah maju. Jangan bersedih tentang kehilangan yang ada di belakangmu. Tak apa, kamu bisa menengok tapi tak harus menetap apalagi terjerat sampai kau pasrah.

    2021, telah menunggu. Jadikan 2020-mu sebagai acuanmu agar kamu bisa membuat diri semakin terlatih bukan tertatih. Jangan ragu lagi, jangan menunda lagi. Sebab setiap kesempatan tak akan ada yang tahu itu akan menjadi terakhir atau kedua. Jika kamu tak menemuinya lagi kamu bisa lega telah menggunakan di awal kali.

    Inilah kilas balik 2020, dengan penuh tangis kamu telah melewatinya. Kuucapkan selamat!



Continue reading Semacam Pesan dari 2020
,

Taman Baca Masyarakat (TMB) Nusantara, Solusi Dinamika Masa Kini




Halo, apa kabar pembaca Obral Kata Veve! Kali ini Ve akan membahas tentang Taman Baca Masyarakata Nusantara atau biasa disebut TBM Nusantara. Ini adalah taman baca yang baru saja diresmikan kemarin, pada Minggu 20/12. Oke, sebelum pada intinya, jangan lupa ajak teman kalian untuk sering membaca di blog-ku ini, yah! 
Pencetus TBM Nusantara Rejotangan



    Seiring perkembangnya zaman, teknologi semakin maju sampai pada titik yang dinamakan Era Industri 4.0. Dimana segala kegiatan berhubungan dengan teknologi dan pengetahuan ilmiah. Banyak perabotan modern, penemuan-penemuan alat pintar yang berasal dari pemikiran manusia. Berbagai perubahan yang cukup mencolok ini tak dapat dipungkiri berasal dari bagaimana budaya literasi seseorang berevolusi dan berdaya cipta dan bagaimana habit yang sudah ditanamkan sejak dini. Kemajuan yang terus berkembang seharusnya diimbangi oleh berkembangnya potensi sumber daya manusia. Bukan lagi segelintir orang yang paham akan pengetahuan dan teknologi, tetapi semua golongan masyarakat pun dituntut mengikuti arus perkembangan zaman.

    Tuntutan zaman yang ada inilah menjadi kekhawatiran masyarakat umum, karena butuh fasilitas yang dapat menunjang mereka. Berawal dari problematika yang ada inilah kemunculan Taman Baca Masyarakat sebagai solusi. Solusi penanaman kebiasaan membaca guna mengolah sumber daya manusia yang ada. Menjadikan masyarakat berpikir kritis dan peka terhadap keadaan yang ada. Masyarakat pun tak perlu takut jika banyak berita besar yang berkeliaran di sekitar mereka, sebab ia sudah mengetahui dimana ini berita hoax atau fakta. Ini didapatkan dari pengetahuan yang diserap dari membaca.
Dok. dari PAC IPNU IPPNU Rejotangan


    Baru-baru ini PAC IPNU IPPNU Rejotangan meresmikan sebuah Taman Baca Masyarakat Nusantara yang dikenal dengan TBM Nusantara pada Minggu 20/12. Awal pendirian ini pun tidak gampang, perlu mencari lokasi yang tepat, modal buku yang mencukupi dan juga kepanitian yang bekerja sama saling bersinergi. Tak dapat dipungkiri, pencetus dari TBM Nusantara, Rekan Dimas Aziz sangat berjasa terwujudnya TBM Nusantara. Kemudian, TBM Nusantara ini pula dilaksanakan oleh departemen Kaderisasi juga dibantu oleh departemen lain dari seluruh jajaran pengurus anak cabang sampai ranting IPNU IPPNU Rejotangan.

    Lalu, apa kegunaan TBM Nusantara ini? Melihat dari kepanjangannya yakni Taman Baca Masyarakat, berarti sudah jelas jika TBM Nusantara ini sebagai sarana edukasi bagi masyarakat tak memandang golongan pelajar atau bukan. Semua elemen masyarakat dan lapisan masyarakat bisa mengakses TBM Nusantara ini agar menjadi tempat bermanfaat saling berbagi pengetahuan yang ada. Meskipun di masa pandemi ini segala kegiatan dibatasi asal mematuhi protokol 3M, masih bisa mengaksesnya.

    Meski TBM Nusantara ini baru meretas, tetapi semangat dari para pelajar NU dalam mewujudkan TBM Nusantara ini sangat besar. Terlihat banyaknya buku yang terkumpul kurang lebih 200-an buku dalam 2 minggu. Ini suatu pencapaian yang luar biasa untuk TBM Nusantara itu sendiri pada lounching perdananya.
Dok dari Rekan Yahya



    Dalam kegiatan TBM Nusantara ini kita pun bisa melakukan diskusi bersama untuk menyelaraskan tujuan kita dalam membangun pemuda yang bisa merawat Nusantaranya. Bersama ideologi yang kuat dan wawasan yang dalam sampai tidak mudah terpengaruh oleh bahaya dari internal atau eksternal. Bahkan, setelah pagi melaksanakan peresmian itu TBM Nusantara langsung membuka kajian bedah buku yang berjudul Antologi MENARA (Merawat Nusantara Lewat Pemuda) yang dimana tulisan itu pula terdapat tokoh-tokoh hebat seperti Kang Maman juga kader NU Rejotangan, Rekan Kamim Tohari.

    TBM Nusantara bukan hanya sebagai simbol adanya kemajuan literasi di masyarakat Rejotangan juga sebagai tonggak tercapainya masyarakat cerdas berwawasan luas yang kuat akan ideologi bangsa. Maka, inilah solusi dinamika masa kini dengan adanya Taman Baca Masyarakat (TBM) Nusantara agar dapat memperkuat sumber daya manusia di Era Industri 4.0. Dimana pendidikan 4.0 juga sebagai jawaban era ini dan berfasilitaskan TBM Nusantara.


Salam Literasi!
Salam Literasi





Continue reading Taman Baca Masyarakat (TMB) Nusantara, Solusi Dinamika Masa Kini
, ,

Bicara Hati: Bukan Hanya Tentang Rasa, Juga Logika




 Halo, pembaca "Obral Kata Veve"!

    Setelah sekian lama tak muncul dengan pembahasan merah jambu, kini, kita akan membahas kembali. Hahaha ... bicara hati, apa yang kalian pikirkan? Hati ... berkaitan rasa, cinta, bahagia, lara, kasih sayang. Ah! Utamanya selalu dikaitkan oleh perasaan yang berbunga dan terluka. Jatuh cinta dan patah hati. Benar-benar klasik, bukan?


    Jika biasanya hati hanya berurusan dengan perasaan yang cukup membuat kita geleng kepala, tetapi hati juga akan berkaitan dengan logika. Bagaimana lagi, mencintai orang akan serumit itu. Bersikap bodoh, dan hanya tau bagaimana hati merasa hanya akan menambah luka ketika penghianatan datang. Merasa paling tersakiti, padahal bisa saja luka itu kau hindari ketika logika juga mengikuti jalannya rasa. Jangan salah sangka, rasa tak bisa dikendalikan. Tetap bisa, kok! Pengendalian rasa tergantung bagaimana kita meminta pada Sang Pencipta, Maha Pembolak-balik hati, yang mengetahui seluruh isi hati manusia.


Pernah dengar?

    "Dalamnya hati hanya Tuhan dan kita sendiri yang tahu"

    Tetapi masalahnya, kadang kita sendiri saja masih susah untuk menentukan apa yang tepat untuk hati, masih dibingungkan oleh ramainya hati dan gejolak-gejolak yang ada. Karna itu, perlu adanya logika berjalan membantu menemukan hal yang tepat untuk bertindak. Bukan hanya mengikuti perasaan yang fana ini, tetapi juga sesuai logika agar tak salah menilai.




    Hatimu, memang milikmu. Tetapi mengapa kau sendiri tak memahaminya? Selalu ada gundah dan bimbang yang meracunimu. Selalu ada pilihan yang membuat kamu ragu. Banyak suara kau dengarkan sampai lupa keinginan sendiri. Hatimu memang milikmu, dan yang kau rasakan memang rasamu. Kamu bisa memilih mana yang tepat bagimu, sebab kau bisa menggunakan logikamu untuk berpikir.


    Ingat, jangan sampai rasamu yang masih bingung membuat dirimu semakin melara dan tubuh fisikmu semakin mengikis. Kamu tau mau sakit hanya karena cinta bukan? Cinta memang butuh pengorbanan tapi bukan pengorbanan diri sendiri yang hanya kamu saja yang menjalaninya. Benar, cinta dan rasa itu saling terkait, kok. Hati-hati menetapkan rasa, salah sangka membuatmu semakin sengsara. Biarkan logika juga memberikan jawaban yang tepat padamu agar tak terluka. 





    Seiramakan pikiran dan hatimu, beri mereka waktu untuk mengolah bersama agar saling memahami. Biarkan mereka saling menyadari jika keduanya terkait, meski kadang harus salah satu yang bertindak antara logika dan rasa. Itu tak apa. Kamu pengendali keduanya, bukan keduanya yang mengendalikan dirimu.


    Cintamu milikmu, tapi logikamu terus berjalan. Jangan menjadi bodoh dan menyesali apa yang kau lakukan hanya karena mengandal rasa dan egomu. Berpikirlah sebelum bertindak, olah secara matang mana yang baik bagimu dan bukan. Sebenarnya kamulah penentu rasa, dan Tuhan-lah Maha Pembolak-balik Rasa. Dekatkan diri pada Yang Kuasa, agar kau bahagia. 

Continue reading Bicara Hati: Bukan Hanya Tentang Rasa, Juga Logika

Refleksi Hari Guru Nasional, Sebagai Sarana Pengembangan Guru Lebih Baik

 




Mungkin hari guru, hampir sebulan berlalu namun tentang bagaimana menjadikan hari guru sebagai sarana pengembangan guru lebih baik tak akan pudar. Maka, kali ini Obral Kata Veve akan berbagi tulisan tentang bagaimana cara pengembangan diri sebagai guru bagi peserta didik.

Kini, pandemi masih saja bergentayangan pada bumi pertiwi kita. Ketakutan untuk melakukan kegiatan di luar rumah pun masih ada. Bahkan, selama pandemi sekolah-sekolah diliburkan untuk pembelajaran tatap muka dan beralih menjadi pembelajaran via online atau biasa disebut pembelajaran daring. Guru dituntut berperan aktif dalam penyelanggaran pendidikan dengan kondisi yang mendadak, ekstrim, dan tak terduga.

Banyak kegiatan luar kelas yang harus diganti dalam kegiatan di dalam rumah, karena peserta didik harus belajar di dalam rumah. Tidak bisa keluar, atau berpergian. Media pembelajaran berupa apa yang ada di sekitar rumah. Pada saat kondisi yang demikian, yang menyebabkan perubahan pola pembelajaran akan banyak tantangan yang akan dialami.

Tantangan yang didapat bisa berasal dari:
  1. Murid itu sendiri yang belum bisa beradaptasi dengan kondisi yang ada. Apalagi jika murid tak pandai dalam penggunaan gadget. Padahal pembelajaran masa pandemi bergantung pada gadget dan harus bisa online saat pembelajaran.
  2. Guru, bagaimana kreativitas dan pemahaman guru terhadap teknologi yang ada akan mempengaruhi pembelajaran yang diselenggarakan masa pandemi.
  3. Teknologi yang ada, jika saja teknologi atau alat untuk pembelajaran tidak ada bagaimana proses pembelajaran akan berlangsung.
  4. Orang tua atau wali murid, dalam masa pandemi orang tua memiliki peran yang sangat penting dimana orang tua atau wali murid sebagai pendamping siswa atau peserta didik di rumah ketika pembelajaran berlangsung. Tanpa adanya dukungan wali murid dan orang tua, pembelajaran akan terganggu, bahkan tidak bisa optimal dalam pemenuhan hasilnya.
Berdasarkan penjabaran tantangan yang ada, tetap kunci utamanya adalah seorang guru. Bagaimana guru bisa meminimalisir semua hambatan yang ada dan bagaimana guru menghubungkan segala elemen sehingga tidak memunculkan hambatan yang besar. Guru diharuskan bisa memiliki skill yang mumpuni dalam menghadapi hambatan, apalagi pada saat ini, di mana era Revolusi Industri 4.0 teknologi berkembang sangat cepat jangan sampai tertinggal.

Lalu, apa yang harus miliki seorang guru dalam memenuhi perkembangan yang melaju begitu cepat ini, tak hanya dalam pandemi, pula dalam era Revolusi Industri 4.0 ini? 

Ya, ada beberapa hal yang seharusnya seorang guru miliki?
  1. Memiliki kemampuan dalam berliterasi, baik literasi secara umum, ataupun literasi data. Yang mana pemahaman pengolahan data, bacaan, harus dikuasai secepat mungkin.
  2. Memiliki kemampuan dalam bidang IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi).
  3. Memiliki kemampuan dalam memahami sumber daya manusianya, bagaimana seorang guru dapat memahami apa yang dikuasai seorang murid dan harus diarahkan kemana.
  4. Memiliki kemampuan komunikasi yang baik, ini diperlukan dalam mengajar juga dalam berhadapan dengan orang tua atau wali murid peserta didik.
  5. Memiliki sifat disiplin yang kuat, jangan sampai perilaku guru yang tidak baik akan dicontoh oleh murid atau peserta didik.
  6. Memiliki 4 standar kompetensi seorang guru; kompetensi akademik, kepribadian, profesional, dan sosial.
Setelah memiliki beberapa kemampuan yang ada, guru dapat mengembangkannya dan menyelaraskan hingga sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Jika ini berhasil, akan menjadi pembelajaran yang menarik bagi siswa. Pengembangan diri guru pun juga berkembang dan pendidikan yang ada di negara kita semakin maju pesat.
Continue reading Refleksi Hari Guru Nasional, Sebagai Sarana Pengembangan Guru Lebih Baik
, ,

Jika Suatu Hari



 

Jika suatu hari ...

    Jika suatu hari ... kata tak lagi bermakna dan ucap sudah tak didengarkan, kita adalah kata tanpa makna tak perlu diingat. Cukup kehampaan saja yang datang, tak perlu luka ikut menyambutnya. Ini bukan sebuah kisah sedih, hanya perjalanan yang berjalan sesuai arusnya. Pertemuan, perpisahan, itu memang sudah wajar, kan? Tak usah tangis yang diam-diam berbicara. Kita memang sudah tak seirama.

    Jika suatu hari ... kekalnya kita sebatas doa, jangan pernah merasa sia-sia datangnya cinta. Kau tau? Jatuh cinta tak ada yang menduga. Datang tanpa menyapa, malah kadang pergi meninggalkan luka. Tak apa, bukannya itu hal alami? Mencintai berlebih hanya membuat pedih.

    Jika suatu hari ... apa yang pernah kita lakukan bersama menjadi sebatas kenang, aku tak pernah menyesal. Memang kita dulu yang pernah tawa berubah rasa menjadi asing tak saling sapa. Sudah! Itu hal lama tak perlu menduga bagaimana dan kenapa ada akhir.

Namun ... sebaliknya ...

    Jika suatu hari ... doa -doa yang dulu dilangitkan berubah menjadi kenyataan tanpa diduga. Jangan takjub! Mungkin inilah takdir kita untuk bersama. Hargai waktu bersama, sebab sesal suka datang pada bagian akhirnya. Membuat nelangsa, itu sungguh menyedihkan bukan?

    Jika suatu hari ... ada yang membuatmu tertawa, menutupi luka yang telah ada. Jangan menghindari hanya karna trauma akan cinta. Cobalah dulu untuk memberikan kesempatan padanya. Jodoh tak ada yang tau.

    Jika suatu hari ada tawa bahagia, ada rasa yang tak pernah kau duga. Nimkmatilah sesuai kadarnya, jangan terlalu erat digenggamnya nanti bisa lepas. Kamu, orang pantas memperjuangkan bahagiamu.


    Jika suatu hari tulisan ini sangat berarti bagimu, jangan lupa untuk tetap membacanya. Sebab tak ada yang tau obat hati itu apa dan bagaimana.


Salam hangat dari Obral Kata Veve

Sampai jumpa di blog selanjutnya 

 


Continue reading Jika Suatu Hari
,

Tips Membaca dan Memahami Puisi

 



Hallo, guys! Obral Kata Veve bakal membahas tips dalam membaca dan memahami sebuah puisi. 


    Sering kali kita dibuat kagok oleh puisi yang terlalu ambigu, atau saat dalam pembacaan puisi kita kurang tepat dalam membacanya. Bila puisi melow kita baca dengan menggebu-gebu seperti orang yang sedang melawan penjajah, bukankah hal seperti ini akan membuat pemahaman pendengar jadi bingung?

    Banyak hal yang bisa membuat kebingungan saat memahami sebuah puisi, dari makna puisi atau  bahkan tiap kata yang disampaikan dalam sajaknya. Kadang saja pemahaman orang satu dengan lainnya pun tak sama. Lalu, apakah puisi harus seragam pemahamannya?

Tentu tidak!

    Dalam puisi jika banyak penafsiran yang berbeda malah membuat karakter puisi itu semakin unik, sebab pembaca akan dibuat semakin penasaran oleh makna dan kiasan yang terkandung dalam sebuah puisi. Bayangkan saja, jika satu puisi bisa membuat perbedaan sudut pandang? Apa yang terjadi? Perbedaan yang terjadi ini akan memunculkan perdebatan yang bisa memberikan tambahan ilmu dari apa yang tidak kita ketahui. Jika seperti ini terjadi, pentingkah kita memahami puisi?

Tentu!

    Berawal dari memahami puisi kita akan bisa mengambil isi dari pikiran penyair. Lalu, kita pula akan menemukan rahasia dalam setiap kata. Ingat! Puisi bukan hanya kumpulan kata tanpa makna, karena puisi adalah sebuah kata tanpa ucap. Ketika suara tak bisa didengarkan, puisi adalah jawabannya.

Bagaimana cara memahami puisi?

1. Membaca secara berulang-ulang.

Karena puisi adalah salah satu jenis karya sastra yang juga memperhatikan keindahan dan sering menggunakan makna kias. Maka membaca puisi hanya dalam satu kali baca tak mampu untuk menemukan makna yang terkandung di dalamnya. Jadi, membaca berulang-ulang puisi dapat membuat kita mudah memahaminya.


2. Mencari diksi yang ada sekaligus mencari makna. 

Estetika dalam puisi bisa dilihat dari penempatan diksi dan rima yang telah diselaraskan. Ketika diksi dan rima selaras estetika puisi akan terlihat, apalagi saat pembacaannya membuat puisi tersebut diperhatikan lebih baik. Lebih-lebih dapat diingat oleh pendengar maupun pembaca puisi tersebut.

 

3. Tahu alasan puisi dibuat. 

Misal pada periode 1953-1961 tema puisi tentang perjuangan, patriotisme. Ini terjadi pada masa orde lama di mana di Indonesia masih berlangsung semangat kemerdekaan dan patriotisme. Maka puisi yang dibuat akan menjelaskan peristiwa yang ada juga kritik terhadap apa yang terjadi. 

 

4. Menghubungkan tiap kalimat sampai pada tiap baitnya.

Makna puisi akan berhungan bait satu dengan lainnya.


Dari kegiatan tersebut, maka menemukan makna dari memahami puisi akan lebih mudah. Utamanya dalam sebuah karya sastra kunci pemahaman ialah pembacaan berulang-ulang dan pemahaman perkata yang dirasa ambigu.

Pembacaan Puisi

    Bermula dari pemahaman puisi yang dirasa bagus, kita beralih dari pembacaan puisi yang baik sehingga makna dalam puisi itu bisa diterima oleh pendengar. Ketika intonasi dan penjedaan keliru akan mengakibatkan perubahan makna. Maksud dari puisi tersebut akan salah diartikan. Hal seperti inilah yang merupakan kesalahan fatal dalam pembacaan puisi. Perlu diketahui apa tips dan trik dalam pembacaan puisi.

Ada 2 versi Tips Pembacaan Puisi:

A. Versi pertama


B. Versi Kedua

  1.  Memahami puisi yang akan dibaca.
  2. Sebelum membaca puisi di hadapan banyak orang, berlatih secara berulang-ulang.
  3. Menggunakan pelafalan yang baik, ini didapat ketika sudah berlatih secara berulang-ulang.
  4. Menjeda kata, phrasa, atau kalimat yang seharusnya dijeda.
  5. Menggunakan intonasi yang sesuai dengan isi puisi.
  6. Mimik saat membacakan puisi haruslah sesuai, jangan lupa dengan gerakan anggota tubuh untuk menunjang pembacaan puisi itu.

 Semoga tips ini dapat membantu memahami dan membaca puisi yang dipilih. Selamat mencoba.


Sampai jumpa di blog selanjutnya ...

Salam hangat dari Obral Kata Veve

    

Continue reading Tips Membaca dan Memahami Puisi